Royal Family Alphabet.


[TaeNy] A-Apologise

Rintik-rintik hujan jatuh membasahi bumi, awan gelap menghiasi langit sore di kota Seoul, petir menggema dengan kerasnya. Seorang wanita terlihat sedang meringkuk diatas tempat tidurnya, suasana seperti ini sangat tidak dia sukai. Ditambah lagi dia sedang sendirian di rumah, membuatnya semakin takut.

Tok tok tok

“Fany baby, aku pulang.” Suara ketukan pintu membuatnya terkejut, tapi sesaat kemudian dia langsung turun dari kasurnya dan berlari untuk membuka pintu, dia sangat mengenali suara itu.

“Taetae~” wanita yang bernama Fany itu langsung memeluk wanita cute didepannya yang dia panggil Taetae.

“Hai sayang, kamu takut ya ? Maaf aku pulang telat.” Taetae atau bernama lengkap Kim Taeyeon membalas pelukan Fany dan mengelus kepalanya.

“Gapapa, yang penting kamu udah pulang.” Fany atau Tiffany melepaskan pelukannya dan menatap wanita berwajah cute itu.

“Oh iya, anak kita baik-baik aja kan ?” Tanya Taeyeon sambil mengelus perut Tiffany yang belum terlalu besar. Yup, mereka sudah menikah dan sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka yang masih berumur 4 bulan di dalam kandungan Tiffany.

“Dia baik-baik aja Tae. Hhmm tapi…aku lagi pengen Apple Pie nih, kamu…bisa buatin gak ?” Tiffany meminta dengan sedikit ragu, dia kasihan pada Taeyeon yang baru pulang kerja dan sekarang diminta untuk membuatkan kue.

“Siap Ibu Ratu~. Ayo~” Taeyeon membawa Tiffany menuju ke dapur, hujan diluar sana sudah mulai mereda dan petir sudah tidak terdengar lagi.

“Tae…kamu istirahat dulu aja lah, atau kita pesen aja ya ? Kamu baru pulang.”

“Apa aja bakal aku lakuin sayang, apalagi ini untuk anak kita.” Taeyeon mengecup bibir Tiffany. “Saat aku bilang ingin punya anak, aku udah cari tau semua resiko yang bakal aku hadepin dari mulai kamu hamil sampe kita membesarkan anak kita nanti, dan aku akan selalu berusaha untuk siap dengan hal itu.” Lanjut Taeyeon lagi.

“I love you Hubby~.” Fany balas mengecup bibir Taeyeon.

“Yaudah, aku bikin sekarang ya.” Taeyeon mulai mempersiapkan bahan-bahan yang ada, untung saja semuanya komplit jadi dia tidak perlu pergi keluar. Apple Pie memang salah satu makanan kesukaan Fany jadi bahan-bahan untuk itu sudah tersedia.

Dengan sabar dan teliti, Taeyeon membuat Apple Pie tersebut, meski tubuhnya lelah karna hari ini bengkel tempatnya bekerja sedang kebanjiran pelanggan, jadi banyak mobil yang harus dia perbaikki, tapi demi istri dan anaknya, dia tak pernah komplain.

“Taraaa~ Apple Pie sudah jadi.” Taeyeon membawa Apple Pienya yang sudah dia letakkan di piring dan menyuguhkannya pada Fany.

“Wooaahh.” Fany langsung menyantap Apple Pie itu dengan lahap.

“Daebak~~ enak sekali Tae.” Fany mengeluarkan eyesmile terbaiknya.

Taeyeon hanya tersenyum, lantas dia melamun. Gajinya sebagai montir tidak terlalu besar, dia memang sudah menabung untuk keperluan anaknya nanti, tapi apakah cukup ? Akan banyak biaya yang keluar nantinya, belum lagi sewa rumah yang setiap 6 bulan sekali mengalami kenaikkan, haruskah dia cari pekerjaan tambahan ? Tapi bagaimana dengan Fany ? Istrinya itu harus diawasi dan dijaga, jika dia mencari pekerjaan lain, siapa yang akan menjaga Fany ?

“Taetae, kamu mikirin apa ?” Fany mengelus pipi Taeyeon, dia khawatir jika Taeyeon banyak pikiran.

“Gaji aku belum naik, sedangkan sewa rumah juga bulan depan sudah naik, jika aku cari pekerjaan tambahan, gimana sama kamu ?” Taeyeon mengungkapkan ke khawatirannya, dia paling tidak bisa menyembunyikan masalahnya dari Fany. Istrinya itu selalu tau jika Taeyeon sedang banyak pikiran.

“Kamu gak perlu khawatir Tae, rejeki itu sudah ada yang ngatur. Kamu usaha aja yang giat, tidak kerja keras yang mengkhianati hasil. Okay ?” Fany menyemangati suaminya.

Tok Tok Tok

“Eh ? Siapa yang bertamu ya ?” Tanya Taeyeon, lalu dia bergegas menuju ke pintu depan untuk melihat siapa yang datang.

“Oh ?! Annyeonghaseyo Mr. Hwang.” Taeyeon membungkuk hormat pada pria yang ada dihadapannya saat ini, dia kaget sekaligus takut.

“Siapa Tae ?” Fany datang menghampiri Taeyeon, dia juga penasaran dengan tamu yang datang.

“Daddy ?!” Fany juga tak kalah terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.

“Bolehkah saya masuk ?” Tanya Mr. Hwang, ekspresi wajahnya datar, sulit diterka apa yang ada dalam pikirannya saat ini.

“Silahkan masuk Mr. Hwang.” Taeyeon dan Tiffany bergeser sedikit untuk memberi ruang pada Mr. Hwang.

“Duduklah Dad, aku ambilkan minum.” Fany kembali ke dapur untuk membawakan minum.

Mr. Hwang dan Taeyeon masih sama-sama diam, sesekali Taeyeon melihat mertuanya itu.

“Ini minumnya Dad.” Fany memberikan secangkir teh hangat.

“Iya.” Mr. Hwang melihat ke sekelilingnya, rumah yang kecil. Lalu dia menatap dua orang yang ada dihadapannya saat ini, tak lupa juga dia melihat perut Tiffany yang tidak rata.

Taeyeon dan Fany sangat gelisah, orang yang ada dihadapannya saat ini bukanlah orang biasa, dia bisa melakukan apa saja dengan mudah cukup dengan satu jentikan jari.

“Daddy kemari ingin minta maaf kepada kalian.” Kata Mr. Hwang, dan sontak membuat dua orang didepannya terbelalak kaget.

Flashback.

“Berapa kali lagi harus Daddy bilang, tinggalkan Kim Taeyeon sekarang juga !!.” Mr. Hwang membentak anak semata wayangnya, Tiffany.

“Daddy, aku mencintai Taeyeon. Aku tidak ingin meninggalkannya.” Balas Tiffany.

“Apa yang dia miliki hah ?! Rumah kontrakan kecil ? Kerja hanya sebagai montir ? Untuk makan saja dia susah apalagi menghidupi kamu !!!” Amarah Mr. Hwang telah sampai dipuncaknya. Keluarga Hwang adalah keluarga yang berada, apa jadinya jika Tiffany menikah dengan orang yang biasa-biasa saja, mau ditaruh dimana mukanya nanti.

“Selama ini Daddy hanya sibuk dengan pekerjaan saja, jadi untuk apa sekarang Daddy ikut campur dengan kehidupanku ?!”

PLAKKK!

Tamparan Mr. Hwang berhasil membungkam mulut Tiffany.

“Terserah apa kata Daddy, aku dan Taeyeon tetap akan menikah dan hidup bersama. Aku yakin Taeyeon bisa menjaga dan membahagiakanku.” Tiffany pergi dari rumah mewahnya, meninggalkan semua kehidupannya disana dan juga Ayahnya yang terdiam.

Flashback ends

“Kamu anak Daddy satu-satunya, Stephanie. Daddy baru sadar bahwa kebahagiaan itu tidak selalu dengan harta, alasan Daddy menjadi workaholic adalah Daddy tidak ingin selalu sedih karna teringat dengan mendiang Ibumu. Daddy sadar Daddy salah, selama ini Daddy hanya mengawasimu dari jauh, Daddy tidak berani untuk bertemu denganmu. Daddy sangat malu, hari ini Daddy baru berani menemuimu setelah Daddy tau kau sedang mengandung.” Mr. Hwang tak dapat menahan airmata penyesalannya yang dia pendam selama ini. Airmata Fany juga tak kalah derasnya, dia langsung memeluk Daddynya yang sudah lama tidak dia lihat, tak banyak yang berubah dari Daddynya, hanya rambutnya saja yang mulai memutih.

“Taeyeon.” Panggil Mr. Hwang setelah Fany melepaskan pelukannya.

“Ne Mr. Hwang ?” Balas Taeyeon dengan gugup.

“Panggil aku Daddy mulai sekarang, kau adalah anakku juga. Selama ini aku selalu mengawasimu dari jauh, kau sangat bekerja keras untuk menafkahi anakku dan juga calon cucuku nanti. Kemarilah, peluk Daddy.” Mr. Hwang merentangkan tangannya, Taeyeon tanpa ragu langsung memeluk Ayah mertuanya itu.

“Aku juga minta maaf untuk semua kesalahanku Dad.” Fany memeluk Daddynya dari samping.

“Daddy mengerti, Nak. Jadi Taeyeon…” Mr. Hwang menghentikan perkataannya sejenak. “Mulai besok kau akan bekerja di Hwang Corp. dan kalian akan pindah ke rumahku.”

“Ne ?!.” Taeyeon dan Fany berseru berbarengan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[YulSic] A-Anniversary

@ Pink Blossom Florist

“Annyeonghaseyo Ahjumma.” Seorang gadis berambut blonde menyapa Ahjumma pemilik toko bunga yang sedang merapikan tatanan bunga didepan toko itu dengan ramah.

“Oh Annyeonghaseyo Nona Jessica. Selamat datang, seperti biasa ?” Ahjumma itu balas menyapa Jessica.

“Ne Ahjumma.” Jawab Jessica.

“Masuklah dulu Nona, mataharinya cukup terik.” Kata Ahjumma itu, Jessica menuruti perkataan Ahjumma dan ikut masuk ke dalam toko.

“Tunggulah dulu sebentar, akan aku persiapkan bucket bunganya.” Ahjumma itu mulai mengambil beberapa macam bunga dan menyatukannya dalam sebuah bucket yang indah.

“Ini bucketnya Nona.”

“Gomawo Ahjumma. Ini uangnya.” Sica memberikan beberapa lembar uang won untuk membayar bucketnya.

“Tidak usah Nona, hari ini aku berikan gratis untukmu. Kebetulan hari ini adalah anniversary tokoku yang ke 8.”

“Oh gomawo Ahjumma, semoga tokomu semakin laris.” Sica membawa bucket bunga itu dan keluar dari toko tersebut.

@Seol Hospital.

VIP Room No. 125

“Hai seobang~ hari ini aku membawa bunga lagi untukmu. Oh ya, Happy 6th Anniversary.” Sica masuk ke dalam ruangan itu dan diletakkannya bucket bunga tadi diatas meja yang berada disamping tempat tidur. Di tempat tidur itu sedang terbaring lemah seorang gadis yang memiliki rambut berwarna hitam, kulit agak kecoklatan dan ada perban di kepalanya.

Flashback.

Jessica sedang sibuk mengetik laporan di laptopnya, keadaan perusahaan di bulan ini berkembang sangat pesat, banyak perusahaan lain yang mengajukan kerja sama dengan Jung Advertising. Mulai dari perusahaan kosmetik, pakaian, makanan dan lain sebagainya berlomba-lomba ingin memakai jasa Jung Advertising untuk mengiklankan produk dagang mereka.

Ddrrttt ddrrttt

Handphone yang dia letakkan disamping laptopnya bergetar. Dia menghentikan sejenak pekerjaannya dan mengangkat telfon itu, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi dia masih berada di kantor.

“Hello Sicababy~” kata si penelfon.

“Hello Kwon Yuri.~”

“Eh ?! Kok gak manggil Seobang ? Ini CEO Jessica Jung yang galak itu kan ?” 

“Yahh!!! Siapa bilang aku galak ? Kamunya aja yang suka mancing-mancing amarah aku.”

“Hehehehe bercanda sayang. Oh iya Happy 5th Anniversary ya, I Love You.” 

Sica menepok jidatnya, bagaimana dia bisa lupa dengan hari spesialnya dengan Yuri hari ini. Ya meskipun Yuri baru mengucapkannya jam 7 malam, tapi setidaknya Yuri tidak lupa.

“Iya, Happy 5th Anniversary juga Seobang. Kamu masih di Incheon ?”

“Iya, sebenernya sih kerjaan aku masih banyak tapi gapalah sekarang aku udah mau berangkat nih dari hotel untuk pulang ke Seoul mau ngerayain anniv sama kamu.”

“Gak usah Yul, besok aja kalo kerjaan kamu udah selesai atau kalo kamu udah bisa pulang baru kita rayain.” Sica merasa heran, biasanya Yuri akan selalu fokus pada pekerjaannya, baru dia akan melakukan hal lain jika pekerjaannya belum selesai.

“Gapapa Baby, siapa tau ini Anniv kita yang terakhir sebagai pasangan kekasih.”

“Yul, kok kamu ngomong gitu sih ? Jangan bikin aku takut.” Sica mensave laporannya dan mematikan laptopnya, dia mulai khawatir dengan apa yang Yuri bicarakan.

“Maksud aku, di anniversary tahun depan kita udah nikah, Sica. Aku akan lamar kamu secepatnya kalo semua project aku tahun ini udah selesai.”

Mata Sica mulai berkaca-kaca. “Tapi Yul, mending kamu gak usah pulang dulu deh, udah malem juga. Aku khawatir nih.” 

“Gapapa sayang, ini aku udah mulai jalan. Kamu tunggu aku ya, bye~ sampai ketemu di Seoul.” Yuri mematikan sambungan telfonnya.

Sica bergegas pulang, masih ada kekhawatiran dalam hatinya mengingat Yuri yang memaksa untuk tetap pulang. Perasaannya tidak enak.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Yuri belum juga sampai ataupun memberi kabar. Jarak Seoul-Incheon sangat dekat, hanya perlu waktu 2 sampai 3 jam untuk ditempuh. Sica tidak bisa tidur, dia masih menunggu kedatangan Yuri dan berharap Seobangnya itu mengetuk pintu rumahnya sekarang dalam keadaan baik-baik saja.

Ddrrtt ddrrtt

Handphonenya kembali bergetar, tanpa ragu dia langsung menslide tombol panah hijau dilayarnya ketika melihat nama Yuri tertera disana.

“Hello ? Seobang ?” Sica semakin gelisah ketika terdengar suara sirine disebrang sana.

“Selamat malam Nona Jessica. Kami dari kepolisian kota Incheon ingin memberitahukan bahwa Nona Kwon Yuri mengalami kecelakaan.”

Flashback ends.

Ya, mereka akhirnya bertemu di Seoul. Tapi keadaan Yuri sangat mengkhawatirkan, lukanya cukup parah.

“Kenapa sih kamu itu keras kepala banget ? Kan udah aku bilang gak usah pulang ke Seoul, jadi gini kan ?” Sica memarahi Seobangnya yang belum juga sadar, airmatanya sudah mengalir dengan deras.

“Kapan aku bangun hm ? Udah satu tahun kamu koma ?  Kamu udah janji untuk lamar aku, cepet bangun.” Sica terisak hebat, dia menggenggam tangan Yuri dengan erat.

“Sica…..” Jessica terkejut ketika mendengar suara seperti orang yang sedang kesakitan. Sica menatap Yuri, mata Yuri bergerak dan perlahan-lahan terbuka, bibirnya juga bergerak, berusaha mengeluarkan kata-kata. Ucapannya tidak terlalu jelas karna terhalang oleh masker oksigen.

“Yul ? Seobang ? Kamu bangun ?.” Sica masih berusaha membuat Yuri sadar, tangannya memencet tombol darurat untuk memanggil dokter.

Tak lama kemudian dokter masuk, Sica diminta keluar agar pemeriksaan lebih tenang. Sica menelfon keluarga Yuri dan semua sahabatnya untuk memberi tahu bahwa Yuri sudah sadar.

“Dokter Kang, bagaimana keadaannya ?” Sica langsung bertanya ketika dokter baru saja membuka pintu.

“Syukurlah Nona Kwon sudah sadar, tapi kami masih harus mengawasi perkembangannya karna luka yang dia alami cukup parah.” Jelas Dokter Kang.

“Apa aku sudah boleh melihatnya ?” Tanya Sica.

“Silahkan Nona, saya permisi dulu.” Dokter kembali ke ruangannya. Sica langsung masuk untuk melihat kondisi Yuri.

“Hai Sica…” ucap Yuri dengan lirih, masker oksigen dan alat pendeteksi detak jantung lainnya sudah dilepas, Yuri sudah bebas dari koma panjangnya.

Sica tidak membalas sapaan Yuri, dia mengelus pipi Yuri sambil berurai airmata.

Tak lama kemudian keluarga Yuri dan sahabat mereka yang lainnya datang menjenguk.

“Yuri-ah.” Mrs. Kwon langsung memeluk anak gadisnya itu, diikuti oleh Mr. Kwon yang tak dapat menahan airmatanya lagi. Kakak laki-laki Yuri, Kwon Hyuk Jun juga menitikan airmata.

“Syukurlah kau sudah sadar.” Kata Mr. Kwon. Para sahabat yulsic yang lain juga tersenyum bahagia dan menangis terharu, sahabat mereka yang konyol sudah kembali.

“Yah Yul !! Kapan kau akan melamar Sica ?! Kau tau ? Dia setiap hari kesini untuk merawatmu dengan sabar, awas jika kau sampai tidak menikahinya.” Hyuk Jun oppa memarahi Yuri, semua juga tahu Hyuk Jun tidak benar-benar memarahi Yuri.

Yuri hanya tersenyum, dia berusaha bangkit dari posisi tidurnya agar apa yang akan dia sampaikan lebih nyaman. Mr dan Mrs. Kwon membantu Yuri agar bisa duduk dengan nyaman.

“Sebenarnya aku agak berbohong waktu itu. Pekerjaanku di Incheon sudah selesai dan aku berniat melamar Sica di Anniversary kita, tapi Tuhan memiliki kehendak lain, mungkin saat itu bukan saat yang tepat. Tapi hari ini aku yakin, dihadapan kalian semua….Jessica Jung, will you marry me ?” Tanya Yuri. Cincin yang sudah dia siapkan waktu itu hilang entah kemana. “Cincinnya hilang, tapi aku janji akan menggantinya setelah aku sembuh.” Yuri menatap mata Sica, menunggu jawaban apa yang akan gadis America-Korea itu berikan.

“Yes, I will.” Jawab Sica dengan mantap, tanpa ada keraguan dan langsung memeluk Yuri. Para keluarga dan sahabat mereka memberikan tepukan meriah sambil menangis terharu.

Dan ini adalah Anniversary mereka yang paling spesial.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[YoonHyun] A-Airport

@ Incheon International Airport.

“Pengumuman kepada para penumpang pesawat Seoul Sky High dengan tujuan Paris, France. Kami mohon maaf karena penerbangan Anda harus tertunda dikarenakan pesawat mengalami masalah pada mesin. Sekali lagi, ditujukan kepada para penumpang pesawat Seoul Sky High dengan tujuan Paris, kami memohon maaf karna penerbangan Anda harus tertunda. Kami akan umumkan kembali waktu penerbangan Anda jika pesawat sudah dalam kondisi baik.”

Yoona menghela napas panjangnya, dia sudah tidak sabar untuk pergi ke Paris. Salah satu kota impiannya yang ingin dia kunjungi, dan hari ini dia sudah memiliki kesempatan untuk pergi, tetapi dia harus menunggu lagi untuk bisa pergi.

“Yoong, kau tunggulah dulu. Aku akan coba tanyakan kira-kira berapa lama waktu untuk kita menunggu. Jika cukup lama, aku akan beli makanan sekalian ke toilet.” Kata seorang pria bertubuh pendek dan memakai kacamata.

“Ne oppa, apa kau sudah beritahukan pihak Cosmopolitan jika kita akan terlambat datang ?” Tanya Yoona. Ya, dia adalah seorang model yang sangat terkenal di Korea Selatan. Dan hari ini, dia akan pergi ke Paris untuk pemotretan.

“Ya, aku sudah beritahukan pada mereka dan mereka juga bilang tidak apa-apa. Mereka juga masih mencari tempat yang bagus untuk dijadikan background foto.” Jawab manager oppa, dan langsung pergi ke bagian informasi.

Sekarang hanya Yoona yang duduk di kursi tunggu penumpang, beberapa kali dia membenarkan letak kacamata hitamnya, kacamata bermerk Blanc&Eclare itu hadiah ulang tahun dari kakak iparnya, Jessica Kwon.

“Permisi, apa tempat duduk ini kosong ?”

Yoona menoleh dan melihat seorang gadis bertubuh tinggi yang tak jauh darinya, berdiri sambil membawa satu koper dan satu tas branded berwarna hitam. Yoona terdiam sesaat, gadis ini sungguh cantik, pikirnya. Kulitnya yang putih mulus, rambut coklat panjangnya tergerai indah dan senyumannya….oh, sangat mudah untuk memikat hati.

“Ekhem…” gadis itu berdehem untuk menyadarkan Yoona dari lamunannya.

“Ah..ne..maaf.Tempat duduk ini kosong, silahkan saja.” Yoona bergeser sedikit untuk memberikan ruangan lebih luas.

“Terimakasih.” Gadis itu langsung duduk dan melihat ke sekitarnya. Yoona yang merasa canggung, akhirnya memutuskan untuk bertanya.

“Ehem…maaf, kalo boleh tau…apa kau akan melakukan penerbangan juga ?” Tanya Yoona, dia berusaha agar bicaranya tidak terbata-bata.

“Ya, aku menunggu penerbangan untuk ke London. Bagaimana denganmu ?.” Jawab gadis itu lalu bertanya balik.

“Aku akan ke Paris. Tapi sayang sekali penerbangannya harus tertunda.” Balas Yoona. Lalu dia berpikir, apakah gadis ini tidak mengenalinya ?

Yoona melirik sedikit ke arah gadis itu, dia mengeluarkan majalah fashion. Yoona agak gugup, di edisi majalah itu ada foto dirinya. Jika gadis itu sudah menyadarinya, akankah dia teriak ?

Yoona masih terpaku ditempatnya. Lalu dia menyadari gadis disebelahnya melihat kearahnya, lalu melihat lagi ke majalah, dan begitu terus dia mengulangi hingga beberapa kali.

“Kamu ?!” Gadis di sebelahnya menunjuk ke arah Yoona.

Yoona menempelkan telunjuk di bibirnya, mengisyaratkan gadis itu untuk tidak berisik.

“Sssttt….aku mohon jangan ribut.” Kata Yoona.

“Aaahh maaf….aku hanya kaget.” Wajah gadis itu mulai merona merah.

“Tidak apa-apa, namaku Yoona.” Yoona mengulurkan tangannya, ya meskipun gadis ini sepertinya sudah tahu dirinya, tapi tak ada salahnya juga untuk memperkenalkan diri dengan baik.

“Namaku Seohyun.” Seohyun membalas jabatan tangan Yoona.

“Ah…aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu, maaf jika sebelumnya aku tidak mengenalimu.”

“Tidak apa-apa.” Yoona tersenyum. “Kau ke London dalam rangka apa ?” Lanjutnya lagi. Dia ingin terus ngobrol dengan Seohyun.

“Aku akan melanjutkan S2 ku disana. Kau ke Paris untuk apa ?”

“Aku ada photoshoot disana, aku sangat senang sekali akhirnya bisa ke Paris, kota yang sangat ingin aku kunjungi.”

“Ya, Paris adalah kota yang indah. Aku juga sebenarnya ingin melanjutkan S2ku disana, tapi beasiswa yang aku dapat di London jadi aku tidak ada pilihan lain.”

“Kau jangan sedih begitu, pasti banyak orang yang ingin dapat beasiswa di London. Kau harus bersyukur bisa dapat kesempatan disana dan membanggakan orang tuamu.”

“Mereka tidak peduli padaku….” airmata Seohyun menetes. Yoona hanya diam, menunggu Seohyun melanjutkan perkataannya.

“Yang mereka pedulikan hanya pekerjaan mereka saja. Aku sudah tidak peduli dengan harta dan kemewahan, aku hanya ingin mereka menyisihkan waktu mereka untuk mengobrol denganku, menanyakan kabarku di sekolah dan hal lainnya. Tapi itu sangat sulit.” Seohyun baru menyadari sesuatu, dia baru saja menceritakan sesuatu yang cukup private kepada seseorang yang baru dia kenal.

Yoona menyadari keterkejutan di wajah Seohyun, dengan berani, dia mengelus punggung Seohyun untuk menenangkan gadis itu. “Tenang saja, aku tidak akan memberitahukanya pada siapapun.”

“Gomawo.” Seohyun mengusap airmatanya, sekarang dia mencoba lebih tegar. Dia akan menempuh pendidikan di luar negri, jauh dari keluarganya, jauh dari dukungan orang tuanya. Dia akan berjuang sendiri.

Yoona merogoh saku blazernya, dia mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk beruang.

“Ini untukmu….anggap saja ini dukungan penyemangat dariku.” Yoona meraih tangan Seohyun dan meletakkan kalung itu ditelapak tangannya.

“Tidak usah, Yoona. Terimakasih. Aku yakin itu sangat penting untukmu.” Seohyun balik memberikan kalung itu pada Yoona.

“Aku membeli kalung ini saat perjalanan ke Jeju, ini tokoh kesukaanku, rillakuma. Tidak apa-apa, ini untukmu saja.” Kali ini Yoona memakaikan kalung itu di leher Seohyun, tentu itu membuat Seohyun sulit menolak lagi.

“Itu bentuk dukungan dariku, kau harus berusaha kuat selama disana. Okay ?”

Seohyun tersenyum mantap dan mengangguk, dia senang bisa bertemu Yoona. Model yang selama ini dia kagumi, sekarang ada dihadapannya dan memberinya semangat.

“Pengumuman. Ditujukan kepada penumpang pesawat The England 628, harap segera memasuki departure section. Sekali lagi ditujukan kepada para penumpang pesawat The England 628, harap segera memasuki departure section karna pesawat akan terbang dalam 15 menit. Terimakasih.”

“Aku harus pergi sekarang. Terimakasih sudah menemaniku, selamat tinggal.” Seohyun berdiri dan mulai menarik kopernya.

“Tunggu !” Yoona ikut berdiri dan menahan langkah Seohyun.

Seohyun berbalik. “Ya ?”

“Aku tidak suka dengan kata selamat tinggal. Sampai jumpa lagi Seohyun.”

“Ya, sampai jumpa lagi Yoona.” Seohyun tersenyum lalu berbalik.

“Seohyun.” Panggil Yoona lagi. Dan Seohyun berbalik lagi.

“Ini kartu namaku, jika kau perlu bantuan, tak usah sungkan padaku.” Yoona menyodorkan kartu namanya.

Seohyun mengambil dengan senang hati. “Terimakasih.” Seohyun berbalik lagi dan mulai melangkah pergi, kali ini Yoona sudah tidak menahannya. Dia sangat berharap takdir akan mempertemukannya lagi dengan Seohyun, gadis itu berhasil mencuri hatinya dalam waktu yang sangat singkat.

“Yoong, tadi kau mengobrol dengan siapa ?” Manager Oppa sudah selesai dengan urusannya.

“Aahh hanya penumpang lain yang menunggu penerbangannya. Bagaimana ? Kapan pesawatnya berangkat ?”

“Entahlah, sepertinya akan lama. Apakah nama gadis tadi Seohyun ?” Yoona membelalakkan matanya, darimana managernya itu tau ?

“Dia itu anak pamanku, tadi aku sempat bertemu dengannya. Aku tidak tau dia akan berangkat hari ini.” Manager Oppa melihat handphonenya.

“Oppa.”

“Ne ?” Manager Oppa masih sibuk dengan handphonenya.

“Jika Seohyun sudah selesai dengan S2nya, bisakah kau menjodohkanku dengannya ?”

“Ne ?!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[SooSun] A-Athlete.

@ Chung Ang University.

Suara gemuruh dan sorak sorai terdengar dari Gor Basket di Chung Ang University. Hari ini adalah partai semi-final antara Chung Ang dan Dongguk University, mereka bertanding keras untuk memperebutkan tiket menuju final melawan Gangnam University.

“Henry Opppaaaaa….” para wanita berteriak histeris ketika sang kapten, Henry, mulai mendribble bola melewati beberapa lawan dan akhirnya mencetak 3 points yang membuat para penonton bersorak semakin kencang.

“Aaahhh Henry Opppaaaa…” seorang gadis bertubuh pendek dan rambut hitam sebahu berteriak dari kursi penonton bersama para penonton yang lainnya, terlihat juga seorang gadis disebelahnya yang malah terlihat kesal. Gadis yang memiliki tubuh tinggi itu langsung melangkah turun dan keluar dari Gor Basket.

“Lho ? Soo ? Bukannya kau nonton basket sama Sunny ?” Seorang gadis yang berpenampilan tomboy dan membawa bola basket bertanya pada gadis yang dipanggil ‘Soo’ itu.

“Aku bosan nonton basket. Bisakah kau mengajariku main basket ?”

“Aaahh aku paham sekarang. Kau ingin jago olahraga dan disebut athlete agar Sunny suka padamu kan ?”

“Ish…Amber, kau selalu saja tau.” Gadis tinggi itu menggerutu sebal. “Kau mau mengajariku atau tidak ?”

“Baiklah Choi Sooyoung….temanmu yang baik ini akan mengajarimu. Ayo ikut aku.” Amber mengajak Sooyoung menuju ke lapangan basket dibelakang kampus.

Ddrrttt dddrrttt

Hape Sooyoung bergetar. 1 pesan masuk.

From : Sunny Bunny

To : Choi Sooyoung

Yah tiang listrik !!! Kau dimana ? Pertandingannya sudah selesai, jemput aku sekarang !!.”

To : Sunny Bunny

From : Choi Sooyoung

Aku ada urusan mendadak, kau pulang saja sendiri.

Sooyoung mematikan handphonenya, dia masih kesal dengan Sunny yang sangat tergila-gila dengan kapten basket itu. Ya, Sooyoung menyukai Sunny. Itulah kenapa dia sangat kesal jika Sunny menunjukkan rasa suka pada orang lain dihadapannya.

“Okay Soo, kau sudah tau tentang basic basket kan ? Sekarang aku akan memberikan bola-nya padamu. Kau harus fokus dan lempar bolanya.” Jelas Amber ketika mereka sudah siap main. Sooyoung sudah bersiap menerima bola dari Amber.

Amber memberikan bola pada Sooyoung, gadis tinggi itu sudah fokus dan siap melempar, tapi sayangnya meleset. Sooyoung terus mencoba hingga puluhan kali hingga akhirnya dia bisa. Amber dan Sooyoung bermain hampir 2 jam.

“Eh Soo, bukankah itu Sunny ?” Tunjuk Amber ke arah depan ketika mereka duduk di pinggir lapangan untuk istirahat.

Sooyoung melihat ke arah yang ditunjuk Amber. Dan benar saja, disana ada Sunny yang sedang berjalan bersama Henry. Mereka tidak menyadari keberadaan Sooyoung dan Amber di lapangan. Mereka asyik mengobrol sambil berjalan menjauh.

“Ayo pulang, aku lelah.” Sooyoung berdiri dan membawa tas-nya.

Selama perjalanan menuju gerbang kampus, Amber dan Sooyoung hanya saling diam.

“Bagaimana keadaan Soojung ?” Tanya Sooyoung akhirnya buka suara setelah mereka sampai di halte bis sebrang kampus.

“Dia baik-baik saja, aku sudah berpacaran dengannya satu bulan yang lalu.” Jawab Amber.

“Ne ?! Yah ! Llama, kenapa kau tak bilang ?” Sooyoung memukul bahu Amber.

“Ish…untuk apa juga ? Yang ada nanti kau malah ngiri, jomblo~.” Amber menjulurkan lidahnya untuk meledek Sooyoung. Sedangkan Sooyoung memalingkan pandangannya ke depan.

“Kau tak akan pernah tau jika tidak mencoba Soo, menunggu hanya akan membuatmu lelah. Jika kau suka padanya, nyatakanlah. Untuk hasilnya nanti, kita tak akan pernah tau.”

“Tapi aku tak ingin kehilangan sahabatku, Am. Biarlah aku hanya jadi sahabatnya saja, itu sudah cukup.” Sooyoung menunjukkan wajah murung.

Tak lama kemudian bis datang dan mereka pulang.

Sesampainya di rumah, Sooyoung langsung masuk kamar. Hal yang tak biasa, mengingat dia adalah shikshin, biasanya dia akan melengos ke dapur, tapi hari ini pemandangannya lain.

Sooyoung iseng-iseng buka Instagram sambil tiduran di kasurnya, bahkan perut keroncongannya tak ia hiraukan. Ia ingin mengecek, apakah Sunny update Instagram atau tidak. Sayangnya tidak ada update-an dari gadis mungil itu. Sooyoung mulai merasakan pegal-pegal ditubuhnya, terutama bagian tangan.

“Aisshh perjuangan itu memang sulit.” Sooyoung memutuskan untuk tidur, untunglah besok hari sabtu dan tidak ada mata kuliah jadi dia ingin istirahat.

Hari yang ditunggu oleh Chung Ang University dan Gangnam University telah tiba. Para pemain basket sudah bersiap disamping lapangan dan sedang menerima arahan dari pelatih. Para penonton sudah bersorak memberikan dukungan untuk tim tuan rumah, terlihat juga pendukung dari tim tamu tidak mau kalah memberikan supportnya.

Sunny berkali-kali melihat jam ditangannya, Sooyoung bilang akan datang menyusul, tapi gadis tinggu itu belum terlihat batang hidungnya. Sunny menghela napas panjang, akhir-akhir ini dia merasa bahwa sahabatnya itu menjauh. Sekarangpun handphonenya tidak aktiv, kemana sih gadis itu ?

PPPRRRRIIIITTTT

Wasit sudah meniup peluit panjang tanda di mulainya pertandingan, Sunny sudah tidak peduli lagi dengan Sooyoung. Dia memfokuskan perhatiannya pada Henry.

Sementara itu……..

“Soo, aku sudah lelah.” Amber membungkuk memegangi lututnya, sudah 3 jam dia bermain dengan Sooyoung tapi gadis tinggi itu tidak kenal lelah, Amber berkali-kali kewalahan melawan Sooyoung. Gadis bermarga Choi itu sudah mahir bermain sekarang.

“Ck…masa segitu saja sudah lelah.” Kata Sooyoung, wajahnya sudah penuh keringat, napasnya juga tersengal-sengal tapi dia ingin terus bermain. Ada emosi yang menggebu dalam dirinya.

“Kau tumben sekali Soo…ada apa ?” Tanya Amber menghampiri Sooyoung. Dia mengerti dengan sahabatnya itu.

“Kemarin aku melihat Sunny dan Henry….mereka berciuman. Aku sangat kesal, Am ! Aku ingin bisa main basket agar aku bisa menyaingi Henry. Aku sudah tidak tahan Am ! Kenapa aku harus menyukainya melebihi sahabat ?! Ini sangat sakit.” Sooyoung menepuk dadanya, hatinya sangat sakit. Selama ini Sunny sangat dekat dengannya. Tapi Henry datang dan merebut perhatiannya.

“Sooyoung…” panggil seseorang. Sooyoung berbalik dan melihat Sunny disana. Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut. Amber yang merasa harus memberi ruang pada dua orang itu, melangkah pergi dari lapangan basket.

“Sunny…aku bisa jelaskan.” Sooyoung sangat takut. Takut Sunny marah dan membencinya. Dia tidak ingin kehilangan sahabatnya dari kecil.

Sunny menghampiri Sooyoung. Dia harus mendongakkan kepalanya karna Sooyoung lebih tinggi.

“Aku dan Henry Oppa putus, dia mendekatiku hanya sebagai taruhan.” Kata Sunny, tapi ekspresi wajahnya biasa saja. Dia sudah menyadari sesuatu.

Mendengar hal itu, emosi Sooyoung kembali memuncak, dia ingin mencari Henry dan memukul pria itu hingga babak belur.

“Stop Soo.” Sunny menahan Sooyoung. “Kamu ngapain sih main basket segala ? Sejak kapan kamu suka keringetan gini ?” Sunny mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan mengelap keringat Sooyoung.

“Sejak kamu suka sama Henry.” Jawab Sooyoung singkat, dia agak cuek. Bisa saja Sunny perhatian padanya karna dia baru putus dari Henry dan menjadikannya sebagai pelampiasan saja. Melihat Sooyoung yang menunjukkan sikap cuek, akhirnya Sunny bicara.

“Aku minta maaf. Aku baru menyadarinya sekarang, selama aku dengan Henry Oppa, aku selalu mengingatmu. Apa kau sudah makan ? Bahkan ketika di bioskop pun aku ingat kamu yang selalu ribut dan gak mau ngalah. Padahal kamu milih film yang udah kamu tonton.”

Sooyoung tersenyum mengingat hal itu. Jika jalan dengan Sunny, mereka selalu terlihat seperti anjing dan kucing yang selalu ribut. Tapi disitulah letak kebahagiaan yang tak bisa mereka dapatkan dari orang lain.

“Kamu gak usah jadi athlete basket. Agak aneh liat kamu keringetan gini.”

“Terus aku jadi athlete apa dong ?”

“Kamu jadi athlete panah aja…..memanah hatiku dengan cintamu maksudnya.” Sunny berjinjit dan mencium bibir Sooyoung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[HyoNic] A-Adventure.

Seorang gadis berambut blonde keluar dari rumah mewahnya. Stylenya sangat keren. Kacamata hitam yang sudah tentu mahal, sepatu nike hitam, celana pendek loreng, kaos hitam bertuliskan “My Trip My Adventure” dan ransel besar dipunggungnya. Dia bersiap berpetualang bersama mobil jeep putihnya yang dibeli oleh Ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya.

Dia menyusuri jalanan kota Seoul menuju ke Incheon, gadis itu sangat suka berkunjung ke tempat yang bernuansa alam, atau hutan-hutan yang asri. Dia selalu menemukan ketenangan disana, jauh dari hiruk pikuk kota yang berisik.

Tak terasa hari sudah sore, gadis blonde yang bernama Hyoyeon itu memarkirkan mobilnya di depan sebuah toko makanan. Dia ingin istirahat sejenak setelah menyetir berjam-jam.

Hyoyeon turun dari Jeepnya dan berjalan memasuki toko tersebut. Dia mulai memilih makanan dan minuman untuk persediaan selama dia camping 4 hari.

“Semuanya jadi 12.000 won Nona.” Kata kasir toko tersebut setelah menghitung total belanjaan Hyoyeon.

“Ini uangnya.” Hyoyeon memberikan uang dan mengambil kantung belanjaannya lalu keluar.

“Aishhh kenapa tidak mau menyala ?” Seorang gadis berambut coklat sepunggung terlihat menendang ban mobilnya dengan wajah kesal.

Karna Hyoyeon lebih dekat dengannya, apa salahnya dia berbuat baik dan menolong orang itu.

“Permisi Nona, ada yang bisa saya bantu ?” Hyoyeon bertanya dengan sopan, gadis itu berbalik dan Hyoyeon tertegun sejenak. Cantik. Pikirnya.

“Mobilku tak mau menyala. Aku tidak tau kenapa.” Kata gadis itu.

“Coba ku periksa.” Hyoyeon membuka kap mesin mobil Hyundai Atoz hitam tersebut dan memeriksa beberapa kabel dan lainnya.

“Sepertinya mobilmu harus dibawa ke bengkel.” Hyoyeon menutup kembali kap mesinnya dan melihat kesana-kemari untuk melihat apakah ada bengkel disekitar mereka.

“Tadi aku sempat melihat bengkel, tapi sudah sangat jauh dari sini. Huft…bagaimana ini ?” Gadis berambut coklat itu mulai putus asa.

Hyoyeon yang mulai bingung, akhirnya menelfon seseorang.

“Pak Lee, aku perlu bantuanmu. Tolong datanglah ke Cheonghak-Dong, dan bawa mobil Hyundai Atoz ke bengkel. Mobilnya ada di depan toko seven eleven.” Hyoyeon mengakhiri percakapannya.

“Aahh tidak usah, terimakasih. Aku bisa menelfon kakakku dan mengantarkanku pulang.” Gadis itu menolak, dia juga agak takut dengan orang dihadapannya ini.

“Tidak apa-apa, dari penampilanmu, sepertinya kau akan camping, jadi sayang sekali kau sudah sampai sejauh ini tapi niatmu harus dibatalkan.” Kata Hyoyeon.

Gadis itu terdiam sejenak, sudah lama sekali dia tidak camping, tapi sekarang ketika ada kesempatan, dia harus mengalami musibah.

“Namaku Kim Hyoyeon. Nanti setelah pengawalku datang, kau ikut ke mobilku dan kita ke Incheon bersama.”

“Mwo ?! Kim Hyoyeon ?!” Gadis itu berseru kaget. “Kau anak dari konglomerat pemilik Kim Corp. itu kan ?” Hyoyeon mengangguk.

“Hhmm ku harap kau bersikap biasa saja padaku. Siapa namamu ?”

“Namaku Nicole, Jung Nicole.” Nicole masih tidak percaya dia tak mengenali gadis dihadapannya ini. Selama ini dia selalu berandai-andai bisa bertemu dengan Kim Hyoyeon. Sekarang penampilannya sungguh berbeda, tak heran jika Nicole tak mengenalinya.

“Sepertinya pengawalku akan lama. Kita tunggu saja disini.” Hyoyeon menyandarkan tubuhnya di mobil jeep kesayangannya. Melihat hal itu, Nicole harus menahan diri untuk tidak pingsan. Idolanya itu terlihat sangat cool.

30 menit kemudian, Pak Lee dan 3 orang pengawal lainnya datang.

“Selamat siang Nona Kim.” Pak Lee membungkuk hormat ke Hyoyeon setelah dia turun dari mobil.

“Mobil ini yang harus dibawa ke bengkel. Urus saja semuanya dengan baik.”

“Baik Nona.” Pak Lee menghampiri Nicole dan meminta kunci mobilnya.

“Nah Nicole,  mari kita lanjutkan perjalanan.” Hyoyeon naik ke mobilnya diikuti oleh Nicole.

“Siap ?” Tanya Hyoyeon sambil memakai kacamata hitamnya. Napas Nicole tercekat untuk beberapa saat, dia sangat terpesona.

“N…ne.”

Hyoyeon menyetir mobilnya dengan agak cepat, dia ingin segera sampai di tempat tujuannya. Dia sudah sangat tidak sabar. Sementara itu Nicole sibuk menikmati pemandangan di samping kanannya yang sangat indah, jika melihat pemandangan alam yang indah seperti ini, dia merasa semua masalahnya hilang.

Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan mereka. Song-do International Camping Park, Incheon. Hyoyeon memarkirkan mobilnya dan menekan sebuah tombol untuk menutup atap mobilnya.

Nicole sudah turun dan langsung mencari spot yang nyaman untuk membangun tenda, suasananya cukup ramai jadi harus cepat-cepat mendapatkan tempat.

“Hyoyeon-sshi~~ kemari~” panggil Nicole. Dia sudah mendapatkan tempat yang nyaman dan cukup untuk dua tenda. Hyoyeon yang kebingungan mencari tempat, langsung menghampiri Nicole.

“Yah~ kenapa kau meninggalkanku huh ?” Tanya Hyoyeon lalu mulai mengeluarkan perlengkapan berkemahnya.

“Kalo aku tidak duluan, kita tidak akan dapat tempat yang nyaman.” Nicole juga mengelurkan perlengkapan tendanya.

Nicole dan Hyoyeon sangat sibuk membangun tenda untuk menjadi tempat mereka berteduh selama 2 hari mereka camping disana.

“Huaahhh akhirnya selesai.” Hyoyeon dan Nicole berseru berbarengan. Lalu mereka saling tatap dan tertawa.

“Kau hebat juga.” Puji Hyoyeon.

“Gomawo~ kau juga hebat.” Nicole mengeluarkan eye smile andalannya dan itu langsung membuat Hyoyeon jadi salah tingkah.

“Ehem….aku…ingin istirahat didalam. Dah.” Hyoyeon langsung masuk ke dalam tenda sambil membawa barang-barangnya dan meninggalkan Nicole yang kebingungan.

“Eh ? Kenapa dia ?” Gumam Nicole. Dia kemudian memasukkan barang-barangnya ke dalam tenda. Setelah itu Nicole keluar dan mulai berjalan-jalan disekitar tempat perkemahan. Dia menyapa orang-orang yang sedang bersantai didepan tenda mereka atau yang sedang menyiapkan makan siang. Sudah lama sekali dia tidak kesini, pikirannya sungguh tenang. Jauh dari bisingnya kota Seoul. Setelah lelah berjalan-jalan, Nicole kembali ke tendanya, perutnya sudah lapar.

“Hai, sini makanlah.” Kata Hyoyeon sesampainya Nicole di lokasi tenda mereka.

“Tidak usah, terimakasih. Aku bawa bekal.” Nicole sedikit malu, dia sudah sangat merepotkan Hyoyeon yang harus menyuruh pengawalnya membawa mobil Nicole ke bengkel ditambah Nicole yang tetap camping dan menumpang mobil Hyoyeon.

“Tak usah sungkan, makanlah sini.” Hyoyeon menepuk tempat kosong diatas karpet disampingnya. Dia memang sengaja memasak untuk Nicole juga. Tidak sulit sih, dia hanya memasak tteokbokki dan mandu goreng, makanan lainnya adalah kimbap yang dia beli tadi.

“Hhuuaaahhh aku kenyang sekali.” Seru Nicole saat mereka sudah menghabiskan makan siang mereka.

“Oh ya, kau sering berpetualang kemana saja ?” Tanya Nicole, mereka masih bersantai setelah makan.

“Banyak sih, aku sudah pernah ke Indonesia, Brazil dan Itali. Kekayaan alam disana sangat luar biasa.” Jawab Hyoyeon. Nicole hanya mengangguk, tidak heran sih, Hyoyeon orang kaya.

“Tapi ada satu tempat yang ingin menjadi tempat petualanganku yang selanjutnya. Entah aku diijinkan atau tidak berkunjung kesana.” Lanjut Hyoyeon lagi.

“Memangnya kau mau kemana ?” Tanya Nicole lalu meminum air mineralnya.

“Aku ingin berpetualang ke…….” Hyoyeon menggantung perkataannya dan melihat Nicole yang masih minum.

“……..hatimu.”

“Ohok ohok ohok….” Nicole sukses tersedak.

-END-

Hai reader~~~~~~ balik lagi dengan….eemm cerita selingan aja sih ya. Ini gak ada lanjutannya yaa, karna tiap abjad, ceritanya akan berbeda-beda.

Advertisements

28 comments

  1. dev · February 5

    yang terakhir sweet banget
    taeny yulsic yoonhyun soosun hyonic super keren

  2. IsmhaaKiim · February 5

    Hayy thor slam knal yah raeder baru ini😆,, izin baca yah thor😊

  3. pink_pig · February 5

    Wkwkwkwk soosun ma hyonic gombalannya mantep wkwkwk 😀

  4. Lian Hwang · February 5

    Wkwkwk, hyo bisa aja

  5. grc_grace · February 5

    Aww yg bagian hyonic sweet bgt, hahahahahahaha 😂😂😂

  6. zh2904 · February 5

    ini mau dilanjut smp Z??? hehe
    keren banget nih, 5 pasangan dengan cerita yg berbeda-beda, dimulai dg huruf A

  7. kimyoobin · February 5

    Wahh keren bwgd^^ dgn couplenya masing masing loh😆😆😆 suka gw mlhan gw nunggu anaknya taeny kpn lahir thor😆

  8. nurhuda nur · February 5

    sy suka dgn cerita royal family apalagi masing’ part berbeda dari taeny ke hyonic . thor wlaupun saya msh readers baru disini sy selalu menghargai apa yg kamu tulis hanya sj penulisanmu kurang baku . jika bhasanya baku sy semakin suka apalagi tentang kehidupan royal family . terimah ksih untuk ffnya semoga diterima dgn baik kta’ku

    • soshiroyalroom9 · February 5

      Terimakasih sudah mampir dan menghargai karya saya. Saya juga belum mahir jadi author kok. Aku sebenernya agak kagok kalo semuanya baku hehehe…

  9. Adex · February 5

    Sica jd cewek setia ya, beruntung bgt Yuri. Taeyeon emang suami idaman. Pantes aja Fany rela pergi dr rmhnya, Taetae menjadikannya Ratu sich.

  10. ByunYul_2122 · February 5

    Sweet semuanya, paling suka sama yulsic & hyonic 😁😁😁😁
    Btw hyo jadi pinter ngrayu gitu ya?? Tumben 😂😂😂😂😂

  11. 9@50N3 · February 6

    Kisah mereka manis,,.
    Thor maaf sebelumnya, brsedia tidak bhasanya di ganti sedikit saja, hehe,,. #ini permintaan konyol ya? Wkwk,,.
    Maaf ye.

  12. vina · February 6

    Taeny n smuanya sweet banget, saking kangennya sm mrk hahaha

  13. hwangstephi · February 24

    Sweet amat dahh ahh taeny .. Berkaca² ini mata baca nya 😂😂
    Semua nya juga keren, daebak thor^^

  14. Emi · March 3

    so sweet bgt sih thor~~~~

  15. alvinatisya99 · March 16

    Taeny.. 😍😍

  16. emyeonhye · April 18

    Waaah manis banget ya taeny jadi makin cinta deh hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s