Royal Family Alphabet

photogrid_1485448386483.png

Genre : Gender-bender

(TaeNy) B-Baby

@TaeNy’s Home 02:00 KST

“Tae…..bangun.” Tiffany terbangun dari tidurnya dan sekarang dia sedang berusaha membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas. Tiffany terbangun bukan karna haus atau mimpi buruk, tapi ada yang hal lain yang tidak bisa diabaikan.

“Hnngghhh….aku ngantuk Fany.” Taeyeon membalikkan tubuhnya, matanya sangat berat untuk terbuka. Pekerjaan di kantor begitu menguras tenaga dan pikirannya hari ini, jadi dia ingin tidur dengan tenang tanpa ada gangguan, dia harus bekerja lagi besok.

“Tae….bangun please….” Tiffany masih berusaha untuk membuat suaminya bangun, dia sudah mulai menangis sekarang.

Setelah mendengar isakan tangis Tiffany, akhirnya Taeyeon terbangun.

“Omoo….kau kenapa Baby ? apa kau mimpi buruk ? apa kau sakit ? huh cepat bilang !” Taeyeon sangat panik, dia mengusap air mata Tiffany dan memeriksa tubuhnya.

“Aku ingin kimbab, Tae.” jawab Tiffany dengan santai, dia sudah tidak menangis lagi.

“Ne ?!” Taeyeon terkejut. Tiffany membangunkannya sampai menangis hanya ingin itu ? “Aigoo….ku kira kenapa. Besok saja aku belikan ya, sekarang aku ngantuk.” baru saja Taeyeon menarik selimutnya dan akan berbaring lagi, Tiffany langsung menjewer kupingnya.

“YAH ! INI ANAK KAMU YANG MINTA KIM TAEYEON ! CEPAT SANA BELI DI TOKO 24 JAM.” Taeyeon tertegun sejenak setelah Tiffany sudah selesai berteriak dan melepaskan tangannya. Kupingnya berdengung, sepertinya besok dia harus ke rumah sakit untuk memeriksa telinganya.

“Hiks…..kamu jahat Tae.” Tiffany mulai menangis lagi. Sejak Tiffany hamil, emosinya sering berubah. Sesaat dia bisa menangis, lalu marah-marah, lalu kesal, lalu senang. Bahkan Tiffany pernah menjauhi Taeyeon selama 1 minggu hanya karna Taeyeon tidak ingin mengganti parfumnya, padahal itu parfum yang diberikan oleh Tiffany sebagai hadiah ulang tahunnya. Akhirnya mau tidak mau Taeyeon terpaksa menggantinya. Tiffany juga pernah menampar Yuri hingga bekas tamparannya terlihat hanya karna Yuri berteriak ‘Hi guys’ ketika Yuri berkunjung ke rumah TaeNy.

“Ok Baby ok…..aku pergi sekarang ya. Kamu jangan kemana-mana ok ? Aku tidak akan lama.” Taeyeon mengecup bibir Tiffay lalu turun dari tempat tidurnya, dia mengambil jaket dari dalam lemari dan bergegas keluar rumah untuk membeli kimbab.

Taeyeon berlari secepat kilat menuju ke toko 24 jam. Untunglah lokasinya tidak jauh, jadi Taeyeon tidak terlalu khawatir karna meninggalkan Tiffany sendirian di rumah.

Setelah selesai membeli kimbab, Taeyeon langsung bergegas pulang. Dia tidak ingin membuat Tiffany lama menunggu, lagipula ini demi anak yang ada di dalam kandungan Tiffany yang akan lahir dalam 1 bulan lagi. Anak yang sangat diidam-idamkan oleh mereka berdua, seorang anak laki-laki.

“Fany….” panggil Taeyeon ketika masuk ke kamar. Taeyeon melihat Tiffany yang masih terjaga dan sedang membaca novel kesukaannya.

“ini kimbabnya, Fany.” Taeyeon menyerahkan kantung plastik berisi kimbab yang sudah dia beli sesuai keinginan Tiffany. Napasnya tersengal-sengal karna harus berlari.

“Gomawo Boo…..oh my….kamu sampai keringatan begini.” Tiffany mengusap keringat di dahi Taeyeon.

“Tidak apa-apa. Ini demi Taeyoung juga.” Taeyeon mengelus perut Tiffany yang sudah membesar. Mereka sudah tidak sabar untuk kelahiran putra pertama mereka yang akan diberi nama Kim Taeyoung. Perpaduan nama mereka berdua, Taeyeon dan Miyoung.

“Hiks…..gomawo Tae. Maaf jika aku merepotkanmu” Tiffany memeluk Taeyeon dengat erat, sedikit kesulitan karna terhalang perut Tiffany.

“Ssshhh……tidak….itu tidak merepotkan. Aku mengerti kok.” Taeyeon melepaskan pelukannya dan membuka bungkusan kimbab lalu menyuapi Tiffany perlahan-lahan.

Meskipun lelah, tapi itulah resiko yang harus ditanggung oleh Taeyeon selama Tiffany menjalani masa kehamilan hingga persalinan nanti. Permintaan Tiffany ketika ngidam seringkali aneh dan susah, tapi sebagai suami siaga dan calon Ayah yang baik, Taeyeon selalu berusaha melakukannya. Contohnya, Tiffany ingin makan kimchi yang harus dibuatkan oleh Umma Kim sedangkan Umma Kim berada di Jeonju. Terpaksa Taeyeon terbang ke Jeonju hanya untuk mengambil kimchi buatan Sang Umma, atau Tiffany yang ingin makan strawberry yang harus dipetik langsung dari kebunnya di Bussan, dan masih banyak keinginan Tiffany lainnya ketika ngidam.

“Baby…..nanti kamu kalau sudah lahir, jangan minta yang aneh-aneh lagi ya.” Taeyeon berbicara kepada putranya yang masih dalam kandungan. Mereka tidak tertidur lagi dan Taeyeon membaringkan kepalanya di pangkuan Tiffany yang bersandar.

“Hahahaha iya baby….kasian Appa.” Tiffany mengelus perutnya menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengelus kepala Taeyeon. Tiffany merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Taeyeon yang sangat pengertian dan perhatian. Taeyeon akan menjadi Ayah yang baik untuk Taeyoung.

“Hahahaha kamu marah sama Appa ya ?” Tiffany tersadar dari lamunannya ketika merasakan Baby Taeyoung yang menendang-nendang di dalam perutnya. Taeyeon juga ikut merasakan karna sedang menempelkan telinganya di perut Tiffany.

“Mungkin dia senang karna punya Appa sepertimu, Tae.”

1 month later…..

“Taeyeon…..sakit….” lirih Tiffany. Mereka sudah berada di Rumah Sakit Seoul sekarang, Tiffany akan segera melahirkan.

“Fany-ah…kau harus kuat.” Kata Taeyeon memberikan semangat kepada istrinya, mereka sudah masuk ke ruang bersalin.

“Ayo Nyonya Kim, dorong lebih kuat.” Perintah Sang Dokter.

“EUNGGHHHHH.” Tiffany mengeluarkan seluruh tenaganya. Dia menggenggam tangan tangan Taeyeon lebih erat lagi, keringat terus mengalir dari wajahnya.

“Terus Nyonya, aku sudah melihat kepalanya.”

“Ayo Fany….kau pasti bisa.” Taeyeon terus memberi semangat. Andai saja rasa sakitnya bisa dipindahkan atau dibagi dua, mungkin Tiffany tidak akan seperti ini. Tapi itulah resiko dan tanggung jawab seorang ibu yang rela bertaruh nyawa demi melahirkan buah hatinya.

Tiffany menarik napas panjangnya….kemudian…

“EEUUGGGGHHHHHHH.”

Suara tangisan menggema di ruang bersalin itu seiring dengan tubuh Tiffany yang melemah. Dia mengeluarkan seluruh tenaganya hari ini.

“Selamat Tuan dan Nyonya Kim. Putra pertama Anda lahir dengan selamat dan sehat.” Kata Dokter setelah menyerahkan sang bayi kepada suster untuk dibersihkan.

“Gomawo Fany.” Taeyeon mencium kening Tiffany dengan cukup lama, berusaha memberikan kekuatan yang baru dan juga rasa terimakasihnya karna sudah berjuang.

“Ini Putra Anda, Tuan dan Nyonya Kim.” Seorang suster membawa Taeyeoung dan meletakkannya di atas dada Tiffany, bayi tampan itu sudah bersih dan dibalut selimut.

“Siapa namanya ? Aku akan langsung mendatanya.” Kata suster itu sambil mengeluarkan pulpen dan buku catatan dari sakunya.

“Kim Taeyoung.” Jawab Taeyeon. Sang suster mengangguk lalu meninggalkan kedua orang tua baru itu bersama putra mereka.

“Annyeong baby ini Appa.” Taeyeon mengelus pelan pipi Taeyoung, matanya mulai berkaca-kaca. Buah cintanya bersama Tiffany.

Meskipun Taeyoung tertidur tapi sepertinya dia mendengar suara Appanya, karna sebuah senyuman manis terpancar diwajahnya.

“Aaaaa dia tersenyum Fany-ah.” Seperti mendapat permen, Taeyeon sangat bahagia dengan hal itu.

“Iya aku melihatnya. Tapi curang, dia sangat mirip denganmu Tae.” Tiffany memonyongkan bibirnya, sudah dia duga bahwa anak laki-lakinya nanti akan menjadi miniatur dari Ayahnya.

“Hehehe jangan iri. Nanti kita buat anak perempuan agar mirip denganmu.”

“Yaahhh !.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(YulSic) B-Bus Stop

Langit yang cerah di hari minggu pagi membuat semua orang tidak ragu untuk keluar rumah dan berjalan-jalan. Seorang gadis blonde terlihat sedang duduk manis di sebuah halte, dia sedang menunggu bus yang akan membawanya ke tempat tujuannya hari ini. Setelah lelah bekerja selama satu minggu ini akhirnya dia mendapatkan kesempatan untuk menikmati waktu senggangnya.

Gadis blonde itu hanya duduk sendirian di tempat pemberhentian bus tersebut, hanya beberapa orang saja yang berjalan didepannya hanya untuk lewat.

Tempat ini menjadi tempat yang dia suka sekaligus dia benci. Tempat dimana dia bertemu dengan seseorang spesialnya, dan tempat dimana dia harus berpisah dengan orang itu. Tapi dia tidak ada pilihan lain, hasil kerjanya harus dia hemat demi membayar sewa apartment salah satunya adalah harus menaikki bus yang tarifnya tidak mahal. Sesekali dia naik taksi, itupun dalam keadaan darurat.

“Ne…Soo, aku sedang menunggu bus sekarang, kau ini bawel sekali.” Gadis blonde itu menolehkan kepalanya ke samping kanan, seorang pria tinggi yang masih berbicara melalui ponselnya. Gadis blonde itu tampak terkejut dengan pria yang sekarang duduk disampingnya ini.

Merasa dirinya diperhatikan, pria yang sudah selesai menelpon itu juga menolehkan pandangannya. Ekspresi wajahnya juga tampak terkejut.

“Jessica…..” ucap pria itu dengan pelan.

Gadis blonde yang bernama Jessica itu tersadar dari rasa ketidak-percayaannya dan berdiri lalu berjalan menjauh. Dia lupa yang tujuan awalnya untuk shopping. Dia hanya ingin menjauh dari pria itu.

“Jessica tunggu !!” pria itu mengejarnya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa sejajar dengan Jessica karna gadis itu juga belum cukup jauh.

“Lepaskan aku Kwon Yuri !.” Jessica menghempaskan tangannya sekuat tenaga agar genggaman tangan pria yang bernama Kwon Yuri itu lepas darinya. Mengapa peristiwa 3 tahun lalu harus kembali terulang di tempat yang sama ?

“Jessica tolong dengarkan aku dulu.” Yuri memohon. Dia juga tidak menyangka akan bertemu lagi dengan mantan pacarnya di tempat yang sama, tepatnya mantan yang belum bisa dia lupakan.

“Kau sudah menjelaskannya 3 tahun lalu, Yul. Maaf aku harus pergi.” Jessica berbalik dan mulai melangkah menjauh. Rasa sakit itu kembali terasa, luka lamanya perlahan terbuka. Ketika Jessica sudah mulai move-on dan melupakan Yuri, pria bermarga Kwon itu harus muncul lagi dihadapannya.

Hujan mendadak turun dengan cukup deras tanpa terduga. Yuri berlari mengejar Jessica dan menariknya kembali ke Bus Stop untuk berteduh. Sungguh cuaca yang tak dapat diprediksi.

“YAH ! Apa yang kau lakukan ?!” Jessica berusaha menahan amarahnya. Beberapa orang yang juga berteduh menoleh ke arah mereka.

“Ahh maaf….maaf….” Yuri sedikit membungkuk dan meminta maaf kepada orang-orang didekatnya. Dia lalu berbalik ke arah Jessica.

“Jika kau ingin pergi maka aku tidak akan menahanmu, Sica. Tapi aku mohon biarkan aku jelaskan semuanya.” Kali ini Yuri benar-benar memohon. Orang-orang disekitarnya mulai sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan tidak mempedulikan 2 orang yang sedang berbicara serius tersebut.

Jessica hanya diam dan tidak menatap Yuri, dia hanya berharap bus akan segera datang agar Jessica bisa menjauh dari Yuri.

“Alasanku meninggalkanmu waktu itu adalah Ayahmu.” kata Yuri. Dan sontak membuat Jessica menolehkan pandangan padanya dengan tatapan terkejut.

“Aku tahu aku sangat bodoh karna tidak bisa melawan dan berjuang untuk kita. Tapi ucapan Ayahmu membuatku sadar bahwa aku ini tidak ada apa-apanya dibandingkan keluargamu. Aku hanya berasal dari keluarga yang sederhana dan Ayahmu tidak menginginkan hal itu. Alasanku pergi adalah untuk bekerja hingga aku sukses dan membuktikan pada Ayahmu bahwa aku akan kembali sebagai Kwon Yuri yang dia inginkan. Dan sekarang aku kembali, Sica. Aku sudah bertemu dengan Ayahmu dan dia setuju, tapi sepertinya kau sudah terlanjur membenciku, aku mengerti dengan hal itu. Tapi satu hal yang aku ingin kau tahu, selama aku bekerja, kau adalah satu-satunya yang menjadi inspirasi dan semangatku, bahkan ketika aku merasa lelah, hanya dengan melihat fotomu saja, itu sudah cukup untuk membuat semangatku kembali. Jujur aku masih mencintaimu Jessica Jung. Tapi….aku mengerti jika kau membenciku atau.-” ucapan Yuri terhenti ketika Jessica memberikan kecupan di bibirnya untuk membuat pria itu berhenti bicara.

“Kau terlalu banyak bicara.” Jessica sangat tersentuh dengan perjuangan Yuri selama ini. Ya….meskipun masih ada rasa amarah dalam hatinya karna Yuri yang tidak jujur sejak awal. Tapi dia senang karna kisah cintanya yang seperti hujan, awalnya tertutupi langit mendung dan petir yang menggelegar tapi berakhir dengan pelangi yang indah.

Yuri menunjukkan senyuman bahagianya. Apa itu artinya Jessica kembali padanya ? Yuri langsung berlutut dihadapan Jessica dan membuat gadis itu terkejut bukan main. Orang-orang yang ikut melihat kejadian itu juga menghentikan aktivitas mereka sejenak dan memperhatikan mereka.

“Terdengar konyol memang, karna kita kembali di tempat yang sama. Tempat ketika kita pertama kali bertemu, menjalani hari-hari bersama dan juga berpisah. Aku tidak membawa bunga atau cincin, aku hanya membawa ketulusan. Jessica Jung, maukah kau menjadi kekasihku ?” kata Yuri. Meskipun Jessica sudah memberikan kecupan manis, tapi tetap saja ada rasa khawatir dalam dirinya. Mungkin saja tadi Jessica khilaf dan tidak sengaja melakukannya atau…—

“YES.” Jessica memberikan jawaban dengan lantang. Dan membuat orang-orang disekitar mereka ikut bahagia dan memberikan tepuk tangan meriah.

“Gomawo.” Yuri berdiri dan langsung memeluk Jessica. Akhirnya mereka bisa bersama lagi setelah 3 tahun berpisah. Bus Stop akan menjadi salah satu tempat yang tidak bisa mereka lupakan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(SooSun) B-Bread

@Honey Bunny Cake & Bakery Cafe.

Seorang pria berpostur tubuh tinggi tampak sedang duduk sendirian sambil menikmati secangkir coklat panas dan sepotong roti isi daging cincang yang menjadi menu makan siangnya hari ini. Pria itu menatap seorang gadis yang sedang sibuk menata kue dan roti di etalase cafe tersebut. Tempat ini menjadi salah satu tempat favoritnya, bukan hanya karna kue da rotinya yang memang terkenal sangat enak, tetapi juga karna ada seseorang yang dia taksir disini sudah sejak 1 tahun yang lalu saat dia pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini. Tapi sayangnya pria itu belum ada keberanian untuk menyatakan perasaannya atau sekedar berkenalan.

“Pelayan !” panggil pria yang bernama lengkap Choi Sooyoung tersebut kepada pelayan yang berdiri di dekat counter. Pelayan pria yang dipanggil itupun langsung menghampiri Sooyoung.

“Ne Soo Hyung ? Apa kau sudah siap untuk bertemu langsung dengan Sunny Noona ?” tanya pelayan tersebut. Mereka sudah saling kenal karna pelayan itu adalah junior Sooyoung di SMA.

“Yaahhh Jonghyun-ah ! Kenapa kau bisa tahu ?” tanya Sooyoung dengan wajah terkejut. Padahal selama Jonghyun bekerja disini 2 bulan lalu, Sooyoung belum menceritakan apa-apa mengenai ketertarikannya kepada Boss-nya Jonghyun.

“Hahahaha Soo Hyung, selama ini aku sering memperhatikanmu. Dan selama kau berada disini, tak pernah sekalipun kau mengalihkan perhatian dari Bossku itu. Jadi wajar saja jika aku tahu semuanya.” Jelas Jonghyun. Dia lupa bahwa ini adalah jam kerja dan masih banyak pengunjung yang harus dia layani.

“Jonghyun-ah.” panggil sebuah suara. Jonghyun berbalik dan melihat Bossnya berjalan mendekat ke arahnya.

“Tolong bantu teman-temanmu yang lain. Customer ini aku saja yang handle.” kata Boss dari Cafe tersebut. Jonghyun membungkuk lalu melanjutkan pekerjaannya.

Napas Sooyoung tercekat. Dia tidak percaya bahwa akan secepat ini berhadapan dengan orang yang dia sukai. Sooyoung belum ada persiapan apapun, bagaimana jika rambutnya berantakan ? Atau ada serpihan roti di wajahnya ? Sooyoung mulai gemetaran.

“Tuan ? Anda baik-baik saja ?” tanya Sunny dengan ramah. Meskipun dia memiliki cukup banyak karyawan, tapi dia tidak bergantung kepada mereka dan selalu membantu melayani customer atau membantu menata roti yang sudah matang. Lagipula, kepuasan customer adalah hal yang selalu dia junjung tinggi.

“Ahh ne….aku baik-baik saja.” Wajah Sooyoung mulai memerah. Dia jadi salah tingkah sekarang.

“Apa Anda perlu bantuan Tuan ? Kami selalu siap membantu.” kata Sunny lagi.

Sooyoung terdiam sejenak. Haruskah dia terus berdiam diri saja ? sudah 1 tahun sejak Sooyoung mengenal Sunny, haruskah perasaannya terus dia pendam dalam dirinya ? Tapi bagaimana jika Sunny sudah memiliki kekasih ? Maka sudah tidak ada kesempatan untuk Sooyoung.

“Sooyoung-sshi ?” panggil Sunny. Dan sontak membuat pria bermarga Choi tersebut tersadar dari lamunannya. Darimana Sunny tahu namanya ? Apa mungkin Jonghyun yang memberitahunya ?

“Bagaimana kau tahu namaku ?” tanya Sooyoung dengan bingung.

“Apa kau ingat dengan Lee Sunkyu ?” Sunny balik bertanya. Sooyoung berpikir sejenak lalu menatap Sunny dengan wajah yang sangat terkejut, matanya terbelalak dan mulutnya terbuka lebar.

“Kau ?! Lee Sunkyu si gadis gemuk dan berkacamata besar itu ?!” Sooyoung tampak tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Ternyata gadis yang selama ini dia taksir adalah gadis yang dulu dia ejek saat di SMA. Sunny hanya tersenyum sambil sedikit mengangguk untuk menjawab pertanyaan Sooyoung.

Suasana menjadi sangat canggung setelah itu. Sooyoung menjadi sangat malu sekarang, dia bertemu kembali dengan gadis yang dulu dia ejek dan untuk membuatnya semakin malu adalah penampilan Sunny yang sangat jauh berbeda dengan yang dulu. Meskipun tingginya tidak banyak berubah, tapi Lee Sunkyu si gadis gemuk dan berkacamata tebal itu sudah berubah menjadi gadis cantik yang dewasa.

“Oh iya, aku dengar dari Jonghyun bahwa kau ingin bertemu denganku. Ada apa ?” dengan santainya Sunny menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Sooyoung. Sunny tahu bahwa dulu Sooyoung mengejeknya bukan karna rasa tidak suka, lagipula saat itu bukan hanya Sooyoung saja yang mengejekknya. Memang sudah menjadi hal yang umum bagi orang bertubuh gemuk untuk selalu jadi bahan ejakkan. Sejak masa SMA dulu, Sunny juga memiliki ketertarikan kepada sosok Sooyoung, kapten team sepakbola di sekolahnya dan juga termasuk anak yang pintar. Ya…meskipun Sooyoung selalu mengejeknya setiap hari.

‘Haihhhhh awas kau Kim Jonghyun !!’ pikir Sooyoung dalam hati.

Sooyoung menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya. Berusaha menenangkan pikiran dan mengumpulkan keberaniannya. Tetapi lidahnya terasa kelu, apa yang ingin dia ucapkan terasa sangat sulit untuk dikeluarkan. Ditambah lagi dengan senyuman Sunny yang manis semakin membuat Sooyoung gugup.

Sooyoung berusaha mencari ide. Dia terlalu malu untuk mengucapkan kata-kata itu secara langsung. Dia melihat ke elatase dan melihat jajaran roti dan kua yang dipajang.

“Ku mohon tunggulah disini.” Sooyoung dengat cepat beranjak dari tempat duduknya ketika dia sudah menemukan ide. Sunny hanya duduk diam ditempatnya sambil mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Sunny melihat ke seluruh sudut cafe milikknya, seperti yang dia impikan selama ini.

“Maaf membuatmu menunggu. Ini…” Sooyoung meletakkan sebuah piring kecil, diatas piring itu terdapat roti berbentuk hati dan terdapat huruf dan U diatasnya, lalu Sooyoung menuliskan kata ‘Will you be my girlfriend ?’ diatas piring tersebut yang posisinya tepat di bawah roti berbentuk hati tersebut.

Sunny sangat terkejut dengan pernyataan dari Sooyoung yang tiba-tiba. Sunny menatap Sooyoung dan melihat pria itu yang sangat gugup dengan posisi masih berdiri ditempatnya.

“Beginikah caramu menyatakan sesuatu ?” Sunny berdiri. Meskipun dia senang tapi dia ingin Sooyoung yang mengungkapkannya secara langsung, bukan melalui tulisan.

“Aku….itu….aku…..” Sooyoung merutuki dirinya sendiri. Apakah sangat sulit untuk mengucapkan kata I Love You ?

Sunny tidak membalas ucapan Sooyoung dan berjalan menuju ke counter, meninggalkan Sooyoung yang masih berdiri ditempatnya. Selama 1 tahun dia menunggu dan hasilnya sia-sia saja.

“Ini….” Sunny kembali dan meletakkan sebuah piring dengan roti yang sama dengan yang Sooyoung bawa. Tetapi ada satu kata yang menarik perhatian Sooyoung.

“YES ?” Sooyoung membaca tulisan yang berada di atas roti berbentuk hati tersebut.

“Caramu sangat klise dan tidak romantis Choi Sooyoung.” ucap Sunny. Tetapi sebuah senyuman terukir di bibirnya.

“Hahahaha maaf.” Sooyoung langsung memeluk Sunny dan dilanjutkan dengan tepuk tangan dari Jonghyun dan teman-temannya yang lain.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(YoonHyun) B-Book Shop

“Lho ? Yoong ? kau tidak bawa mobil ?” tanya Yuri ketika mereka telah selesai latihan basket dan berjalan menuju ke parkiran untuk pulang. Pertandingan antar Universitas di Korea Selatan akan dimulai 2 minggu lagi, jadi mereka harus latihan dengan keras hingga sore hari.

“Tidak Yul. Aku ingin jalan-jalan dulu sebentar, nanti aku akan minta Paman Lee untuk menjemput.” jawab Yoona.

“Oh baiklah. Aku duluan ya, kau hati-hati.” Yuri berpamitan dan masuk ke mobilnya lalu melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.

Yoona memulai aktivitas jalan-jalan sorenya, meskipun dia sangat lelah dengan latihan hari ini, tetapi ada suatu tempat yang ingin dia kunjungi hari ini dan dia tidak ingin membatalkan keinginannya itu.

Setelah 10 menit berjalan, akhirnya Yoona sampai di tempat tujuannya. Sebuah Toko Buku, tokonya memang tidak terlalu besar, tapi tempatnya sangat nyaman. Yoona adalah salah satu tipe orang yang suka membaca, dan buku yang dia baca adalah komik.

“Hello Bibi Seo.” sapa Yoona dengan ramah ketika masuk ke dalam toko buku tersebut. Yoona sering datang kemari dan sudah cukup kenal dengan pemilik toko buku ini. Tapi Yoona belum pernah bertemu dengan putri dari Bibi Seo yang katanya seumuran dengannya.

“Ibu~ aku sudah selesai mengantarkannya.” kata sebuah suara yang berasal dari pintu masuk. Yoona berbalik untuk melihat orang itu, untuk sesaat semuanya terasa bergerak lambat. Ketika Seohyun membungkuk dengan sopan, lalu ketika Seohyun mengibaskan rambutnya, mata Yoona tidak berkedip sama sekali. Apakah dia sudah menemukan orang yang tepat ?

“Baguslah kalau begitu Seohyun-ah. Oh iya cepat bereskan buku-buku yang akan disumbangkan ke panti asuhan besok pagi. Ibu akan menyiapkan makan malam. Yoona, ikutlah makan malam bersama kami.” kata Umma Seo.

“Ah tidak terimakasih. Aku harus pulang sekarang.” Yoona menolak dengan halus.

“Tidak usah sungkan. Ingat ! kau jangan pergi kemana-mana.” Umma Seo memberikan peringatan lalu pergi ke dapur dan tidak memberikan kesempatan bagi Yoona untuk menolak.

Seohyun meninggalkan Yoona sendirian dan mulai membereskan buku-buku yang akan disumbangkan. Toko buku milik keluarga Seo memang tidak terlalu besar dan terlihat sangat sederhana, tapi banyak sekali orang dermawan yang menyumbangkan buku lama mereka yang masih layak ke toko ini. Keluarga Seo juga rutin memilah-milah buku untuk disumbangkan.

Yoona yang merasa canggung, akhirnya memberanikan diri untuk berkenalan dengan Seohyun dan ikut membantunya. Yoona tersenyum kecil ketika melihat Seohyun yang kesulitan untuk mengambil buku di rak paling atas, Seohyun hanya berpijak di tangga aluminium, meskipun kakinya sudah berjintit tapi tidak cukup sampai untuk meraih buku-buku itu.

“Ekhem…..jika kau kesulitan, biar aku saja yang ambil.” Yoona menawarkan diri.

“Baiklah.” kata Seohyun lalu mulai turun perlahan-lahan. Tapi entah bagaimana, tubuh Seohyun tiba-tiba oleng, dia berusaha mengulurkan tangannya untuk meraih rak buku didepannya namun tidak sampai. Seohyun sudah tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya, dia sudah siap untuk jatuh ke lantai.

“aaahhhhh.” Seohyun menjerit. Tetapi dia tidak merasakan keras dan dinginnya lantai, dia hanya merasakan sepasang tangan yang melingkar di tubuhnya.

“Kau tidak apa-apa ?” Seohyun membuka matanya dan melihat wajah Yoona yang cukup dekat dengannya. Setelah tersadar, Seohyun melepaskan diri dari pelukan Yoona. Wajahnya mulai memerah, dia tidak berani berhadapan dengan Yoona.

“Terimakasih sudah menolongku.” kata Seohyun. Dia sangat malu sekarang.

“ah maaf jika aku lancang. Tapi tunggu dulu……sepertinya aku pernah melihatmu. Tapi hhmm dimana ya ?” Yoona mulai berpikir, mencoba mengingat terakhir kali dia melihat Seohyun.

“Dongguk University.” jawab Seohyun. Ya, mereka menimba ilmu di tempat yang sama. Sejak Yoona masuk team basket, Seohyun mulai memiliki ketertarikan kepada pria itu. Namun dia hanya bisa memendamnya, Yoona adalah pria yang populer di kampusnya sedangkan dia hanya mahasiswi biasa yang tidak terlalu suka bergaul. Dia hanya ingin fokus untuk belajar, terlebih dia bisa kuliah di Dongguk dikarenakan oleh beasiswa dan dia tidak ingin menyia-nyiakan hal itu. Tapi ada satu hal yang membuatnya heran adalah, belum pernah sekalipun dia mendengar kabar bahwa Yoona sudah punya kekasih ataupun bergonta-ganti pasangan seperti kebiasaan pria populer di kampus lainnya, tak dapat dipungkiri bahwa dia cukup senang dengan hal itu. Yoona dan Seohyun mengambil jurusan yang berbeda. Seohyun di jurusan Hukum sedangkan Yoona di jurusan Business Management.

Seohyun melanjutkan pekerjaanya, dia memilah-milah buku yang akan disumbangkan lalu dimasukkan ke dalam kotak. Yoona juga ikut membantu, tapi mereka hanya saling diam.

“Seohyun-ah, Yoona-ah~ makan malam sudah siap. Tinggalkan saja dulu jika belum selesai.” Umma Seo menghampiri Yoona dan Seohyun yang baru saja selesai.

“Kami sudah selesai Umma.” Seohyun berdiri dan berjalan menuju ke ruang makan yang tempatnya berada dibelakang toko buku yang terhubung langsung ke rumah mereka.

“Ayo Yoona. Saatnya makan malam.”

“Maaf aku jadi merepotkan Anda, Bibi Seo.” Yoona merasa tidak enak.

“Tidak. Kau sudah membantu Seohyun tadi. Tidak usah sungkan.”

Dengan malu-malu, Yoona ikut makan malam bersama keluarga Seo. Setelah berbincang-bincang dengan Appa Seo dan Umma Seo, Yoona mulai merasa nyaman tapi Seohyun hanya diam saja. Dia akan menjawab jika ditanya oleh Appa atau Umma Seo.

“Terimakasih atas makan malamnya Bibi Seo. Aku akan sering mampir kesini nanti.” kata Yoona ketika sudah sampai di ambang pintu toko buku. Waktu sudah menunjukkan pukul 20:00 KST dan toko buku harus segera tutup.

“Kau akan selalu diterima disini Yoona-ah.” kata Umma Seo “hati-hatilah di jalan.” lanjutnya, Umma Seo lalu masuk dan meninggalkan Yoona dan Seohyun berdua.

“Terimakasih atas bantuannya. Hati-hati dijalan.” Seohyun membungkuk dan berbalik untuk masuk.

“Ah tunggu sebentar.” kata Yoona. Seohyun berbalik dan menunggu hal apa yang akan diucapkan oleh Yoona.

“Bolehkah aku meminta nomor ponselmu ?” tanya Yoona.

“Ne ?!.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(HyoNic) B-Bicycle

Sabtu pagi di Han River…..

“Kim Hyoyeon tunggu !!!!” seorang gadis bertubuh gemuk berusaha dengan susah payah untuk mengejar seorang pria di depannya sudah sudah berlari cukup jauh. Napasnya tersengal-sengal, dia sudah tidak kuat lagi untuk berdiri.

“Yah Jung Nicole ! Payah sekali kau ini, kau harus berjuang untuk menurunkan berat badanmu itu.” seorang pria tampan dan bertubuh kurus yang bernama Hyoyeon itu berlari menghampiri sahabatnya.

“Aku sudah tidak kuat.” Nicole berusaha bicara dengan napas yang tidak stabil.

“Aish….sepertinya aku harus mencari cara lain.” gumam Hyoyeon. Jika diajak untuk berlari, Nicole selalu tidak kuat, padahal mereka baru berlari beberapa meter saja. Nicole sudah bertubuh gemuk sejak kecil, gadis itu sangat hobi makan dan sekarang berat badannya sudah mencapai angka 95 kilogram. Tapi setelah dia mengalami masalah kesehatan beberapa bulan lalu, Dokter menyarankan Nicole untuk mulai diet dan menurunkan berat badannya, jika tidak, maka kesehatannya bisa terancam. Dan sebagai sahabat yang baik sejak kecil, Hyoyeon akan membantu hingga Nicole kurus.

“Yasudah kita pulang saja.” Hyoyeon tidak tega melihat Nicole yang sudah kelelahan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan aktivitas mereka.

Keesokan harinya Nicole sangat terkejut ketika mendapat kiriman sebuah sepeda dengan warna favoritenya, Orange.

“Huh ? Ibu~ siapa yang mengirimkan sepeda ?” Nicole bertanya kepada Ibunya yang sedang menyiapkan sarapan. “Apa mungkin salah kirim ?” tanya Nicole lagi. Sebelum Ibunya menjawab, handphonenya berdering.

“Ne Hyo ? Apa ?! jadi kau yang mengirimkan sepeda itu ?…….haish aku kan bisa beli sendiri~……hhhmm yasudah terserah kau saja. Terimakasih atas sepedanya.” Nicole mematikan sambungan telfonya dengan Hyoyeon. Dia lalu kembali ke halaman rumahnya dan siap mencoba sepeda barunya.

Baru saja naik dan mengayuh beberapa kali, Nicole terjatuh. Dia baru sadar bahwa dia tidak bisa naik sepeda.

“Aiisshh bodoh sekali.” Dia merutuki dirinya sendiri.

“Woaahh aku kira ada gempa bumi, ternyata kau yang jatuh.” Hyoyeon datang menghampiri Nicole. Jarak rumahnya dan Nicole hanya terhalang oleh 2 rumah saja.

“Jangan meledekku. Cepat ajari aku naik sepeda.” Nicole berdiri dan membersihkan pakaiannya dari debu.

Dari pagi hingga sore, Hyoyeon dengan sabar mengajari Nicole naik sepeda hingga dia bisa. Sudah hampir 10 kali Nicole terjatuh, tapi dia tidak putus semangat dan terus mencobanya hingga dia bisa. Demi menjadi kurus.

“Hyoyeon jangan lepaskan aku.” kata Nicole, sejak tadi Hyoyeon setia mengekor dibelakangnya sambil memegangi jok yang ada dibagian belakang sepeda. Nicole sudah bisa menyeimbangkan kendalinya di stang. Tapi keseimbangan tubuhnya masih belum stabil.

“Ayo terus Nicole-ah. Kau pasti bisa~ ayo terus.” Hyoyeon terus menyemangati sahabatnya. Dia sudah melepaskan pegagannya sejak tadi dan membiarkan Nicole berkendara sendiri dengan sepedanya.

“Hyoyeon jangan dilepaskan dulu.” Nicole masih takut meskipun dia sudah mulai pandai dan sudah bisa menyeimbangkan tubuhnya. Nicole mengitari Hyoyeon tanpa dia sadar.

“Woahhh kau sudah hebat.” Hyoyeon bertepuk tangan. Nicole tersadar bahwa Hyoyeon sudah tidak memegang sepedanya lagi. Dia sudah bisa mengendarai sepedanya.

Hyoyeon dan Nicole kembali ke rumah. Hyoyeon mengantarkan Nicole ke rumahnya sebelum dia pulang.

“Terimakasih untuk hari ini Hyoraengi.” Nicole mengecup pipi Hyoyeon sekilas. Pipinya mulai bersemu merah, setelah itu dia masuk.

Keesokan harinya di SM High School.

Para murid sudah selesai dengan kegiatan belajar mereka, ada yang bersiap untuk pulang, ada yang makan siang dahulu di kantin, ada juga yang menajalani kegiatan lainnya.

Hyoyeon dan Nicole sedang berjalan menuju ke gerbang sekolah untuk pulang. Teman-temannya yang lain sudah berpisah dengan mereka sejak tadi untuk melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.

“Kim Hyoyeon.” Hyoyeon begitu terkejut ketika melihat Appa dan Ummanya berdiri dihadapannya. Hal yang sangat jarang terjadi, terlebih lagi dari raut wajah orang tuanya sepertinya ada hal yang sangat serius.

“Appa mendadak dipindah tugaskan ke Jepang. Appa sudah mengurus semuanya dan kita harus pergi sekarang.” kata Appanya.

“Kenapa mendadak begini Appa ? Apakah tidak bisa ditunda untuk beberapa hari kedepan ? Atau Appa saja yang berangkat duluan, aku dan Umma akan menyusul nanti.” Hyoyeon tampak kebingungan, dia belum sempat berpamitan kepada teman-temannya yang lain.

“Tidak bisa Hyoyeon-ah, kita harus ke bandara sekarang dan pergi ke Jepang. Kita akan kembali ke Seoul setelah kau lulus sekolah. Appa sudah bertemu dengan guru dan juga kepala sekolah untuk mengurus semua surat kepindahanmu.” Appa Kim berbicara dengan serius, jika mereka tidak segera pergi maka mereka akan ketinggalan pesawat.

“Tapi Appa….”

“Maaf Hyo, kali ini Appa tidak ingin mendengar bantahan.” Hyoyeon menghela napasnya. Semuanya serba mendadak dan buru-buru. Hyoyeon menatap Nicole dan melihat mata gadis itu mulai berkaca-kaca.

“Maaf aku harus pergi, tapi aku janji akan kembali lagi. Kau harus bisa berjuang untuk kurus, dan tolong jaga sepeda itu dengan baik.” kata Hyoyeon. Dia tidak memiliki banyak waktu. Appa Kim dan Umma Kim juga berpamitan kepada Nicole, setelah itu mereka pergi.

3 tahun kemudian….

Sesuai yang dijanjikan, keluarga Kim akhirnya kembali ke Seoul setelah 3 tahun tinggal di Jepang untuk urusan pekerjaan sang Ayah. Hyoyeon juga sudah lulus dari SMA dan akan segera daftar ke Universitas di Seoul. Selama tinggal di Jepang, rumah mereka yang berada di Koreea tidak dijual, tetapi dijadikan tempat tinggal oleh Paman dan Bibinya Hyoyeon.

Tidak banyak yang berubah setelah 3 tahun, suasanya masih tetap sama. Hyoyeon membawa barang bawaannya dan memasuki halaman rumahnya, dia ingin segera istirahat. Tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya, sepeda berwarna orange yang dia berikan kepada Nicole berada di halaman rumahnya.

“Apakah dia mengembalikan sepeda itu karna marah padaku ?” pikir Hyoyeon. Dia menyuruh pengawalnya untuk membawa barang bawaannya masuk dan langsung menuju ke rumah Nicole sambil membawa sepeda itu.

“Omo Hyoyeon-ah, kau sudah pulang.” sambut Umma Jung setelah membukakan pintu yang di ketuk oleh Hyoyeon.

“Ahh ne Umma. Hmm apakah Nicole ada di rumah ?” tanya Hyoyeon. Tak lama kemudian seorang gadis muncul di belakang Umma Jung.

“Siapa Umma ?” tanya gadis itu. Gadis yang cantik dengan tubuh yang proporsional dan rambut blondenya membuat Hyoyeon tak percaya dengan apa yang dia lihat.

“Hyoyeon ?!!” kata gadis itu dengan wajah kaget.

“Ne Nicole-ah, pangeranmu telah kembali.” kata Umma Jung dengan nada menggoda lalu masuk dan meninggalkan mereka berdua.

“hmm kau sangat berbeda sekali.” kata Hyoyeon. Sahabatnya yang bertubuh gemuk itu sudah berubah dengan drastis.

“Aahh ne. Ayo masuk. Apa kau baru pulang ? kau pasti lelah.” Nicole bergeser untuk memberi ruang pada Hyoyeon.

“Tidak usah. Aku hanya ingin mengembalikan sepedamu. Kenapa kau menyimpannya di rumahku ?” tanya Hyoyeon.

“Hmm aku sudah tidak membutuhkannya sekarang. Jadi aku kembalikan saja, selama kau tidak ada, sepeda itu sering dipakai oleh Uncle Kim.” Nicole mulai salah tingkah, entah kenapa percakapannya dengan Hyoyeon sekarang terasa canggung.

“Kau masih membutuhkannya.” Hyoyeon menarik Nicole menuju sepeda itu.

“Apa yang ingin kau lakukan ?” Nicole bertanya-tanya.

“Kau duduk saja dibelakang. Aku ingin jalan-jalan denganmu.” Hyoyeon naik di kursi kemudi dan meminta Nicole untuk duduk dibelakangnya. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Nicole menuruti permintaan Hyoyeon.

Mereka berjalan-jalan menggunakan sepeda mengitari taman yang berada di komplek perumahan mereka. Nicole sangat merindukan hal ini. Meskipun dulu tubuhnya gemuk, tetapi sahabatnya ini sangat baik padanya. Hyoyeon tidak perduli dengan pendapat orang lain, selama dia bisa membuat sabahabatnya senang, dia akan melakukannya.

Dengan berani, Nicole melingkarkan tangannya di pinggang Hyoyeon dan menempelkan wajahnya di punggung Hyoyeon. Dia sangat merindukan sahabatnya ini.

Mereka beristirahat sejenak sambil duduk diatas rerumputan.

“Nicole, ada hal yang ingin aku katakan.” raut wajah Hyoyeon berubah menjadi serius.

Nicole menduga-duga hal apa yang ingin dikatakan oleh Hyoyeon. Apa pria itu akan pergi lagi ?

“Selama 3 tahun aku jauh darimu, aku menyadari sesuatu. Ada rasa yang tidak bisa aku tahan dan ingin aku ungkapkan……..huft……..I Love You Jung Nicole. Maukah kau menjadi pacarku ?” Hyoyeon merasa lega karna telah menyatakan hal itu, tetapi ada rasa harap-harap cemas saat menunggu jawaban Nicole.

Dengan mantap, Nicole mengangguk .”YES.” jawab Nicole dengan mantap.

Hyoyeon sangat senang, dia mulai mendekatkan wajahnya dan ingin memberikan ciuman manis di bibir Nicole. Semakin dekat…..dan hanya tinggal beberapa inchi saja……

BBRRAAAAKKKK

Sepeda mereka terjatuh karna diterpa hembusan angin yang cukup kencang.

.

.

.

.

.

.

END

B Story akhirnya muncul~ ya ceritanya gini deh, ada yang panjang dan pendek xD

semoga kalian suka dengan ceritanya. FF yang lain entah kapan bisa dilanjut, maafkan author yang gak konsisten ini -_- THANKS READER :*

btw akun IG aku udah ganti jadi royalocksmith805 bukan the_royalist2122 lagi.

 

 

 

Advertisements

30 comments

  1. Herytastic · April 17

    Kasian tae mlm” di sruh cari mkanan, yg lainnya jga bgus thor

    • soshiroyalroom9 · April 17

      Hal yang harus dilakukan ketika istri ngidam hehehe makasih udah mampir ^_^

  2. Adex · April 18

    Taeyeon emang suami idaman dech. Yul sll bs melu2hkan ht sica. Soo emang kurang jago bersikap romantis ya, tp kl untk mkanan ttp romantis

  3. Bluemintice · April 18

    Seandainya manusia macam Taeyeon ada stocknya. Aku minta satu donk.
    Udah jadi Appa siaga jadi suami idaman pula
    Hadehh… Jadi pengen punya kaya gitu

  4. Zoey · April 18

    Lebih kasian yuri, cuma bilang hai guys kena gaplok tiffany wkwkwk

  5. julian77aulshi · April 18

    hahah sweet moment semua hahahha
    taeng suami idaman
    yul pasti punya pesona buat luluhin hati si princess
    soo selalu berhubungan dengan makanan hahha
    yoong?? memang anak pintar, jadi gk jauh” dari buku klo buat seohyun mah hahha
    hyo?? dia ttp romantis gmnpun keadaannya
    ehh tapi yang super appa kpan lanjut part 3????

  6. riestan · April 18

    ini mah phanynya beruntung bgt dapt suami kayak taetae.. pengertian bgt.. ngelakuin apapun yang di mau sma phany.. walaupun kyaknya nggak masuk akal yee.. harus ke jeonju sgala cmn buat ngambil kimchi.. hahahahaha seru thor ceritanya..^^

  7. nurhuda nur · April 18

    Royal family yg romantis .tp yg plg ngenes taeny deh . Sipany mau makan kimbab aj make nangis . Dan sitae wlaupun capek ttap aj bangun demi istri dan anak yg tercinta .wkwk . Suami idaman para wanita . Aiihh tehny lopelope . Btw salam kenal thor

    • soshiroyalroom9 · April 18

      Resiko yang harus dihadapi ketika istri ngidam hehehe. Salam kenal juga

  8. kwonavil · April 18

    Asik critanya,ahaha jadi terbawa suasana, apalagi pas part yulsic.

  9. 9@50N3 · April 18

    Phany kenapa saat hamil seperti itu jg?, sama dg mbakku, saya harus melakukan banyak hal.
    Salah sedikit saja langsung berceramah, seharian saja tdk selesai ceramahnya.
    Sykurlah taeyoung lahir dg selamat dan phany masih sehat.
    Yul kenapa hanya mnjadi kekasih?
    Kenapa tdk mnjadi istri?
    YulSic selalu!.
    soo jgn karena kau doyan makan masak iya menyatakan cinta seperti itu, romantis dikit ngapa segitu, kasian sunny kan?.
    Tapi anggap romantis sajalah, wkhaha,,,.
    Yg terpesona dr awal seo, nah ini malah yoong yg mau pdkate, haha,,, anugrah seo.
    Kebetulan aku merindukan couple yg satu ini, terimakasih thor,.
    Nichole selamat, kau mndapatkan seseorang yg tulus mncintaimu, bukan karena kecantik atau tubuh yg seksi haha,,,.
    Nichole yg gemuk diharuskan kurus, bisa kurus kok.
    Tapi aku yg ingin gemuk, makan sebanyak apapun gk gemuk”, padahal aku sgt ingin gemuk haha,,,.

    • soshiroyalroom9 · April 18

      Harus sabar sama yang lagi ngidam 😂 yulsic mah pelan-pelan aja dulu. Rejeki yang tidak terduga buat Seo hehe Soo gak jauh-jauh dari makanan. Nah kamu kebalikannya dari aku, makan dikit aja gampang gemuk wkwkwkw

  10. zh2904 · April 18

    This is so sweet dan kreatif 😆😆😆
    Menunggu alfabet selanjutnya “C”, kira-kira apa ya?

  11. kwonyy · April 18

    fany kenapa nampar yul gara” ngucapin hay guys doang?😒 aneh aja kelakuan ibu hamil ini
    kirain yul mo lansung lamar sica

    • soshiroyalroom9 · April 18

      Soalnya Yurinya berisik 😂 hm baru aja balikan masa langsung ngelamar

  12. kwonyulsic14 · April 19

    Anyeonghaseyo *bow
    Numpang baca ya kakkk 🙏

  13. yoongdeer · April 19

    keren kk, tpi yoonhyun msih kurng sweet kak

  14. vina · April 20

    Fany klo ngidam ada aja maunya, untunh tae cinta hahah, kek br taeny yg udh merrid ya

  15. sfy69 · April 26

    Taeny daebak.next terus yaaa

    • soshiroyalroom9 · April 26

      Okay thanks~

      • sfy69 · April 28

        ,ga sabar nunggu chap selanjutnya);

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s