We Got Married [7/?]

WGM Taeny

@ Panti Asuhan, 09:00 KST

Para Kru sudah selesai mempersiapkan peralatan syuting untuk hari ini. Mereka hanya tinggal menunggu Taeyeon dan Tiffany untuk datang dan memulai syuting.

15 menit kemudian, pasangan ‘suami-istri’ itu datang ke lokasi secara berbarengan di dalam sebuah Van putih milik SM Entertainment.

“Maaf sudah menunggu. Ada hal yang harus kami urus di agency.” kata Taeyeon ketika mereka sudah bersama para kru.

“Tidak apa-apa. Kami juga masih harus mengecek peralatan syuting.” kata PD-nim.

Tiffany sudah diurus oleh tim make-up, raut wajahnya terlihat khawatir. Dia takut akan mengacaukan syuting hari ini hanya karena dia tidak terlalu mahir dalam hal mendekati anak kecil. Dia memang menyukai anak kecil, tapi dia merasa canggung jika harus mendekati mereka atau bahkan menggendongnya. Tiffany menolehkan pandangannya ke arah Taeyeon ketika dia sudah selesai dengan make-upnya. Ekspresi wajah pria itu sangat santai, bahkan Taeyeon sekarang sedang sedikit bersenda gurau dengan Produser acara ini.

“Tiffany-sshi, kau sudah siap ?” salah satu kru wanita menghampiri Tiffany yang masih duduk.

“Ahh ne unnie, aku sudah siap.” Tiffany berdiri dan menghampiri Taeyeon yang juga sudah siap ditempatnya. Mereka tidak perlu berganti pakaian, hanya merapikan make-up mereka sedikit.

“Ready ? Action !” teriakkan dari PD-nim mengawali syuting mereka kali ini.

“Fany-ah, kau siap ?” tanya Taeyeon. Dia menggenggam tangan Tiffany untuk meringankan kekhawatirannya. Tiffany menghela napasnya untuk menenangkan diri. Dia harus lebih rileks untuk syuting kali ini, ditambah lagi dengan Taeyeon yang menggenggam tangannya membuatnya berkali-kali menghela napas untuk menghilangkan kegugupannya.

Mereka melangkah masuk ke gedung panti asuhan, dan disambut dengan baik oleh para pengurus panti yang memang sudah menunggu kehadiran mereka.

“Selamat pagi. Aku Taeyeon dan ini Tiffany. Kami akan membantu selama satu hari dipanti asuhan ini.” Taeyeon memperkenalkan dirinya dan Tiffany.

“Silahkan. Kami sudah menunggu kalian.” Seorang Ahjumma yang merupakan pemilik panti asuhan tersebut mempersilahkan mereka masuk.

“Yang harus kalian lakukan selama membantu disini adalah, menyiapkan makanan, membersihkan kamar mandi dan hal lainnya. Maaf jika merepotkan, tapi itu adalah hal yang biasa dilakukan jika ada yang ingin membantu.” Ahjumma tersebut menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan oleh Taeyeon dan Tiffany. Mereka berdua hanya mengangguk.

“Saya akan mengajak kalian berkeliling terlebih dahulu. Mari.” Ahjumma tersebut berjalan menuju ke suatu tempat dan diikuti oleh Taeyeon dan Tiffany serta para kru lainnya.

“Ini adalah kamar bayi yang berumur dibawah satu tahun. Ada 10 bayi yang tinggal dalam satu kamar, kami menyediakan 5 kamar untuk para bayi tersebut.” Ahjumma tersebut membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam salah satu kamar.

“ahh maaf Nyonya Park, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda.” seorang gadis yang terlihat masih muda menghampiri Ahjumma pemilik panti asuhan tersebut.

“‘Hmm baiklah. Kau tolong gantikan aku sebentar. Maaf, aku harus menemui tamu tersebut. Nona Cho yang akan menemani kalian.” Park Ahjumma berpamitan kepada Taeyeon dan Tiffany lalu pergi keluar ruangan tersebut.

“Nona Cho, bolehkah aku bermain bersama mereka ?” tanya Taeyeon. Dia sangat suka dengan bayi dan sudah tidak sabar untuk menggendong mereka.

“Silahkan saja Tuan Kim. Kalian berdua bisa bermain dengan mereka, aku harus permisi dulu untuk membuat susu. Aku akan segera kembali.” Nona Cho berjalan ke luar ruangan dan meninggalkan Taeyeon dan Tiffany bersama para kru lainnya.

Taeyeon melepaskan genggaman tangannya dari tangan Tiffany dan menghampiri salah satu ranjang bayi. Para bayi mungil itu masih tertidur dengan lelap, wajah mereka sangat tenang namun nasib mereka sangat malang karna ditelantarkan oleh orang tua mereka.

“Tae..” panggil Tiffany. Dia berdiri disamping Taeyeon dan ikut menatap wajah para bayi itu, mereka semua bagaikan malaikat kecil yang tak berdosa.

“Mereka lucu sekali kan ? aku ingin menggendong salah satu dari mereka.” Baru saja Taeyeon berkata seperti itu, suara tangisan bayi terdengar. Ternyata, bayi yang mereka perhatikan sejak tadi terbangun dan menangis.

“Taeyeon, bagaimana ini ?” Tiffany mulai panik, jika mereka tidak segera bertindak, maka bayi lainnya akan terbangun dan mulai menangis. Ini situasi yang cukup gawat bagi Tiffany.

Taeyeon tidak menjawab dan mengambil bayi itu dari ranjang tidurnya. Tangisannya belum berhenti, Taeyeon lalu menyerahkannya pada Tiffany dan membuat gadis itu terkejut. Tapi sesaat kemudian, senyuman Tiffany merekah. Bayi itu langsung berhenti menangis.

b0034105_4ee7ff388ad28.jpg

Taeyeon dengan cepat mengambil handphonenya dan mengabadikan moment tersebut. Dia sangat senang karna Tiffany sudah tidak cemas seperti tadi dan sudah mulai rileks.

“Lihat kan ? Kau tidak perlu takut Fany-ah. Rileks saja.” kata Taeyeon. Tiffany tidak menjawab apapun dan masih menatap bayi laki-laki yang masih berada dalam gendongannya tersebut.

“Oh ? Nama bayi ini adalah Kim Taeyoung.” seru Taeyeon ketika dia melihat papan nama yang berada di ranjang bayi tersebut. “Dia anak kita Fany-ah.” lanjut Taeyeon lagi dengen enteng.

“Ne ?! Apa maksudmu ?!” pekik Tiffany. Wajahnya mulai merona merah, dia jadi membayangkan ketika dia memiliki keluarga bersama dengan Taeyeon.

“Kim Taeyoung. Kim adalah marga-ku, Tae adalah nama depanku dan Young adalah nama belakang nama korea-mu kan ? Hwang Miyoung.” jelas Taeyeon. Ini sebuah kebetulan yang pas.

“Yahhh~~ jangan disangkut pautkan begitu.” Tiffany protes. Tetapi wajah malunya tidak bisa disembunyikan. Taeyoung yang masih berada dalam gendongannya ikut tersenyum melihat ekspresi wajah Tiffany.

“Woaaahhh dia tersenyum.” Tiffany menunjukkan eye-smilenya ketika melihat Taeyoung tersenyum.

“Maaf sudah merepotkan. Ini susunya.” Nona Cho bersama dengan 4 perawat lainnya masuk dengan membawa nampan yang berisikan 10 botol susu. Para bayi yang lainnya sudah terbangun dan mulai menangis. Tiffany tidak ingin lepas dari Taeyoung, dia mengambil salah satu botol susu dan memberikannya pada Taeyoung. Karna lelah berdiri, Tiffany memutuskan untuk duduk di kursi yang berada di sudut ruangan tersebut.

snsd-tiffany-instyle.jpg

Taeyeon kembali mengabadikan moment tersebut menggunakan ponselnya lalu mengikuti Tiffany dan duduk disampingnya sambil memperhatikan Taeyoung yang sedang meminum susunya.

“Sepertinya kau sudah mulai mahir ya.” ucap Taeyeon. Dia senang karna Tiffany sudah tidak canggung. Mereka berdua hanya saling diam sambil memperhatikan Taeyoung. Taeyeon mulai membayangkan, mungkin akan seperti ini jika mereka berdua memiliki anak kelak dimasa depan.

“Oh ? kau sudah selesai ?” tanya Tiffany kepada Taeyoung yang sudah menghabiskan susunya. “bagaimana selanjutnya Tae ?” tanya Tiffany lagi.

“Hhmm kurasa kau harus membuatnya sendawa.” jawab Taeyeon, dia ingat apa yang kakak sepupunya lakukan pada bayinya ketika sudah selesai meminum susu.

“Eh bagaimana caranya ?” Tiffany melihat ke arah para perawat yang lain, bermaksud untuk meminta tolong tapi mereka semua masih sibuk.

“Begini caranya.” Taeyeon mengambil Taeyoung dari gendongan Tiffany dan membuat kepala anak itu bersandar dibahunya, lalu Taeyeon mulai menepuk-nepuk punggung anak itu dengan halus. Tak lama berselang, Taeyoung bersendawa dengan cukup keras.

“Woaahh anak pintar.” Taeyeon mengecup pipi anak itu dan membuatnya tersenyum. “Ohh kau suka ?” Taeyeon menciumnya lagi dan anak itu tertawa.

“Maaf mengganggu waktu kalian. Tapi popok Taeyoung harus diganti. Kalian silahkan berkeliling lagi ke tempat lain.” Salah satu perawat mengambil Taeyoung dan gendongan Taeyeon.

“Mari kita berkeliling ke tempat yang lainnya.” kata Nona Cho. Mereka melanjutkan perjalanan ke ruangan lainnya.

“Ini ruangan khusus anak-anak berusia 2 sampai 3 tahun.” Nona Cho membukakan pintu ruangan tersebut, tampak para anak-anak balita sedang asyik bermain ada juga yang bermain kejar-kejaran.

“Annyeong~” Taeyeon langsung menyapa mereka, anak-anak itu menujukkan wajah bingung mereka yang tampak lucu.

Tiffany berdiri dibelakang Taeyeon. Dia masih terlalu takut, setidaknya anak bayi masih bisa dia handle, tapi jika yang sudah besar begini nampaknya akan sedikit sulit.

“Unnie~.” Seorang gadis kecil menghampiri Tiffany dan menarik-narik bajunya dengan sedikit keras agar Tiffany melihat ke arahnya. Tiffany menundukkan kepalanya dan tampak sebuah senyuman lebar terpancar diwajahnya, matanya juga berbinar melihat anak kecil yang memakai baju serba pink tersebut sambil membawa boneka dookong yang berwarna hijau tersebut. Tiffany berjongkok dihadapan gadis kecil itu.

“Annyeong~ siapa namamu ?” Tanya Tiffany. Taeyeon menoleh lalu ikut berjongkok dihadapan gadis kecil tersebut.

“Namaku Son Naeun dan umurku 3 tahun.” Jawab anak kecil tersebut kemudian menunjukkan senyumannya yang manis.

“Yaahh apa dia anakmu ? Dia suka boneka dookong.” Kata Tiffany.

“Dia anak kita, Fany. Dia juga suka warna pink sama sepertimu.” Jawab Taeyeon enteng dan membuat wajah Tiffany merona merah. Kenapa pria ini suka sekali membuatnya tersipu ?

“Oppa ? Bolehkah aku digendong olehmu ?” Tanya Naeun dengan wajah memelasnya. Tanpa ragu, Taeyeon langsung menggendongnya.

“Naeun-ah…jangan merepotkan oppa.” Kata Nona Cho. Taeyeon dan Tiffany masih harus melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya.

“Tidak apa-apa Nona Cho. Aku dan Tiffany akan membawanya sambil berkeliling.” Jawab Taeyeon lalu tersenyum pada Naeun yang sudah ada dalam gendongannya.

“Baiklah kalau begitu.” Nona Cho mengajak mereka berkeliling panti asuhan, semua fasilitasnya sangat lengkap karna ini termasuk salah satu panti asuhan yang terbesar di Seoul.

Setelah lelah berkeliling, Taeyeon, Tiffany dan Naeun memutuskan untuk istirahat sejenak di taman bermain. Nona Cho sudah kembali ke dalam untuk memeriksa anak-anak lainnya.

“Taeyeon Appa, Tiffany Umma.” Kata Naeun dengan tiba-tiba, dia duduk dipangkuan Taeyeon yang sedang duduk di atas ayunan, Tiffany juga ikut duduk di ayunan di sampingnya.

“Ne ?!” Tiffany terkejut dengan ucapan Naeun barusan tapi anak itu malah menunjukkan senyumannya.

“Hahaha ne, Taeyeon Appa dan Tiffany Umma.” Kata Taeyeon untuk membuat Naeun senang, dalam hati Taeyeon juga dia ikut senang hahahaha.

Tiffany tidak membalas perkataan mereka lagi dan melihat jam ditangannya. Waktu yang tepat agar dia bisa terhindar dari kecanggungan.

“Tae, sebentar lagi makan siang. Ku rasa aku harus membantu perawat lainnya untuk mempersiapkan makan siang.” Kata Tiffany lalu beranjak dari ayunan.

“Ah kau benar. Aku juga akan mencari hal yang bisa aku kerjakan. Naeun, kita kembali ke kamarmu ya ?” Kata Taeyeon dan Naeun mengangguk. Taeyeon dan Tiffany mengantarkan Naeun ke kamarnya lalu berpencar, Tiffany menuju ke dapur dan Taeyeon mengecek kamar mandi.

Sesampainya Tiffany di dapur, dia langsung membantu para perawat lainnya, Tiffany tidak bisa memasak dan tidak ingin memaksa untuk membantu memasak. Alhasil, dia hanya membantu membersihkan alat makan yang akan digunakan dan menatanya di meja makan. Ruang makannya cukup luas.

Taeyeon juga sudah hampir selesai membersihkan kamar mandi dan dibantu oleh perawat pria yang lainnya. Cukup melelahkan, tapi dia senang bisa membantu.

Makan siang sudah dimulai, anak-anak para penghuni panti sudah duduk rapi di kursi mereka, para perawat dengan tertib berkeliling dan memberikan nasi serta lauk pauk yang sudah mereka buat tadi. Para anak-anak pun makan dengan lahap, mereka tidak pilih-pilih dalam hal makanan. Taeyeon dan Tiffany juga ikut makan bersama mereka.

Setelah selesai makan siang, Taeyeon dan para kru lainny berpamitan dan mengucapkan terimakasih karna sudah diterima dengan baik selama berada disini. Taeyeon dan Tiffany juga berkunjung ke kamar Naeun dan melihat gadis kecil itu sedang tertidur dengan lelap. Syukurlah, jika tidak, maka bisa dipastikan bahwa Naeun akan ikut mereka. Lalu mereka berkunjung ke kamar Taeyoung dan anak itu juga sedang tertidur sambil memeluk boneka mickey mousenya. Ada perasaan berat dalam hati Taeyeon dan Tiffany, tapi mereka harus pergi dari sini dan berjanji akan berkunjung lagi di lain waktu.

Setelah berada di luar gedung panti asuhan, PD-nim memberikan sebuah amplop berwarna biru.

“Ini hadiah spesial yang kami janjikan. Semoga kalian suka.” kata PD-nim.

Taeyeon dan Tiffany mengucapkan terimakasih lalu membuka amplop itu. Hadia spesial yang diberikan oleh kru WGM adalah 2 tiket perjalanan pulang-pergi ke pulau Jeju. Bisa dibilang itu adalah hadiah ‘pernikahan’ dari kru WGM untuk mereka. Tapi tentu saja mereka akan melakukan syuting di pulau Jeju sebagai episode lanjutan.

“Woaaahhhh…..sudah lama sekali aku tidak ke Jeju.” kata Taeyeon sambil bersorak kegirangan. Setidaknya dia bisa menikmati waktu santainya di sela-sela kesibukannya yang masih promosi albumnya, Tiffany juga senang karna dia bisa menikmati liburan ke Jeju di sela-sela kesibukannya yang sedang mempersiapkan album comeback bersama SNSD, meskipun itu untuk keperluar syuting, tapi setidaknya dia bisa menikmati pemandangan indah Pulau Jeju yang terkenal itu.

“Terimakasih atas hadiahnya.” ucap Tiffany.

Interview

“Hari ini cukup melelahkan dan menyenangkan. Ini pengalaman yang baru untukku dan Tiffany, kami sangat senang bisa bermain dengan anak-anak disini dan membuat mereka senang. Terimakasih juga atas hadiahnya yang spesial. Kami akan bekerja lebih keras.” kata Taeyeon.

“Awalnya aku takut dengan anak-anak, apalagi jika mereka sudah menangis dan aku tiak bisa melakukan apa-apa untuk membuat mereka tenang. Tapi aku sangat senang sekali karna Taeyoung berhenti menangis ketika aku gendong. Aku akan berusaha lebih keras.” kata Tiffany.

Interview ends.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

@ SBS Building, 10:00 KST.

Suasana di salah satu ruangan rapat SBS tampak penuh dengan kehadiran banyak orang. SBS TV akan membuat drama baru dengan menghadirkan sesuatu yang sedikit berbeda. Kali ini, aktor dan aktris utama yang akan bermain dalam drama mereka adalah seorang aktor terkenal dan seorang member girlgroup yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan publik Korea Selatan.

Kedua pemeran utama tersebut sudah setuju dengan kontrak kerja sama dan sudah dminta menghadiri rapat hari ini. Namun, hanya sang aktor saja yang sudah datang. Mereka masih menunggu sang aktris untuk datang agar rapat bisa dimulai.

“Maaf sekali aku terlambat.” seorang gadis bertubuh pendek datang dan berkali-kali membungkuk untuk meminta maaf atas keterlambatannya. Ini pertama kalinya dia ditunjuk untuk bermain dalam sebuah drama di stasuin TV terkenal dan bekerja sama dengan sutradara terkenal juga, tapi karna dia pulang larut malam setelah latihan bersama groupnya, alhasil dia terlambat datang hari ini.

“Tidak apa-apa Nona Lee. Kami juga baru sampai 10 menit yang lalu. Silahkan duduk.” kata seorang pria paruh baya yang memakai kacamata tebal tersebut.

“Baiklah. Semua sudah berkumpul. Langsung saja saya umumkan bahwa pemeran utama dalam drama ini adalah Choi Sooyoung dan Lee Sunny.” ucap pria itu lagi. Sepertinya dia adalah sang sutradara dari drama ini. Tampak juga beberapa aktor dan aktris lainnya yang akan ikut berperan dalam drama ini. Sunny cukup tahu dengan beberapa orang yang akan menjadi lawan mainnya kali ini.

Sunny menolehkan pandangannya, dia baru menyadari bahwa ada Aktor terkenal disana, terlebih lagi dia akan beradu akting bersama orang itu. Meskipun mereka berada dalam satu agency, tetapi mereka tidak terlalu dekat dan hanya sebatas saling tahu saja. Sooyoung yang merasa diperhatikan, dia menolehkan pandangannya dan melihat Sunny yang sedang melihat ke arahnya, Sooyoung menunjukkan senyum simpulnya. Ekspresinya tampak tenang, berbeda sekali dengan Sunny yang sangat gugup. Dia takut tidak bisa berakting dengan baik dan membuat dramanya gagal atau pemainnya harus diganti.

“Haish….kenapa kau jadi pesimis begini ? ini kesempatanmu Lee Sunny !! Kau harus bisa membuktikan aktingmu tidaklah buruk…….tapi buruk sekali……HAISH STOP !.”

“Nona Lee, Anda baik-baik saja ?” tanya seseorang yang duduk disampingnya, dia adalah salah satu kru yang berperan sebagai kameramen.

“Aaahh Ne, aku baik-baik saja.” jawab Sunny. Dia kembali fokus memperhatikan sang sutradara yang sedang menjelaskan jalan cerita dari drama yang akan dia buat.

Rapat berlangsung selama satu jam. Setelah selesai, masing-masing pemain diberikan naskah yang harus mereka hafal. Drama ini akan bercerita tentang seorang gadis yang berprofesi sebagai ‘peri cinta’ di sebuah perusahaan jasa biro jodoh dan akan diperankan oleh Sunny, sedangkan Sooyoung akan berperan sebagai pemilik perusahaan tersebut.

Sunny membaca dan mencoba menghafal setiap tulisan yang berada dalam naskah tersebut. Tidak cukup sulit baginya karna memang dia termasuk member SNSD yang cepat menghafal.

“Ekhem..” Sunny terperanjat dari duduknya, dia mendongakkan kepalanya dan melihat Sooyoung yang sudah berdiri didepannya.

Sunny langsung salah tingkah ketika Sooyoung tersenyum ke arahnya. Sooyoung adalah salah satu aktor yang dia idolakan karna aktingnya yang luar biasa dan penghayatan disetiap perannya selalu total.

“Aku tidak menyangka bisa menjadi lawan mainmu dalam drama kali ini.” kata Sooyoung. Dia sudah selesai dengan naskahnya dan akan membacanya lagi nanti. Selama ini Sooyoung akan dipasangkan dengan aktris-aktris terkenal dan kali ini ada hal yang berbeda, dimana Sooyoung dipasangkan dengan Sunny yang adalah seorang penyanyi dan tidak memiliki pengalaman akting yang baik. Tapi Sooyoung sudah terlanjur menerima, dia sudah tahu bahwa Sunny akan menjadi lawan mainnya dan dia cukup tertarik dengan hal itu. Dia ingin melihat, siapakah member SNSD lainnya memiliki bakat akting selain Seohyun.

“Ne Sooyoung-sshi, aku juga tidak menyangkanya.” balas Sunny dengan agak gugup.

“Hahaha tidak usah formal begitu. Sooyoung saja sudah cukup. Ini nomer telfonku, jika kau butuh bantuan untuk belajar akting, hubungi saja aku.” Sooyoung menyimpan secarik kertas diatas meja Sunny. Sebenarnya Sooyoung juga merasa gugup karna Sunny adalah member SNSD yang dia sukai karna aegyonya yang menggemaskan, tapi dia tidak ingin menunjukkan hal itu.

“Gomawo~” kata Sunny dengan suara imutnya. Tidak dibuat-buat karna memang suara Sunny seperti itu. Dia sangat senang sekaligus malu, dan dia akan berusaha keras agar drama perdananya ini bisa sukses.

Sooyoung berbalik dan menghampiri sang sutradara untuk berbincang-bincang. Sunny melihat secarik kertas tersebut yang terdapat nomer telfon Sooyoung lalu mengeluarkan ponselnya dan menyimpan nomer handphone Sooyoung di ponselnya. Kali ini dia memiliki alasan untuk sering bertemu dengan Sooyoung. Sunny menolehkan pandangannya dan melihat Sooyoung yang sedang berbincang dengan sutradara, wajah coolnya selalu bisa membuat Sunny meleleh.

“Aigoo…..Sooyoung Oppa.” ucapnya dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

-TBC-

Part 7 WGM huoooyyyyy selamat menikmati ^_^ dan terimakasih sudah berkunjung ke WPku. Kissess :*********

Advertisements

30 comments

  1. kwonyulsic14 · April 25

    Hihihi akhirnya update jugaaa πŸ˜†πŸ˜†

  2. vina · April 25

    Akhirnya thor stlh skian lama nungguin ni ff nongol jg, thx bgt buat authornya yg udh nyempetin update, taeny lucu dah kek suami istri beneran,

    • soshiroyalroom9 · April 25

      Hehehe iya kan ff ini tetep harus lanjut. Thanks juga buat reader yang selalu stay nungguin

  3. Taenyboo · April 25

    Woooaaa…akhirnya !
    Dikirain taeny udh merit beneran saking lamanya…hehehehe
    Gomawo udh d lanjut

  4. Chickenrobot18 · April 25

    Waohhh sepertinya kalo mereka beneran married bakalan jadi seru kan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  5. Herytastic · April 25

    Taeny kmpak bnget ngurus anak kecil, kyak nya bkal ada soosun couple ni.

  6. Nuny · April 25

    Taeny udah kaya Suami Istri bneran…

  7. Zie2 · April 26

    Wahh kyk nya bakal ada couple baru nih

  8. julian77aulshi · April 26

    yulsic gk ongol hehehhehehe

  9. alvinatisya99 · April 26

    Soo oppa.. 😍😍
    Taeny… 😍😍
    Lanjut thorrrr

  10. wr · April 26

    Akhirnys yang ditunggu ada juga setelah sekian lama ga ada apdate wkwk lebay
    ditunggu next chap thor himnae

  11. sfy69 · April 26

    Aaaaahhh akhirnya author update juga.thanks ya udah nyempetin update^^

  12. nurhuda.nur · April 26

    Sekian lama menunggu akhirnya apdet jg .teny jjang
    Reader baru izin baca ya kak .gmw

  13. 9@50N3 · April 27

    Awalnya aku pikir taeny disini sudah nikah, eh trnyata cuma akting toh wkhaha,,.
    Ini yg jadi member snsd ada berapa orang?
    4 orang atau 5 orang?
    Siapa saja?
    Haha,,, banyak prtanyaan ye?
    Tapi gk apalah namanya jg penasaran wkhaha,,,.

    • soshiroyalroom9 · April 27

      Kan ikutan WGM jadi masih akting πŸ˜‚ member snsd ada 5 disini. Jess jadi leader terus Fany, Sunny, Hyoyeon, Seohyun

  14. sherin · April 30

    Omgggg thorrrr
    Kemna ajaa ni ff
    Wkakakakaka
    Dh lamaaa
    Mkin seru nihh
    Duh taeny nya
    Wkwkwkw
    Soosun kocak sling ggup gtu
    Wkwkwkw
    Lnjut

  15. pink_pig · May 17

    Akhirna baca jg ff ni πŸ˜€ wkwkwkwkwkwk lmyn bljr ngurus anak dlu pani’ah πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s