Super Appa (Royal Family) [1]

yulsic

@Kwon Family House, 06:30 kst

Jessica sedang sibuk di dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarganya, dia ingin membuat pancake saus madu. Makanan yang menjadi favoritenya dan suaminya, Kwon Yuri.

“Ahh ternyata syutingnya sudah mulai.” Ucap Jessica sambil mengambil kotak susu dari dalam kulkas.

“Yuri masih tidur, kemarin dia pulang syuting sampai jam 11 malam. Tapi dia harus segera bangun sekarang.” Jessica mulai menaruh pancakenya di piring, tak lupa dia tuangkan madu sebagai pelengkap. Setelah selesai, dia mulai menatanya di meja makan.

Interview

PD-nim : Silahkan perkenalkan dirimu.

Annyeonghaseyo~ aku adalah Ibu dari 2 anak. Anakku yang pertama bernama Kwon Daehyun, umurnya 4 tahun dan anakku yang kedua bernama Kwon Soojung dan umurnya baru 2 tahun. Suamiku, Kwon Yuri adalah seorang aktor dan perkenalkan namaku Jessica Jung. Senang bertemu dengan kalian.” Jessica membungkuk hormat kepada para kru yang sedang merekamnya. Dia duduk sebuah sofa di ruang tamu rumahnya, dibelakangnya sudah dipasang layar berwarna hitam.

-Interview ends-

Seobang-ah…bangun. Hey, kau harus syuting mulai hari ini.” Jessica mengguncangkan tubuh suaminya itu dengan sedikit keras. Sebenarnya Jessica merasa kasihan, tapi mau bagaimana lagi. Mereka sudah setuju dan mulai syuting hari ini.

Dengan lesu, Yuri mulai bangun dari tidurnya lalu berjalan masuk ke kamar mandi dan cuci muka. Jessica sudah kembali ke ruang makan.

“Ummaaaaaa~” Daehyun berlari menghampiri Ummanya dan masih memakai piyama tidurnya yang bergambar Iron Man.

“Morning baby.” setelah selesai dengan pekerjaannya, Jessica balas menyapa putra tampannya itu dan mengecup keningnya.

Yuri keluar dari kamar sambil membawa Soojung, putri bungsunya itu semalam memang ingin tidur dengan Appa dan Ummanya.

“Umma, Oppa. Morning~” sapa Soojung dengan lucu ditambah dengan senyuman manisnya di pagi hari ini.

“Woaahh Princessnya Umma sudah bangun.” Jessica mengambil Soojung dari gendongan Yuri dan menghujani gadis kecil itu dengan ciuman di wajahnya yang membuat Soojung tertawa.

“Morning Soojung.” Daehyun balas tersenyum pada adiknya, setelah itu dia menyeruput susunya.

-Interview-

PD-nim : Silahkan perkenalkan dirimu.

“Annyeonghaseyo…namaku Kwon Yuri. Aku adalah seorang aktor dan juga seorang Ayah dari dua anak yang sangat manis. Putraku yang pertama namanya Kwon Daehyun dan umurnya 4 tahun, putriku yang kedua namanya Kwon Soojung umurnya 2 tahun. Aku akan bekerja keras….Daehyun-ah, Soojung-ah, bantulah Appa hahahahaha” Yuri mulai tertawa, lalu dia menghela napas untuk berbicara lagi.

“Ini bukan pertama kalinya aku ditinggal oleh Jessica sendirian untuk mengurus anak-anak.Tapi kurasa ini pertama kalinya aku harus mengurus anak-anakku selama 48 jam penuh tanpa bantuan siapapun. Tapi aku sangat senang karna aku ingin membuat pengalaman baru bersama mereka. Kwon Yuri fighting !” Yuri mengepalkan kedua tangannya untuk menyemangati dirinya sendiri.

-Interview ends-


Yuri menyeruput kopinya, setelah itu dia mulai menyantap pancake buatan istrinya. Menurutnya, tidak ada pancake yang enak di dunia ini selain yang dibuat oleh sang istri, tentu saja Yuri mengatakannya di depan Jessica atau jika dimintai komentar tentang pancake buatan Jessica itu. Jika tidak dengan Jessica….hhmm entahlah.

“Seobang-ah, apa kau tau apa yang harus kau lakukan ?” Jessica bertanya pada suaminya sambil menyantap sarapannya. Sesekali dia menyuapi Soojung yang duduk dipangkuannya. Daehyun juga menyantap sarapannya dengan tenang.

“Tentu saja. Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan selama 48 jam ini. Kau tidak usah khawatir, bekerja saja dengan tenang dan istirahat yang cukup.” Kata Yuri dengan nada yang dibuat se-santai mungkin. Meskipun dalam hatinya ada rasa khawatir jika dia tidak bisa menjaga Daehyun dan Soojung.

“Benarkah ?” Tanya Jessica. Dia hanya menggoda suaminya. Yuri menatap Jessica dengan tatapan “apa kau meragukanku ?”

“Baiklah baiklah, kau menang.” Kata Jessica. Dia kembali melanjutkan sarapannya.

“Appa, apa itu ?” tunjuk Daehyun ke arah tenda-tenda yang berada di beberapa sudut di rumah mereka. Dia sudah selesai dengan sarapannya. Daehyun terdiam sejenak, seingatnya kemarin benda-benda itu belum ada.

“Di dalam tenda itu ada kamera yang akan merekam aktifitas kita selama di rumah. Mulai hari ini dan besok, Daehyun dan Soojung akan menghabiskan waktu bersama Appa, selama dua hari kalian akan terus bersama Appa tanpa Umma.” Jelas Yuri. Dia lalu menyeruput kopi buatan Jessica, Soojung yang sekarang berada dipangkuannya hanya menatap Appanya dengan polos.

“Soojung mau ? hehehe tidak boleh.” Yuri menjauhkan cangkir kopinya ketika Soojung menjulurkan tangannya untuk memegang cangkir itu.

“Appa~ Soojung mau~” Soojung mulai merajuk dan berusaha meraih cangkir kopi yang dijauhkan oleh Yuri.

“Ini…Soojung minum ini saja ya.” Jessica membantu Yuri dan menyodorkan susu untuk Soojung. Anak itu mengalihkan perhatiannya dan meminum susu miliknya.

“Yesss aku akan bermain dengan Appa yeaaayyy.” Daehyun melompat girang, dia sudah membayangkan hal apa saja yang akan dia lakukan selama 2 hari penuh dengan Yul Appa.

“Yaah, kau sepertinya senang sekali ?” Jessica sedikit merajuk. Dia sudah sangat setuju dengan ide Yuri untuk mengikuti acara Super Appa ini, karna boutiquenya sedang dalam masa sibuk akhir-akhir ini jadi seringkali dia kerja lembur. Salah satu alasan Yuri ikut acara ini juga karna dia ingin Jessica mempunyai cukup waktu untuk mengurus pekerjaannya dan istirahat tanpa harus mengurus anak-anak mereka selama 48 jam penuh dalam seminggu.

“Hehehe tentu saja Umma. Aku tahu Umma sedang sibuk, jadi setidaknya Umma bisa istirahat dengan cukup.” Jawab Daehyun lalu menghabiskan susunya.

“Aigooo….Princenya Umma memang sangat pengertian.” Jessica mengelus lembut kepala Daehyun.

Setelah selesai sarapan dan membersihkan alat makan, sekarang saatnya mereka akan berpisah dengan Jessica selama 48 jam dan nanti Jessica akan menginap di rumah keluarga Jung.

“Bye baby…..jangan terlalu keras bekerja dan jaga dirimu okay ?” Yuri mengecup kening Jessica ketika mereka mengantarkan Jessica sampai di depan pintu.

“Okay Seobang…bye Princess, nurut sama Appa ya ?” Jessica mencium pipi Soojung yang berada di gendongan Yuri.

“Bye Umma~” Jessica juga tak lupa mencium pipi putra tampannya itu.

“Bye Prince.” Jessica melambaikan tangannya lalu pergi bekerja.

“Oke ayo kita masuk.”

“Appa, Soojung mau turun.” Soojung meronta-ronta digendongan Appanya. Dia ingin mengikuti kakaknya yang sekarang sudah berlari kesana kemari di ruang keluarga.

“Oke oke Soojung turun” Yuri menurunkan Soojung. Ketika kaki anak itu menyentuh lantai, dia langsung berlari dan mengekor dibelakang Oppanya.

“Yah ! Jangan lari-lari.” Yuri memperingatkan The Kwon Junior. Entah sejak kapan mainan mereka berserakan di lantai. Tidak terlalu banyak memang, tapi jika terinjak tentu akan sangat membahayakan.

“Daehyun ! Soojung ! Stop !” Kata Yuri dengan tegas. Jika anak-anaknya tidak bisa menurut dalam satu kali peringatan maka Yuri harus memberikan peringatan yang kedua dengan agak tegas. Terkadang Jessica juga ikut memperingatkan Yuri untuk tidak terlalu keras pada Daehyun dan Soojung karna mereka masih anak-anak.

Daehyun dan Soojung langsung berhenti di tempat dengan wajah yang tertunduk. Yuri menghela napas untuk menenangkan diri, dia lalu menghampiri Daehyun dan Soojung yang berdiri bersebelahan. Yuri berlutut dihadapan mereka.

“Oke…siapa yang sudah membuat berantakan ?” Yuri bertanya baik-baik. Huft….baru juga hari pertama, bahkan belum ada 2 jam tapi sudah begini. Pikirnya.

Daehyun mengangkat tangannya, kepalanya masih tertunduk.

“Daehyun-ah, jika kau berlari kesana-kemari dengan mainan yang berserakan, apa yang akan terjadi ?”

“Mainanku dan Soojung akan rusak jika terinjak dan kami juga akan terluka.” Jawab Daehyun. Dia baru menyadari kesalahannya sekarang.

“Oppa~” Soojung menatap kakaknya lalu mengelus pundaknya, berusaha menenangkan kakaknya. Soojung juga mengerti kalau dia salah dalam hal ini.

Yuri tersenyum sejenak melihat kejadian itu.

“Baiklah jika kau mengerti. Itu artinya, apa kau boleh melakukannya lagi ?”

Daehyun menggeleng, Soojung juga ikut-ikutan menggelengkan kepalanya.

“Appa hanya tidak ingin kalian terluka, mengerti ?” Kedua kakak-beradik itu mengangguk.

“Kemarilah, peluk Appa.” Yuri merentangkan kedua tangannya dan kedua anaknya itupun langsung menghambur ke pelukan Appanya.

“Anak pintar…sekarang bereskan mainan yang tidak dipakai.”

“Ok Captain Appa.” Daehyun memberikan hormat pada Appanya. Soojung juga tidak mau kalah dan mengikuti kakaknya.

-Interview-

PD-nim : Tidakkah kau merasa bersalah ketika bersikap tegas ?

“Aku sebenarnya merasa bersalah ketika harus bersikap tegas pada mereka, tapi aku akan lebih merasa bersalah lagi ketika aku tidak memperingatkan mereka. Sebagai kakak, Daehyun harus bisa menjaga adiknya, aku dan Sica tidak ingin terlalu menekankan padanya bahwa dia adalah seorang kakak karna itu bisa membuatnya sedih. Kami selalu berusaha bersikap adil untuk memberikan perhatian pada mereka. Saat Soojung bayi tentu kami harus memberikan dia perhatian yang lebih. Cukup berat memang, karna saat itu Daehyun juga masih berumur 2 tahun tapi dia sudah menunjukkan sikapnya sebagai kakak. Dan aku bangga akan hal itu.” Jelas Yuri. Raut wajahnya terlihat bahagia.

-Interview ends-

“Anak-anak, bagaimana kalau kita jalan-jalan hari ini ?” Tanya Yuri. Sekarang mereka sedang menonton tv. Sebenarnya hanya Yuri yang menonton, 2 Kwon Junior tentu saja sibuk dengan mainan mereka.

“Yeeaayy jalan-jalan yeayy.” Daehyun bersorak senang. Dan tentu saja Soojung akan selalu menirukan kakaknya.

“Oke kalau begitu ayo mandi~” Yuri menggendong Soojung lalu menuntun Daehyun menuju ke kamar mandi. Dia mulai membuka baju Soojung dan Daehyun lalu memasukkan mereka ke dalam bathub yang sudah mulai terisi air.

Yuri mengambil botol sabun dan shampoo lalu mulai membersihkan tubuh mereka.

“Yah jangan main-main !” Seru Yuri ketika Daehyun dan Soojung memukul-mukul air hingga menciprat kemana-mana. Baju Yuri bahkan sudah basah.

Setelah 20 menit, akhirnya Yuri berhasil memandikan kakak-beradik itu. Setelah berganti pakaian, sekarang giliran Yuri yang mandi. Daehyun sudah terlihat sangat tampan dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru, ditambah dengan celana jeans selutut berwarna hitam, tak lupa dengan sepatu nike putih biru kesukaannya dan Soojung yang sangat cantik dengan kaos biru bergambar mickey mouse dengan balutan blazer hitam, kaki kecilnya dibalut oleh rok jeans mini selutut, flat shoes hitam bergambar hello kitty pink tak lupa dia pakai untuk jalan-jalan kali ini. Bakat sang Ibu sepertinya menurun pada mereka karna mereka sendiri yang memilih akan mengenakan pakaian seperti apa. Yuri tidak protes, anak-anaknya bebas memilih asalkan tetap serasi. Sambil menunggu Appanya bersiap-siap, Daehyun dan Soojung kembali asyik bermain di ruang tengah.

“Soojung-ah, kita akan pergi kemana ?” Tanya Daehyun sambil mulai memasukkan mainan robot dan mobil-mobilannya ke dalam tas hitam, didepannya ada inisial namanya, KDH.

“Soojung mau es krim !” Soojung bersorak gembira, Appanya tidak akan menolak membelikannya es krim setiap kali mereka jalan-jalan. Meskipun awalnya menolak, tapi Appanya akan luluh juga jika Soojung sudah mengeluarkan aegyo andalannya.

“Kids, kalian siap ?” Yuri keluar sambil menyisir rambutnya, stylenya sangat keren. Yuri mengenakan kaos putih polos yang dibalut dengan jaket kulit hitam, celana jeans panjang berwarna hitam membuatnya terlihat seperti rocker, sepatu adidas putih polos semakin melengkapi penampilan kerennya. Dari gaya berpakaian mereka, sepertinya mereka akan pergi ke mall, hhmm kita lihat saja nanti.

“Daehyun siap !”

“Soojung siap !”

Para kru mengikuti mobil Yuri yang sudah melaju duluan, di dalam mobil Yuri sudah dipasang kamera yang akan merekam percakapan dan aktivitas mereka selama di perjalanan.

@ Mobil Yuri.

“Appa~  Soojung mau es krim~” Soojung mulai merajuk pada Appanya setelah dia bosan dengan mainan barbie miliknya.

Soojung dan Daehyun duduk di kursi belakang, mereka duduk di kursi khusus balita yang sudah dipasang di jok belakang agar mereka lebih aman dan nyaman.

“Ok Princess, nanti kita beli ya.” Kata Yuri. Sesekali dia melihat kaca spion kanan dan kiri.

“Appa aku ingin mendengarkan musik.” Daehyun meminta pada Appanya. Anak itu sekarang menikmati pemandangan di luar jendela.

Yuri tidak merespon tapi dia menyalakan radio untuk memenuhi permintaan putranya.

Neomu banjjak banjjak nuni buyseo no no no no no neomu kamjjak kamjjak neola naneun oh oh oh oh oh…

Gee gee gee gee beybeh beybeh.” Daehyun menirukan gaya dari penyanyi aslinya sambil menyanyi.

“Hahahaha Daehyun-ah, kau tidak ada bakat menyanyi seperti Appa.” Yuri tertawa, nyanyian putranya itu tidak beraturan.

“Oppa berisik~” Soojung yang merasa terganggu meminta Oppanya untuk diam. Dan begitulah perjalanan mereka yang dihiasi dengan nyanyian Daehyun yang ngawur, suara tawa Yuri dan omelan Soojung.

10 menit kemudian mereka sudah sampai di pasar tradisional yang tidak jauh dari kawasan elite Gangnam. Di tempat itu bisa dijumpai penjual makanan khas Korea, penjual pakaian murah, arena permainan anak dan lain-lain.

“Aku sering datang kesini atau ke pasar tradisional lainnya. Makanan disini murah dan enak, barang yang dijual pun kualitasnya tidak jauh beda dengan di mall dan harganya cukup murah.” Kata Yuri ketika mereka sudah turun dari mobil dan mulai memasuki kawasan pasar. Daehyun dan Soojung berjalan disamping kanan dan kirinya, mereka senang datang kesini. Dua kameramen sudah siap mengikuti mereka.

“Annyeonghaseyo Ahjumma.” Yuri menyapa seorang Ahjumma yang menjual kue manis berbentuk ikan isi kacang merah. Dulu ketika dia dan Jessica berpacaran dan datang kesini, hal yang pertama mereka lakukan adalah menikmati kue ikan di kios Ahjumma ini.

“Aahh Yuri-ah, sudah lama sekali kau tidak kemari.” Kata Ahjumma. “Ohh kau membawa anak-anakmu, aigoo…mereka sudah besar. Terakhir kau membawa mereka ketika Daehyun berumur 3 tahun dan Soojung 1 tahun.”

“Aahh kau masih mengingatnya. Daehyun, Soojung bilang apa sama Halmeoni ?”

“Annyeong Halmeoni.” Daehyun dan Soojung memberikan senyuman manis pada Halmeoni.

“Appa, Soojung mau~.” Tunjuk Soojung pada kue berbentuk ikan itu. Ahjumma hanya tersenyum, anak itu mirip sekali dengan ibunya. Ahjumma melanjutkan pekerjaannya, dia sudah tau bahwa Yuri sedang syuting sebuah acara, jadi dia santai saja. Ahjumma itu sudah mengenal Yuri dan Jessica sejak mereka berpacaran dulu.

Yuri mengambil satu kue lalu meniupnya. Masih cukup panas karna belum lama diangkat dari pembakaran. Yuri menyuapi Soojung sedikit demi sedikit.

Daehyun yang duduk disebelahnya sudah menghabiskan 2 kue, dia mengambil, meniupnya dan memakannya sendiri.

“Anak pintar.” Yuri mengacak rambut Daehyun dan membuat anak itu tersenyum.

“Ok ayo kita foto dan tunjukkan pada Umma…hehehehe dia pasti iri.” Yuri tersenyum evil, dia lalu mengeluarkan handphonenya dari saku celananya lalu mulai berpose dan mengambil beberapa gambar.”

“Appa kita mau kemana lagi ?” Tanya Daehyun. Mereka sudah selesai makan kue ikan dan melanjutkan perjalanan.

“Entahlah…kalian mau apa ?” Tanya Yuri.

Jika diharuskan memilih, sebenarnya Yuri lebih suka jalan-jalan ke tempat seperti ini dibandingkan mall, disini dia masih bisa mendapatkan barang bagus dan perut kenyang dengan harga yang tidak membuat dompet menipis. Yuri memang dibesarkan di keluarga yang sederhana, dan dia akan selalu menanamkan nilai-nilai kesederhanaan didalam keluarganya. Beda hal-nya dengan sang istri yang lebih betah berlama-lama di mall, wajar saja apalagi pekerjaan Jessica yang sekelas dengan selera orang-orang berada yang belanja di mall. Yuri tidak pernah komplain jika mengantar Jessica ke mall sebelum mereka memiliki Daehyun dan Soojung, selama Jessica belanja barang yang diperlukan dan tidak melampaui batas. Dan Jessica juga mengerti dengan hal itu, tapi satu hal yang membuat Yuri heran adalah ketika mereka jalan-jalan ke perkebunan anggur di tempat kakek dan nenek Yuri di Busan, Jessica sudah mengeluh capek padahal kebunnya tidak terlalu luas dan mereka baru sampai di tengah-tengah kebun sedangkan jika Jessica belanja di mall, bahkan mengelilingi mall saja dia sanggup. Huft…tapi itulah yang membuat mereka selalu harmonis, perbedaan yang membuat mereka mengerti dan pengertian yang membuat mereka saling mencintai.

“Appa…Soojung mau itu.” Soojung menarik-narik tangan Appanya ketika dia melihat kios penjual mainan yang tepat berada di samping mereka.

“Daehyun juga mau~” seru Daehyun, dia melepaskan genggaman tangan Appanya dan menghampiri Soojung yang sudah ada disitu.

“Ok ok….beli satu saja okay, mainan kalian sudah banyak.” Kata Yuri. Dia lalu melihat ke sekelilingnya dan sedikit terkejut ketika melihat kerumunan orang yang sekarang sedang mengambil foto dirinya, Kwon Yuri si aktor papan atas.

Daehyun dan Soojung sudah mengambil mainan masing-masing. Daehyun mengambil pistol mainan dan Soojung boneka barbie.

“Berapa Ahjussi ?” Tanya Yuri kepada Ahjussi pemilik kios.

“Karna anak-anakmu sangat lucu maka aku akan memberikan potongan harga. Semuanya 3000 won saja.” Kata Ahjussi itu.

“Ini uangnya, terimakasih Ahjussi.” Yuri mengeluarkan uang dari dompetnya lalu membungkuk pada Ahjussi itu. Lalu dia berjalan kembali.

Setelah selesai berjalan-jalan di pasar tradisional itu, Yuri membawa Daehyun dan Soojung ke sungai han untuk bersantai sebentar di sebuah kursi panjang sambil menikmati es krim yang diminta oleh Soojung.

“Bagaimana jalan-jalan dengan Appa hari ini ? Apa kalian senang ?” Tanya Yuri sambil mengelap bibir Daehyun dan Soojung dengan tissue.

Daehyun dan Soojung hanya mengangguk karna mereka sibuk menikmati es krim.

“Appa mau ?” Soojung menawarkan es krim pada Appanya.

“Appa boleh memintanya ?” Tanya Yuri. Setelah mendapat anggukan dari Soojung, Yuri menjilat es krim milik Soojung. Yuri melirik Daehyun yang masih sibuk dengan es krimnya, anak itu agak pelit jika menyangkut es krim.

“Daehyunie~ bolehkah Appa minta ?” Yuri mencoba merayu Daehyun. Daehyun berhenti sejenak lalu menyodorkan es krim pada Appanya.

“Gomawo~” kata Yuri lalu mencium puncak kepala Daehyun setelah menjilat es krimnya. Yuri mengambil handphonenya lagi dan berselfie ria dengan kedua anaknya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

@KBS Music Bank.

“Selamat atas kemenanganmu hari ini Taeyeon-sshi.” MC Choi Minho memberikan ucapan selamat kepada Taeyeon sambil memberikan trophy dan sebuket bunga. Lagunya yang berjudul “I” berhasil menduduki peringkat pertama di chart Music Bank.

“Ah iya terimakasih. Aku juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Lee Sooman Sajangnim, semua staff SM Entertainment, Manager, Stylist dan semua yang sudah membantuku selama promosi lagu “I” dari awal hingga hari terakhir aku melakukan promosi di Music Bank. Dan tak lupa juga kepada semua penggemarku yang selalu setia mendukungku, Taegangster !! Kalian hebat !!” Taeyeon mengacungkan kedua jempolnya kepada para fansnya yang hadir dan membuat teriakkan dari fansnya semakin bergemuruh. “Dan tentunya keluargaku yang sangat aku cintai. Istriku, Kim Tiffany, anak-anakku, Kim Jaehwan dan Kim Saera, Appa mencintai kalian.”

“Sekali lagi selamat Taeyeon-sshi. Baiklah terimakasih yang sudah menyaksikan Music Bank hari ini. Saya MC Choi Minho pamit. Annyeong~”

Taeyeon mulai menyanyikan kembali lagu hitsnya, beberapa artis lain yang juga tampil saling membungkuk hormat satu sama lain sambil berjalan keluar dari panggung. Para fans Taeyeon masih memberikan sorak-sorai penyemangat hingga Taeyeon selesai. Dia membungkuk dan melambaikan tangan kepada fansnya lalu berjalan ke belakang panggung. Dengan langkah cepat, dia segera menuju ke ruang ganti, tidak sabar untuk bertemu dengan dua orang yang datang bersamanya. 2 orang kameramen dengan setia mengikutinya sambil merekam.

“Huft…cukup melelahkan tapi aku senang karna mendapatkan hasil yang baik.” Kata Taeyeon.

“Appaaaaaaaaaa~” seorang pria kecil berlari ke arah Taeyeon lalu memeluk kakinya ketika Taeyeon baru saja membukakan pintu.

“Appa jjang~” Jaehwan mengangkat kedua jempolnya lalu tersenyum. Taeyeon juga ikut tersenyum karna senyuman putranya itu mengingatkannya kepada sang istri.

“Gomawo Prince. Mana adikmu ?” Taeyeon melihat ke seluruh ruangan. Seingatnya tadi dia menaruh Saera yang sedang tertidur dia roda bayinya.

“Saera dibawa oleh Umma.” Baru saja Jaehwan selesai menjawab, Tiffany dan Saera muncul dari belakang Taeyeon.

“Hai Taetae~” sapa Tiffany sambil menggendong Saera yang sudah bangun.

“Hai Boo~ kau langsung kesini ?” Tanya Taeyeon sambil melangkah masuk. Sejak tadi dia dan Jaehwan mengobrol diambang pintu.

“Iya. Aku bertemu dengan managermu. Dan saat aku kesini Saera sudah rewel, dan kau tau ? Aku harus menahan tawa ketika Jaehwan menari-nari tidak jelas untuk menghibur Saera. Tapi Princessmu ini tetap saja rewel, ternyata dia kepanasan. Yasudah aku langsung membawanya keluar. Jaehwan tidak ingin ikut karna dia ingin menunggumu disini.” Tiffany mengelap wajah Taeyeon yang berkeringat dengan tissue yang dia keluarkan dari dalam tasnya.

Setelah selesai, Taeyeon dan keluarganya pulang ke apartment mereka yang terletak di kawasan Pyeongchang-dong.

@TaeNy’s House


19:30 KST.

Taeyeon berjalan masuk dengan langkah gontai. Dari pagi hingga sore aktivitasnya begitu banyak, untunglah Jaehwan dan Saera hanya menemaninya di Music Bank tadi karna dari pagi hingga siang mereka dititipkan di rumah keluarga Kim.

Tiffany mulai menyiapkan makan malam, bahkan dia belum sempat ganti pakaian. Taeyeon merebahkan tubuhnya yang lelah di sofa ruang tengah.

“Appa~ Appa~” Saera menghampiri Appanya dengan langkah yang pelan dan hati-hati. Anak itu sedang belajar berjalan.

Taeyeon tidak merespon. Dia memang suka menggoda putrinya.

“Appa~” Dengan susah payah, Saera memanjat tubuh Appanya dan duduk di perut Appanya. Taeyeon berpura-pura tertidur.

“Taetae~” Kata Saera sambil mencium pipi Appanya.

“Mwo ?!” Taeyeon dengan cepat membuka matanya, dia menatap Saera dengan wajah kaget. Tapi anak itu hanya tertawa melihat ekspresi Appanya.

“Kau mengikuti Umma ya ?” Taeyeon mencubit pipi Saera dengan gemas. Rasa lelahnya berkurang ketika dia bermain dengan anak-anaknya.

“Appa~ apa ini ?” Jaehwan mengamati kamera. Dan dia menunjukkan wajah terkejut ketika melihat ada orang dibalik kamera itu dan berada di dalam tenda. Jaehwan melihat ke seluruh ruangan dan dia menghitung ada total 3 tenda yang tersebar di ruangan rumahnya.

“Uncle akan merekam setiap aktivitas kita selama di rumah. Jangan ganggu Uncle, Jaehwan-ah.” Taeyeon bangun dan menghampiri Tiffany yang sudah hampir selesai dengan masakannya.

Interview

PD-nim : Silahkan perkenalkan dirimu.

“Annyeonghaseyo~ aku adalah Ayah dari dua anak. Kim Jaehwan yang berumur 4 tahun dan Kim Saera yang berumur 1 tahun. Senang bertemu dengan kalian.” Taeyeon membungkuk kepada para kru. Dia duduk dengan latar belakang kain hitam yang dipasang di ruang bermain Jaehwan dan Saera.

PD-nim : Sebutkan alasanmu mengikuti acara ini.

“Alasan aku ikut acara ini adalah aku ingin menghabiskan waktu dengan anak-anakku selama 48 jam penuh. Satu tahun ini aku sangat sibuk dengan persiapan dan promosi album baruku. Jadi aku tertarik ikut acara ini. Aku ingin membuktikan bahwa aku adalah Ayah yang Super.” Taeyeon tersenyum menunjukkan lesung pipit yang berada di bagian kiri dagunya.

“Jaehwan-ah, Saera-yah~ kemarilah.” Taeyeon mengisyaratkan Jaehwan dan Saera untuk menghampirinya.

Jaehwan berdiri disamping Appanya dan menatap kamera dengan bingung. Sedangkan Saera duduk dipangkuannya. Dengan lucunya dia menunjuk salah satu kamera yang ada dihadapannya.

“Ini Kim Jaehwan, dan ini Kim Saera.” Taeyeon mengelus kepala Jaehwan dan Saera. Putra pertama penyanyi pria itu membungkuk hormat sedangkan si kecil Saera melambaikan tangannya dan membuat para kru terutama wanita berteriak gemas.

“Aku akan bekerja keras.” Kata Taeyeon sambil mengepalkan tangannya.

Interview ends

Kau tau apa saja yang harus kau lakukan ?” Tiffany bertanya sambil menyantap makan malamnya. Jaehwan makan dengan pelan-pelan dan hati-hati, dia tidak ingin membuat kotor bajunya atau meja makan. Saera sudah tidur dengan nyenyak, anak itu jika sudah ngantuk memang tidak sulit membuatnya tertidur.

Taeyeon hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Tiffany, mulutnya sedang sibuk mengunyah makanan.

“Kau masih ingat berapa banyak susu yang dibutuhkan Saera ?” Tanya Tiffany lagi lalu menyantap soup ayam buatannya. Dia tersenyum bangga ketika melihat Jaehwan yang makan dengan rapi.

“Uuhhmm 200 mL ?” Taeyeon mengerutkan keninganya, dia mencoba berpikir dan mengingat. Dengan kesibukannya selama 1 tahun terakhir, terkadang dia lupa beberapa hal yang menyangkut kedua buah hatinya.

“No~ itu terlalu banyak Tae. 150 mL sudah sangat cukup untuknya.”

Taeyeon hanya mengangguk. Sepertinya dia harus mulai membuka kembali catatan kebutuhan Saera yang Tiffany buat sejak Saera lahir hingga usianya 6 bulan.

Tiffany tidak bertanya lagi. Dia mulai membereskan piring makan lalu mencucinya. Dia tidak ingin Taeyeon merasa diragukan dalam hal ini. Tiffany juga sangat mengerti dengan keinginan Taeyeon untuk mengikuti acara Super Appa ini. Dengan usia Saera dan Jaehwan yang masih dalam masa pertumbuhan, tentu akan banyak hal baru yang ingin mereka ketahui dan rasakan, dan Taeyeon tidak ingin melewatkan banyak hal selama masa pertumbuhan anak-anaknya.

21:45 KST.

Tiffany sudah tertidur dengan Jaehwan yang memeluknya. Sedangkan Taeyeon masih terjaga, dia hanya menatap Saera yang tertidur di tempat tidur khusus yang disediakan di samping tempat tidurnya dan Tiffany. Tempat tidur tanpa ranjang karna Jaehwan dan Saera adalah anak yang cukup aktiv. Jadi demi keamanan mereka, Taeyeon dan Tiffany memutuskan untuk membuat tempat tidur itu.

Interview

“Aku sengaja membuat tempat tidur mereka dibawah. Dulu Saera ditempatkan di ranjang bayi, tapi aku sangat terkejut ketika masuk ke kamar dan mendengar Saera menangis. Jaehwan sudah membuka kunci ranjangnya dan hampir saja membuat Saera yang saat itu berumur 7 bulan hampir saja jatuh. Jika aku tidak cepat bertindak, aku tidak tau apa yang akan terjadi.” Kata Taeyeon.

Interview ends

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

@B&E Boutique, 09:00 KST.

Hari ini hari sabtu, biasanya hanya Jessica saja yang masuk untuk me-review laporan pemasukan dan pengeluaran boutiquenya selama satu minggu, ruangan kantornya berada di lantai 3 gedung B&E dan dia akan kembali ke rumah jam 11 siang. Karyawannya yang lain tetap bekerja di boutique di lantai 1. Tapi hari ini Tiffany datang mengunjunginya.

“Lho ? Kok kamu kesini ?” Tanya Jessica ketika melihat sahabatnya masuk ke ruangannya tanpa mengetuk.

“Taetae ikut Super Appa juga kan, jadi otomatis selama 48 jam aku tidak boleh ada di rumah.” Tiffany duduk di sofa berwarna merah dan mengambil majalah lalu membolak-balikkanya. Dia sudah mulai merasa kangen dengan Jaehwan dan Saera.

“Aahh kau benar ! si Kwon dan si Kim itu memang tidak mau kalah.” Jessica kembali menghitung jumlah pemasukan dan pengeluaran lalu memeriksa laporan stock barang yang ada saat ini.

“Jess, kemarin saat aku datang ke Music Bank, aku bertemu dengan Tim Oppa. Saat itu Taeyeon masih tampil dan aku membawa Saera yang rewel di ruang ganti untuk berkeliling. Jaehwan tidak ikut.” Tiffany bercerita tentang mantan tunangannya di US.

Jessica membereskan dokumennya karna dia sudah selesai. Tidak banyak yang harus dia kerjakan hari ini.

“Lalu ?” Jessica menatap Tiffany yang sedang memijit pelipisnya.

“Entahlah Jess. Aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika melihatnya, aku tidak tau apa yang dia lakukan disana, dan aku mencoba untuk menghindarinya.”

“Aku harap perasaanmu padanya sudah hilang Tiff. Kau sudah bahagia sekarang, tidak usah memikirkan dia lagi.” Jessica menasehati sahabatnya.

Alasan Tiffany dan Tim putus adalah karna Tim yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Jerman dan Tiffany yang harus ikut Appanya pindah ke Korea setelah Ummanya Tiffany meninggal karna mengidap kanker. Hubungan jarak jauh membuat mereka harus rela berpisah, tidak aneh sebenarnya melihat Tim ada di Korea karna pria itu memang keturunan Amerika-Korea. Tiffany yang saat itu sedih dipertemukan dengan putra dari teman Appanya, Kim Taeyeon. Awalnya Tiffany tau kemana pertemuan itu akan berakhir, yaitu perjodohan dan Tiffany tidak menolak ataupun meng-iya-kan, dia ingin menjalaninya dulu, jika cocok maka dia akan menerima lamaran Taeyeon. 1 tahun setelah pertemuan dan perkenalan dengan Taeyeon, Tiffany merasa benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Ketika dia bersama Taeyeon, tidak pernah sekalipun dia memikirkan mantan tunangannya itu. Hingga akhirnya Taeyeon dan Tiffany berdiri berdampingan di depan Altar dan mengucap janji sehidup-semati.

“Keadaan yang harus membuat kita berpisah Jess. Tapi aku menjaga jarak dengannya, aku takut dia menanyakan hal yang tidak-tidak, disana banyak orang dan aku tidak ingin beredar kabar yang tidak enak.”

“Tidak usah kau pikirkan Tiff. Jika dia sudah menerima keadaanmu yang sudah berkeluarga, aku yakin dia tidak akan macam-macam. Jika dia berani, panggil saja namaku 3 kali, aku akan datang dan menjadikannya berkeping-keping.” Jessica berusaha menghibur sahabatnya.

Drrtt ddrrttt

Handphone Jessica bergetar. Ada pesan masuk.

From : Kwon Seobang ❤

Annyeong Mommy~ kita lagi makan es krim lho~ kkkkk

Jessica tersenyum melihat pesan yang dikirim Yuri beserta foto Yuri dan anak-anak mereka. Wajah mereka bertiga belepotan es krim. Daehyun dengan es krim coklatnya, Soojung dengan es krim strawberry dan Yuri dengan es krim Vanila. Jessica tersenyum bahagia, hidupnya sudah terasa lengkap sekarang. Suami yang tampan dan pengertian, dan anak-anak yang lucu dan pintar.

“Kau kenapa senyam-senyum begitu ?” Tanya Tiffany. Dia bangkit dari duduknya dan menghampiri Jessica. Penasaran dengan apa yang dilihatnya.

“Ini.” Jessica menunjukkan pesan dan foto yang dikirim oleh Yuri. Senyum kebahagiaan masih terukir di wajahnya.

“Kyaaaa~ mereka lucu sekali.” Tiffany merasa gemas melihat Daehyun dan Soojung. Seketika itu pula, dia rindu dengan suami dan anak-anaknya di rumah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

@Kwon Family House, 10 KST.

Yuri menguap lebar, dia membaringkan tubuhnya di lantai. Baru saja dia selesai mencuci dan mengeringkan pakaian dan dia merasa lelah sekarang. Daehyun dan Soojung sedang asyik menonton film kartun kesukaan mereka, Larva.

“Huaahh apa yang harus aku lakukan lagi ?” Kata Yuri. Dia bangun dan berjalan menuju dapur lalu memeriksa isi kulkas. Dia harus mulai membuat makan siang karna dia yakin, ketika dia yang memasak, akan membutuhkan waktu yang lumayan lama.

“Hhmm sepertinya Sica belum belanja stock makanan. Yaa aku harus membuat makanan dengan bahan yang ada.” Yuri mulai mengambil telur, wortel, brokoli, dan rumput laut.

“Aku akan belanja setelah makan siang. Menu hari ini adalah nasi goreng rumput laut dan soup wortel dan brokoli. Aku sering memasak jadi aku sangat yakin dengan hasilnya.” Dengan mahir, Yuri mulai mengolah semua bahan masakan itu menjadi sesuatu yang lezat.

“Appa~” Soojung menghampiri Appanya di dapur. Filmnya sudah selesai dan anak itu mulai bosan. Sedangkan Daehyun sibuk berkeliling dengan mainan mobil-mobilannya.

“Ne Soojung-ah ?” Yuri sudah hampir selesai dengan masakannya, dia hanya tinggal menunggu soupnya matang.

“Appa gendong~” Soojung merentangkan tangannya. Tak lupa dengan aegyo andalan sebagai senjata pamungkasnya.

“Tunggu ya Princess, Appa sedang masak.” Yuri tidak menghentikan pekerjaannya ataupun berbalik. Dan hal itu membuat Soojung merajuk.

“Appa~~~ Soojung mau digendong~~” Soojung semakin merajuk dan menghentakkan kakinya.

Yuri terpaksa menghentikan pekerjaannya dan berbalik menatap Soojung. Mata anak itu sudah berkaca-kaca.

“Ok ok…jangan menangis. Appa lagi masak makan siang, Princess. Soojung main sama Oppa dulu ya.” Yuri mengelus pipi Soojung dan mencium keningnya, berusaha membujuk anak itu agar tidak mengganggunya untuk sementara waktu.

Soojung menggelengkan kepalanya. Dia sedang ingin dimanja oleh Appanya.

“Soojungie~” panggil Daehyun ketika memasuki dapur. Dia tau bahwa Appanya sedang kesulitan jadi dia datang untuk menolong.

“Ayo main. Soojungie mau main Lego ?” Tanya Daehyun. Mendengar tawaran kakaknya, wajah Soojung pun berubah cerah. Ini kesempatan yang jarang terjadi karna biasanya jika Daehyun sedang fokus menyusun Legonya, Soojung akan merusaknya dan Daehyun akan mengadu kepada Umma dan Appanya atau Daehyun memberikan mainan lain agar Soojung tidak menganggunya.

“Ok Oppa~” Soojung menarik tangan Oppanya menuju ke ruang bermain mereka.

“Appa~” panggil Daehyun lalu menunjukkan jempolnya sebelum dia menjauh dari dapur bersama Soojung.

Yuri hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya lalu melanjutkan pekerjaannya.

11:15 KST

Makan siang buatan Yuri sudah siap. Dia lalu membawa Soojung dan Daehyun ke ruang makan.

Daehyun dan Soojung ditempatkan di kursi khusus untuk balita.

“Ini untuk Daehyun, dan ini untuk Soojung.” Yuri memberikan piring dan mangkuk ke Daehyun dan Soojung. Dia juga sudah menyiapkan piring berisi nasi goreng untuknya.

“Eitss…tunggu dulu.” Kata Yuri ketika melihat Daehyun dan Soojung sudah memegang sendok dan siap untuk makan.

“Mianhae Appa.” Kata Daehyun. Dia lalu mengepalkan kedua tangannya dan memejamkan mata, Soojung juga mengikuti kakaknya. Mereka berdo’a sebelum makan.

“Bagaimana masakan Appa ?” Tanya Yuri. Dia sudah hampir selesai dengan makan siangnya.

“Daebak~~” Daehyun dan Soojung menjawab berbarengan sambil mengangkat jempol mereka.

Setelah selesai makan siang, mereka bersiap-siap untuk pergi ke supermarket yang letaknya berada di sebrang gedung apartment mereka.

Saat sampai di supermarket, Yuri mengeluarkan catatan daftar belanja yang sudah dia tulis.

“Daehyun ! Soojung ! Kemarilah~” Yuri memanggil kakak-beradik itu yang sudah masuk duluan dan berada di depan rak makanan.

Sebagai anak yang penurut, Daehyun dan Soojung menghampiri Appanya. 3 kamera sudah standby disana.

“Oke kids, kita akan belanja kebutuhan makanan disini. Appa akan membawa trolley dan menyebutkan apa saja yang kita butuhkan, nanti Daehyun dan Soojung yang ambil ok ?” Daehyun dan Soojung hanya mengangguk. Yuri menarik sebuah trolley dan berjalan masuk ke dalam supermarket.

“Daehyun-ah, tolong carikan kentang ok ? Kau tau kan ?”

“Ne Appa.” Daehyun mulai berkeliling dan mencari yang dia butuhkan.

“Soojungie cari jagung oke ?”

“Ne Appa.” Soojung juga berkeliling untuk mencari jagung.

“Setiap kali belanja, aku memang menyuruh anak-anakku untuk mengambilkan apa saja yang dibutuhkan. Itu agar mereka tau dan tidak mengambil yang tidak-tidak atau merusak.” Yuri melihat kembali catatannya dan mengambil beberapa bahan makanan agar lebih cepat.

Soojung sudah berada di depan rak sayuran. Dia mengamati satu persatu dan mencoba mengingat seperti apa sayuran yang dia butuhkan.

“Aahh jagung.” Soojung mengambil satu buah mentimun dia lalu lari menghampiri Appanya.

“Appa~ jagung~ Appa~” Soojung berlari sambil memperlihatkan sesuatu yang dia bawa.

Yuri berbalik untuk melihat hasil yang Soojung dapatkan.

“Mwo ? Hahahahaha aniya aniya~ ini adalah musuh Mommy Sica. Ini bukan jagung, kembalikan lagi okay ?” Yuri tertawa ketika melihat timun yang dibawa Soojung.

“Appa~ ini kentangnya.” Daehyun datang dengan membawa kentang yang cukup besar, hampir seukuran dengan kepalanya.

“Woaahh besar sekali. Good job Prince !” Yuri mengambil kentang yang dibawa Daehyun dan mengelus kepala anak itu.

Yuri masih berkeliling, trolleynya sudah lumayan penuh dengan sayuran, buah-buahan dan bahan makanan yang lainnya. Daehyun berlari kesana kemari untuk mencari adiknya.

“Oppa~” panggil Soojung ketika melihat Oppanya lewat dihadapannya. Princess kecil itu berhasil menemukan jagung. Tapi bukannya memberikan kepada Appanya, dia malah berhenti di depan rak permen. Soojung hanya melihat, dia ingin mengambil permen jelly berbentuk beruang tapi dia takut Appanya marah.

“Kids~ kalian dimana ?” Yuri sudah selesai dengan belanjaannya dan dia harus segera menemukan The Kwon Junior.

“Appa~” panggil Daehyun. Merasa tak asing, Yuri pun bergegas menuju ke sumber suara. Dia menemukan Daehyun dan Soojung yang terdiam di depan rak permen dengan 1 bungkus jagung di tangan Soojung.

“Kids, ayo pulang. Kita sudah selesai.” Yuri mengambil jagung dari tangan Soojung.

“Appa~ Soojung mau itu.” Tunjuk Soojung ke arah permen jelly yang dia mau.

“Ok ok…karna kalian menjadi anak yang baik, ambillah. Tapi satu saja ok ?” Soojung dan Daehyun langsung mengambil satu bungkus permen jelly yang mereka inginkan. Setelah selesai, mereka menuju kasir untuk membayar semuanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kim Family.

Seoul Klinik, 13:45 KST.

“Annyeonghaseyo~” sapa Taeyeon sambil menuntun Jaehwan dan menggendong Saera. Seperti biasa, 2 kameramen setia mengikutinya.

“Aku kesini untuk periksa. Tiba-tiba saja Saera kena flu dan demam.” Taeyeon mengisi formulir pendaftaran.

Jaehwan mengelilingi ruangan klinik. Dia bertemu dengan anak kecil lainnya yang juga mau periksa.

“Annyeong~” sapa Jaehwan kenapa anak perempuan yang datang bersama ibunya. Anak perempuan itu hanya melambaikan tangannya dengan malu-malu.

“Jaehwan-ah~” panggil Taeyeon. Sudah waktunya Saera diperiksa.

“Oh ? Maaf jika putraku mengganggu.” Kata Taeyeon kepada ibu dari anak perempuan tadi. Sedangkan sang ibu hanya terpaku. Dia tak menyangka akan bertemu dengan penyanyi yang terkenal itu. Taeyeon langsung membawa Jaehwan dan Saera menuju ke ruang periksa.
“Annyeong Dokter.” Sapa Taeyeon lalu duduk dihadapan sang dokter. Saera yang masih dalam gendongannya mulai menangis. Tubuhnya merasa tidak enak.

“Aniya aniya~ gwenchana~ uljima baby.” Taeyeon berusaha menenangkan Saera. Sang dokter mulai melakukan pekerjaannya dan memeriksa keadaan Saera. Jaehwan hanya melihat adiknya yang menangis, dia merasa kasihan tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

“Bagaimana keadaannya dok ?” Tanya Taeyeon setelah Saera selesai diperiksa.

“Saera hanya terkena flu dan demam biasa. Aku sudah memeriksa laporan kesehatannya bulan lalu dan sekarang, berat badannya menurun. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Tuan Kim, di usinya sekarang, tidak asing jika seorang anak mengalami kenaikkan atau penurunan berat badan, tapi tetap saja pola makannya harus selalu diperhatikan. Selain minum obat, perbanyaklah buah-buahan dan sayuran untuk dia konsumsi karna itu sangat penting.” Jelas dokter. Taeyeo mengangguk mengerti, dia akan mengingat perkataan dokter itu. Saera sudah tertidur lagi, mungkin dia mengantuk sehabis menangis.

“Bagaimana dengan Jaehwan ?” Taeyeon ingin Jaehwan juga diperiksa.

“Jaehwan-ah, kemarilah.” Dokter mengisyaratkan Jaehwan untuk mendekat, dan untunglah anak itu menurut.

“Jaehwan baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Baiklah. Terimakasih dokter.” Taeyeon dan Jaehwan pamit pada sang dokter.

Taeyeon duduk di kursi ruang tunggu. Sudah tidak ada lagi pasien yang menunggu karna sebentar lagi kliniknya akan tutup. Jaehwan sedang asyik bermain dengan mainan pesawat yang dia bawa.

Taeyeon mengeluarkan handphonenya dan menelfon seseorang.

“Hello ?” Suara Tiffany terdengar dari sebrang sana.

“Fany-ah. Aku sedang ada di klinik sekarang.”

“Oh ? Kenapa Tae ? Apa kau baik-baik saja ? Bagaimana dengan anak-anak ?” Suara Tiffany terdengar begitu khawatir. Taeyeon men-loud speaker percakapannya dengan Tiffany.

“Aku baik-baik saja, Jaehwan juga. Tadi pagi Saera tiba-tiba flu dan demam. Aku langsung membawanya ke klinik, berat badannya juga turun, aku akan memperhatikannya terus.” Taeyeon merasa bersalah, dia merasa belum bisa mengurus Saera dengan benar.

“Saera akan baik-baik saja Tae. Semangat ! Ok hubby ?” Tiffany berusaha menyemangati suaminya. Taeyeon benar-benar ingin fokus saat ini, dan tidak heran juga jika Taeyeon merasa bersalah jika terjadi sesuatu dengan anak-anaknya.

“Gomawo~ saranghae~”

“Ne, nado saranghae.” 

Taeyeon menaruh kembali handphonenya ketika dia selesai berbicara dengan Tiffany lewat telfon.

Interview.

PD-nim : Apa kau baik-baik saja ? 

Taeyeon belum menjawab. Wajahnya masih terlihat khawatir.

“Entahlah…kemarin malam Saera baik-baik saja dan tiba-tiba dia flu dan demam. Aku sangat khawatir. Tapi untunglah bukan sesuatu yang serius. Aku harus lebih perhatian pada Jaehwan dan Saera.”

Interview ends.

@Kim Family House, 17:00 KST.

Taeyeon menggendong Saera dan berusaha menangkan anak itu. Dia terbangun ketika sampai di rumah dan mulai menangis. Sambil membuatkan susu, Taeyeon mengayunkan tubuhnya agar Saera tenang, tapi sayangnya Saera masih menangis.

10 menit kemudian rumah keluarga Kim sudah tenang, Saera sudah tertidur setelah minum susu dan diberikan obat.

“Appa~” Jaehwan menghampiri Appanya. Dia berusaha tidak berisik agar tidak membangunkan Saera.

“Ne Prince ?” Taeyeon juga berbisik agar tidak mengganggu Princessnya.

Tapi bukannya menjawab pertanyaan Appanya, Jaehwan malah naik ke kursi. Dia mencium kening adiknya dengan cukup lama.

“Cepatlah sembuh, nanti main lagi sama Oppa.” Jaehwan berbisik ditelinga Saera tapi masih bisa didengar oleh Taeyeon.

“Gomawo Jae~” Taeyeon berdiri dan membawa Saera ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur agar anak itu bisa tidur lebih nyenyak.

“Cepatlah sembuh Princess~.” Taeyeon mencium kening Saera dan menyelimuti tubuh putri kecilnya agar tidak kedinginan.

“Appa loves you.” Taeyeon menatap wajah tenang Saera yang sedang tertidur. Demamnya sudah turun, semoga setelah dia bangun nanti keadaannya akan membaik.

Taeyeon keluar dari kamar setelah memastikan bahwa Saera sudah tenang dan aman.

.

.

.

.

.

-TBC-

Okay…taraaaa ini part 1 dari Super Appa. Dan yup ! Ini kayak The Return of Superman, yang nonton pasti tau. Semoga kalian suka ^_^. Thanks Reader :*

 

Advertisements

38 comments

  1. DYM01 · November 9

    Wahhh mereka keren 😱😱 pengen punya appa kayak mereka 😂😂

    • soshiroyalroom9 · November 9

      Appa Kwon dan Appa Kim emang jjang !! 😁

      • DYM01 · November 9

        Hahaha bener thor 😂

  2. kimhwang · November 9

    Wah taeny udah ada badai aja
    jangan ada masalahlah thor, ff ini lucu2an aja

  3. Risnita Hahihu · November 9

    Im family mana? 😭

  4. kwon su · November 10

    Kwon family is the best……
    lanjut thor…….semangat

  5. zie2 · November 10

    Keren thor kwon n kim family. Kirain yul sma tae bakal kerepotan ngurusin anak2 nya hehe. Nunggu yg Im family n choi family nya

  6. Lian hwang · November 10

    Gue cuma baca taeny doang, jadi sorry ya thor kalo nanti” coment gue tentang taeny doang,
    hmmm, belum apa” udah ada badai, semoga gak bertambah besar badainya

    • soshiroyalroom9 · November 10

      Gapapa, semoga suka dengan ceritanya, makasih~

      • Risnita Hahihu · November 10

        maaf nimbrung, aku jg thor cuma baca Im family doang. jd maaf sebelumnya kalau kalau ga absen di ff nya author, tp lain lg kalau si yoong jd anaknya yulsic. intinya ada yoong ada aku hehehe 😊

      • soshiroyalroom9 · November 10

        It’s okay wae~ it’s okay wae~ 😂 moga suka dengan karya-karyaku

      • Risnita Hahihu · November 10

        sip, semangat nulis author nim 😊

  7. My Boo, TaeTae · November 10

    anaknya yulsic pintar dan penurut jd yul gampang ngrusnya
    ternyata taeny di jodohkan, pany ketemu mantan moga pany gx kecantol lg ama tu mantan
    untung anaknya taeng yg sakit gx rewel banget, biasanya klo anak sekecil saera itu suka rewel

    • soshiroyalroom9 · November 10

      Nanti aku jitak aja kalo sampe Fany nyantol lagi ke mantannya. Saera kan anak baik ^_^. Thanks~

  8. Im d · November 11

    Semoga tar aqoh dpt misua kaya yultae.. Aamiiin
    Hadooh klo aqoh jd fany pasti khwtr sgt Dgr anak ny sakit..

  9. myjjung · November 11

    Wihh ff nya keren turun lanjut

  10. Trisna andriani · November 12

    Ffy Keren thor
    daehyun dan jaehwan bnar2 oppa yg pengertian ma adik2
    smangat untuk yul dan taeng appa ngurus anak2y slama 48 jam,,,,,,

  11. hwangstephi · November 16

    Appa kim appa kwon jjang !!
    Lanjut thor !!

  12. byun913 · November 18

    Angkat gw sbgai ank mu appa kwon appa kim…

  13. julian77aulshi · December 30

    appa kereenn hahahha ini choi am im blm nongol ya hahaha

  14. Cans · December 31

    Wahh tipani ati ati sma mantan pacarnyaa,,

    tae sama yul appa yang keren hahaha

  15. dookong0108 · January 12

    wah seru ceritanya. aku kok mikirnya, tokoh yuri agak mirip dengan ilkook appa ya, soalnya sikapnya pas ngebuat disiplin anak-anaknya. terus taeyeon agak mirip dengan hwije appa, yang khawatir dengan kondisi anaknya pas sakit terus nelpon tiffany ngasih tau keadaan anaknya. so far, aku suka ide ceritanya, bisa membuat alur cerita yang mirip dengan the return of superman tapi bisa mengemasnya dengan ide sendiri. keren, semangat thor.. jadi pengen negbuat ff juga ^^

  16. emyeonhye · February 5

    Waaah daebak seru nih ceritanya ngeliat kim dan kwon family lucu dan bahagia banget 😊
    Apalagi para appa yg perhatian sama anak-anaknya

  17. Nuny · February 13

    Keren2 thor ceritanya
    Appa kim Appa kwon emang jjang!!
    Saera lucu, manggil Appa kim ngikutin fany ‘taetae’
    Ternyata taeny dijodohin, taeny jangan sampe ada badai…
    Im family..

  18. kwonyulsic14 · April 20

    Ughh sweettt bangettt lanjut kakk

  19. alvinatisya99 · April 23

    Ini keren. 😭 tae baek bnget….

  20. 9@50N3 · May 4

    Emang ye di bandingkan pegang jagung lebih enak pegang permen haha,,,.
    Panggilan taetae emg lebih lucu dari pd appa hehe,,,.
    Kwon family baik” saja, tapi kim family kayaknya bakalan ada badai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s