[oneshoot] Special Gift

Hahaha karna gak ada postingan tentang Jess’s birthday jadi mau coba-coba bikin versi sendiri. *udah jauh kali thor dari tanggal ultahnya* wahahaha iya sih -.-. Yowis lah langsung aja.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

YUUUULSIIIIIIC_zpsfb13278a cr : the owner

Title : Special Gift

Cast : Jessica Jung, Kwon Yuri

Genre : Genben, Romance

Jessica menyandarkan tubuhnya disandaran kursinya yang lebar dan panjang. Dia baru saja menyelesaikan proposal untuk di ajukan ke Park Advertising.

Dia regangkan otot-ototnya yang terasa kaku, wajarlah karna dia berkutat dengan laptopnya selama 3 jam. Mengetik-menghapus jika ada kesalahan satu huruf saja kemudian memeriksanya kembali, dia adalah seseorang yang perfeksionis apalagi jika sudah menyangkut dalam hal pekerjaan. Apalagi dia adalah Jessica Jung, CEO dari Jung Fashion, perusahaan fashion nomor 1 di Korea, jadi semuanya harus benar-benar dia perhitungkan dengan matang dan sempurna.

Dia memijat kedua ujung pelipisnya, begitu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan selama satu minggu ini. Tak heran jika dia harus pergi pagi-pagi dan baru pulang pukul 11 malam. Dia mengambil handphonenya yang sejak tadi tergeletak di samping laptopnya. Waktu menunjukkan pukul 09:00 malam dan dia masih disini. Dia kembali menaruh handphonye ke tempat semula, tak ada pesan ataupun telpon dari seseorang yang dia tunggu, siapalagi kalau bukan kekasih tercintanya, Kwon Yuri. Namja yang berhasil mencuri hatinya dan membuat hari-harinya lebih berwarna selama 2 tahun ini. Jessica menghela napas berat, sudah 3 hari ini Yuri tak pernah menelponnya atau sekedar mengirim sms untuk memberi kabar. Setiap Jessica menelpon, handphoneya sering tidak aktif, di sms-pun tak pernah sekalipun dibalas. Seringkali pikiran negatif menjalari otaknya.Tapi dia berusaha untuk terus percaya dan berpikir bahwa Yuri juga memang sibuk. Terbesit keinginan untuk berkunjung ke apartment Yuri sepulang kerja, namun itu hanya bisa jadi angan-angannya saja mengingat waktunya yang tak banyak karna tersita oleh pekerjaan. Ya, begitulah resiko menjadi Direktur di sebuah perusahaan besar.

Dia membuka matanya, dan tatapannya tak sengaja melihat sebuah bingkai foto yang berada di ujung meja kerjanya. Fotonya bersama kekasihnya.

 yulsic

(Sumpah ini maksa banget xD. Maaf jelek, masih pemula ngedit beginian.)

Sebuah senyuman manis terlukis diwajah cantiknya ketika mengingat moment-moment indahnya bersama namja itu.

flashback

Jessica mengusap-usap kedua lengannya, hujan turun dengan lebatnya dan dia merasa kedinginan. Mobilnya mogok jadi dia terpaksa menggunakan kendaraan umum, yaitu bis. Dia tidak ingin naik taksi jika sudah malam begini karna sering mendengar kabar tentang kejadian tak mengenakkan yang sering terjadi beberapa minggu kebelakang. Untunglah halte cukup ramai jadi dia tak perlu khawatir.

DIN DIN

Suara klakson mobil yang berhenti tepat didepannya membuat dia terperanjat kaget. Jessica mengerutkan keningnya sambil melihat ke arah jendela mobil pengemudi, menerka-nerka siapa sang supir.

“Masuklah !.” pinta seseorang ketika dia sudah membuka jendela pintu mobilnya. Orang itu harus sedikit berteriak karna hujan deras.

Tak perlu berpikir 2 kali bagi Jessica untuk langsung masuk ke dalam mobil itu. Setelah siap, mobil audi R8 hitam itu melaju menerobos hujan.

“Aigoo Princess kenapa kau tak bilang jika mobilmu mogok huh ?” tanya Pria itu dengan nada khawatir. Jessica hanya tersenyum mendapat perhatian dari namja yang baru menjadi kekasihnya selama 2 hari tersebut.

“Aku sudah bilang pada Pak Lee untuk mengurus mobilku. Lagipula bukankah kau sedang ke Incheon ?” tanya Jessica sambil mengelap tasnya yang sedikit basah.

“Aku baru saja pulang. Untunglah tadi aku lewat ke halte itu dan melihatmu. Tak bisa aku bayangkan jika kau harus naik bis malam-malam begini. Aish kalau kau kenapa-kenapa bagaimana ?” Jessica hanya terkekeh mendengar ucapan Yuri, namjanya ini terdengar lucu jika sedang khawatir.

“Sudahlah Yul, aku kan sudah aman disini bersamamu.” Jessica meraih tangan Yuri lalu mengusapnya, berusaha meredam kekhawatiran namja berkulit coklat itu.

“Apa kau sudah makan ?” Yuri menarik tangan Jessica yang tadi menggenggamnya lalu mengarahkannya ke bibirnya, menciumnya dengan lembut.

Jessica hanya menggeleng dengan polosnya.

“Sudah ku tebak. Aigoo kau ini akhir-akhir ini sering melewatkan jadwal makanmu. Baiklah, sekarang kita cari restaurant untukmu makan.” Yuri melihat kekiri dan kanan mencari restaurant terdekat.

“Tidak usah Yul, aku pulang saja. Aku lelah sekali.” rengek Jessica.

“Tidak. Kau harus makan dulu mengerti ?.” akhirnya Jessica menurut.

End of flashback

Jessica hanya tersenyum lemah, dia begitu merindukan Yuri. Dia menghela napas lemah, setelah itu dia mematikkan laptopnya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam tas lalu pulang. Dia ingin tidur seharian untuk menghilangkan rasa penatnya, untunglah besok hari sabtu.
.
.
.
.
“Baby bangunlah.” Jessica menggerakkan kelopak matanya sedikit. Tapi sama sekali tak membuka matanya ataupun bergerak.

“Baby hey bangun.” Suara itu terdengar lebih dekat ditelinganya ditambah dengan sebuah tepukan halus dipipi Jessica. Karna merasa terganggu, Jessica berbalik membelakangi sumber suara. Dia hanya menganggap bahwa itu adalah suara makhluk pengganggu tidur.

“Haish gadis ini jika sudah pacaran sama kasur pasti susah dibangunkan.” ternyata itu adalah Yuri. Yuri mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Kemudian sebuah senyum jahil terpancar diwajahnya.

Dia melompat ke kasur lalu melompat seperti anak kecil yang berusaha membangunkan orangtuanya.

“Baby~ Sicababy bangunlah…” Suaranya bergetar karna dia mengucapkannya sambil melompat-lompat.

Jessica sama sekali belum membuka matanya. Dia hanya menutup kedua telinganya.

“ARGHHHH” Jessia berteriak kesal ketika Yuri menjatuhkan diri dan sekarang posisinya berbaring di samping Jessica.

“Baby bangunlah ayo bangun.” Yuri tak pantang menyerah, kali ini dia menusuk-nusuk pinggang Jessica karna Yuri tau itu adalah titik lemah Jessica.

“YAH STOP !!! Geli~~~” akhirnya Jessica membuka matanya dengan terpaksa. Dia masih sangat ngantuk.

“Bangun dong sayang ini sudah jam 11 siang.” Yuri merapikan rambut-rambut yang menghalangi wajah cantik Jessica.

“Aku ingin tidur seobang-ah, aku lelah.” rengek Jessica dan kembali memejamkan matanya. Dia kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Yuri.

“Ayolah bangun Baby~ apa kau tak merindukanku huh ?” Yuri mendekat dan memback-hug Jessica. Melingkarkan tangannya dipinggang Jessica dan meletakkan dagunya dibahu Jessica.

“Aku ngantuk Yuri ! Jangan ganggu.” Jessica menghempaskan bahunya karna kepala Yuri cukup berat.

“Ayo dong baby~ aku ingin mengajakmu jalan-jalan seharian ini. Bangun cepat~” Yuri menguncangkan tubuh Jessica kali ini.

“5 menit lagi.” Jessica mengangkat ke lima jarinya dan menempelkannya tepat diwajah Yuri.

“Tidak ada. Ayo bangun dan mandi…atau kau mau aku yang memandikanmu ? Pilih saja.”

“Yah ! Awas ya kalau kau berani.” Syukurlah mata Jessica sudah terbuka seutuhnya hhmm atau mungkin lebih lebar ? Karna sekarang dia sedang melotot ke namjachingunya yang hanya nyengir itu.

“Hahaha sudah ayo. Hup !” Yuri melingkarkan satu tangannya di leher Jessica dan satunya lagi dilekukan lututnya. Menggendongnya menuju ke kamar mandi. Setelah sampai, dia segera menurunkan Jessica lalu menutup pintunya.

“Aku akan buatkan makan siang untuk kita dulu.” Yuri keluar lalu menuju ke dapur dan mulai kegiatan masak-memasaknya.
.
.
.
.
“Ayolah baby kau jangan merajuk begitu.” Yuri berusaha membujuk Jessica yang sejak tadi merajuk. Wajarlah dia begitu, sudah 20 menit mereka berjalan mengitari jalanan Apgujeong. Yuri sengaja membawa Jessica jalan kaki agar jalan-jalan mereka bisa lebih lama dan santai. Meski Jessica memakai flat shoes, tapi tetap saja yang namanya Princess Jessica tidak kuat lama-lama jalan.

“Kakiku pegal Seobang~ cuacanya juga cukup panas.” Jessica merengek sambil mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya.

“Yasudah kalau kau pegal, naiklah ke punggungku. Perjalanan kita masih panjang.” Yuri berbalik membelakangi Jessica.

“Tidak usah. Malu tau sama orang-orang. Lagipula kau ini sebenarnya mau ajak aku kemana sih ? Daritadi kita hanya jalan-jalan tak tentu arah.”

“Aku hanya ingin jalan-jalan saja. Aku merindukan saat-saat kita jalan berdua.” Yuri kembali menggenggam tangan Jessica.

“Apa kau haus ? Aku akan cari minuman.” Yuri mengusap keringat Jessica yang berada dikeningnya menggunakan sapu tangan yang dia bawa.

“Yasudah cepat ya. Aku haus sekali.” kata Jessica sambil melihat ke sekeliling untuk mencari tempat berteduh.

Yuri mengangguk lalu berjalan kesana-kemari untuk mencari penjual minuman atau mini market terdekat. Sedangkan Jessica berjalan menuju ke depan sebuah toko yang memajang beberapa gaun pengantin yang dipakaikan di mannequin. Dia menatap takjub pada sebuah gaun putih yang cantik dan anggun. Jessica tersenyum ketika dia membayangkan jika dia yang menggunakan gaun itu.

“Ini minumannya baby. Kau sedang liat apa ?” Yuri menenteng satu kantung plastik yang berisi dua botol air mineral.

“Ini Yul, aku sedang melihat gaun ini. Cantik sekali kan ?” Jessica tak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Masih menatap kagum gaun dihadapannya itu.

“Kau mau mencobanya ?” tanya Yuri sambil membuka botol air tersebut lalu menyerahkannya ke Jessica. Jessica mengambilnya lalu menenggaknya.

“Tidak usah Yul, aku hanya ingin melihatnya saja.” Jessica memasukkan botol air tadi ke kantung plastik yang Yuri pegang.

“Tidak ada salahnya mencoba Sica-ah. Ayo masuk.” tanpa menunggu respon dari Jessica, Yuri langsung menarik tangan Jessia untuk masuk ke toko tersebut.

“Silahkan Tuan dan Nyonya. Ada yang bisa saya bantu ?” tanya seorang wanita yang adalah pelayan toko disitu.

“Aku ingin lihat gaun yang didepan itu. Yang terpajang ditengah-tengah, tolong pakaikan padanya.” Yuri sedikit mendorong tubuh Jessica kedepan.

“Baiklah Nyonya, mari ikut saya.” kata pelayan toko tersebut. Dengan sedikit malas, Jessica mengekor dibelakang wanita tersebut.

Yuri hany tersenyum melihat ekspresi Jessica yang agak malas. Lalu Yuri berkeliling toko melihat sederetan gaun dan tuxedo.
.
.
.
.
Jessica keluar dari kamar ganti dengan menggunakan gaun yang dia sukai tadi. Jessica tampak terkejut ketika melihat Yuri yang ada dihadapannya dan sudah menggunakan setelan tuxedo hitam dan kemeja dalam berwarna putih dengan dasi kupu-kupu yang menghiasi lehernya. Yuri tampak gagah dan tampan, ditambah lagi dengan senyumannya yang khas membuat Jessica menatap malu-malu ke arahnya.

“Aigoo…Princessku ini cantik sekali.” Yuri mendekat lalu berjalan mengitari Jessica yang masih berdiri malu-malu.

“Nah Noona, tolong foto kami berdua.” Yuri menyerahkan handphonenya ke pelayan toko tadi.

“Princess, tersenyumlah.” kata Yuri, dia meraih tangan Jessica dan melingkarkannya di lengannya. Memintanya menggandeng Yuri.

Jessica menurut dan mulai berpose sambil menampilkan senyuman manisnya melihat ke arah kamera.

“Woah kalian serasi sekali.” wanita itu menyerahkan kembali handphonenya kepada sang pemilik.

“Yuri-ah, sudah ya. Aku mulai merasa risih.” kata Jessica sedikit berbisik.

“Yasudah kalau begitu, gantilah bajumu.” kata Yuri. Jessia kembali masuk ke dalam ruang ganti diikuti oleh pelayan toko itu untuk membantunya berganti baju. Sedangkan Yuri berjalan menuju ke tempat dimana manager toko itu berada.
.
.
.
.
Malam pun menjelang. Terlihat kerlap-kerlip lampu yang menghiasi setiap toko yang berjejer rapi di sepanjang perjalanan.

“Apa kau mau belanja ? Bagaimana kalau kita pergi ke mall sekalian makan malam lalu menonton film ?”

“Yasudah. Aku juga mulai lapar.” kata Jessica sambil mengusap-usap perutnya. Mereka masih tetap berjalan kaki kesana-kemari. Bagi sebagian orang, cara berkencan seperti ini sudah dianggap biasa, namun tidak untuk Jessica. Kemanapun dan bagaimanapun jika itu bersama Yuri, dia akan merasa senang. Sudah memiliki waktu untuk bertemu dan jalan bersama seperti inipun dia sangat senang.

Mereka memasuki sebuah mall yang cukup besar lalu mencari sebuah restaurant untuk makan malam.

“Kau mau makan apa ?” tanya Yuri sambil melihat sederetan tempat makan yang ada disitu.

“Aku ingin makan pizza.”

“Mwo ? Pizza itu tak sehat. Bagaimana kalau kita coba spaghetti atau pasta saja mungkin.”

“Andwae~ aku mau pizza~” Yuri melemah. Dia memang akan kalah jika Jessica sudah menggunakan jurus andalannya yaitu aegyo ketika mereka ber-argument seperti ini.

“Huft baiklah baiklah. Ayo.” merekapun memasuki sebuah restaurant Italia.
.
.
.
.
“KYAAAAAA.” Jessica berteriak dengan kencang. Kali ini mereka susah berada di dalam sebuah bioskop dan sedang menonton film horror.

“Kyaaaa~” entah sudah berapa kali Jessica berteriak. Yuri hanya bisa pasrah telinganya berdengung dan tubuhnya sakit karna Jessica berkali-kali memukulinya untuk melepaskan rasa takutnya.

“ISH kenapa kau malah ngajak nonton horror huh ?” omel Jessica ketika mereka baru saja keluar dari studio film.

“Hanya itu yang film seru yang tersedia saat ini.”

“Huh kau tau aku paling anti film horror tapi kau malah sengaja membawaku kesana.” Jessica melipat kedua tangan didadanya pertanda dia sedang kesal.

“Oke baby oke maafkan aku. Bagaimana kalau kita lanjutkan saja perjalanan kita okay ?”

“Aku mau pulang. Lagipula ini juga sudah larut malam.” Jessica menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 09:45 malam.

“Aku masih ingin mengajakmu ke suatu tempat. Ayo ikut.” Yuri kembali menarik paksa Jessica berjalan menuju ke luar mall. Jessica hanya bisa pasrah kemana namjachingunya ini akan membawanya pergi.
.
.
.
.
Mereka melanjutkan perjalan menuju ke sungai han. Tas belanjaan milik Jessica sudah diambil oleh orang suruhan Jessica untuk dibawa pulang agar mereka tidak risih dan repot jika harus membawa 10 kantung belanjaan.

“Yuri-ah, berapa lama lagi kita sampai ?” Jessica kembali merengek. Dia sudah benar-benar lelah.

“Sebentar lagi Sica. Sudahlah, cepat naik ke punggungku.” Yuri berdiri membelakangi Jessica. Dengan sedikit ragu, Jessica merangkak naik ke punggung Yuri. Melingkarkan tangannya dileher Yuri dan menenggelamkan kepalanya dibahu Yuri. Jessica senang jika Yuri sudah memperlakukannya seperti putri begini. Meski dia sedikit malu jika Yuri melakukannya di tempat umum dan terbuka begini.

“Nah, kita sudah sampai.” Yuri menurunkan Jessica ketika mereka sudah sampai di tempat yang Yuri tuju. Menghadap ke sungai Han, tidak jauh dari Banpo Bridge. Jembatan megah di Korea Selatan yang terkenal dengan pertunjukkan air mancur pelangi di malam hari.

Jessica menatap takjub ke arah jembatan yang berwarna-warni itu. Sudah lama dia tak mengunjungi tempat ini.

“Seperti jembatan itu, kau selalu membuat hari-hariku tampak berwarna dengan kehadiranmu disisiku.” ungkap Yuri sambil melingkarkan tangannya dipinggang ramping Jessica, memeluknya dari belakang.

“I love you Sica-ah, kau adalah anugrah terindah yang pernah aku milikki.”

“Ish cheesy.” Jessica menepuk tangan Yuri yang masih melingkar didepan perutnya.

“Aku serius Sica.” kata Yuri jujur.

Wossshhh…Angin berhembus dengan kencang dan membuat tubuh Jessica sedikit bergetar karna dingin. Dia hanya memakai jaket yang agak tebal. Meski Yuri memeluknya seperti ini tetap saja dia masih merasa kedinginan.

Yuri melepaskan pelukannya lalu mulai membuka jaketnya.

“Apa yang kau lakukan ?” tanya Jessica ketika Yuri melepaskan jaketnya. Yuri tak menjawab dan langsung melingkarkan jaketnya ditubuh Jessica.

“Agar kau tak kedinginan.” kata Yuri. Dia kembali memeluk Jessica dari belakang, meletalkkan dagunya dipuncak kepala Jessica.

“Lalu bagaimana denganmu ? Kau juga pasti kedinginan.” Ya, sekarang Yuri hanya memakai kaos yang bahannya cukup tipis.

“Dengan memelukmu seperti ini aku sudah merasa hangat.”

Sejenak mereka hanya diam dan menikmati pemandangan kota yang berada diseberang sungai Han dimalam hari. Lampu-lampu yang menghiasi gedung-gedung pencakar langit itu tampak indah. Ditambah lagi langit penuh bintang semakin menambah kesan romantis dari dua sejoli yang sedang menyalurkan rasa rindu.

“Sica-ah, apa saat kau jatuh langit kau tidak merasa sakit ?” tanya Yuri tiba-tiba.

“Tidak. Karna aku jatuhnya tepat ke pelukanmu.”

“Hey kenapa kau juga cheesy begitu huh ?”

“Mempunyai pacar yang cheesynya tingkat akut jadi membuat aku tertular.” mereka tertawa bersama.

“Aahh ini saatnya. Sica-ah lihatlah kembali jembatan itu.” Jessica menuruti apa yang Yuri ucapkan. Dia sedikit mengerutkan keningnya ketika mendapati jembatan yang gelap dan tak ada lampu sama sekali.

Sedetik kemudian, wajah Jessica menggambarkan keterkejutan yang luar bisa ketika satu persatu huruf mulai muncul terukir di Banpo Bridge.

“Yuri ahh” hanya itu yang bisa dia ucapkan.

Tulisan yang dia lihat sekarang adalah “Happy Birthday Jessica.” tulisan yang sangat besar dan menempel di Banpo Bridge. Tak lama kemudian terdengar suara kembang api yang menghiasi langit malam kota Seoul.

“Happy birthday baby.” Yuri membalikkan tubuh Jessica kemudian mengecup keningnya begitu lama.

“Ini lah alasanku mengajakmu jalan-jalan seharian dan berhenti disini.”

“Yah~ kenapa kau tak bilang ?”

“Kalau aku bilang berarti bukan surprise lagi dong~.” Yuri mencubit pipi Jessica dengan gemas.

“Happy birthday to you happy birthday to you happy birthday happy birthday happy birthday Jessica.” YulSic menoleh ke kanan dan mendapati keluarga mereka dan sahabat mereka yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan Krystal yang membawa kue ulang tahun.

“Happy birthday unnie. Ayo tiup lilinnya.” ucap Krystal sambil mendekatkan kue yang dia bawa ke arah Jessica.

Jessia memejamkan mata untuk mengucapkan harapannya dalam hati. Setelah selesai, dia membuka matanya dan meniup lilinnya. Kemudian seluruh sahabat Yuri dan Jessica bergantian mengucapkan selamat. Ada TaeNy, YoonHyun, SooSun, HyoNic dan tak lupa Mr & Mrs. Jung dan Mr & Mrs. Kwon yang juga turut hadir.

“Baiklah semuanya ehem ehem…aku akan mengumumkan sebuah pengumuman penting jadi mohon perhatiannya.” kat Yuri sambil sedikit berdehem.

Semua orang yang ada disitu mendadak menutup mulut mereka dan menunggu Yuri untuk melanjutkan ucapannya.

“Baiklah seperti yang sudah kalian ketahui bahwa gadis disampingku ini, gadis yang sekarang sedang berulang tahun adalah kekasih tercintaku, Jessica Jung. Dan aku sangat mencintainya. Dia sudah membuat hari-hariku menjadi lebih berwarna. Dia yang mampu membekukan sifat playboyku dulu hahaha dan dia juga yang berhasil merubahku menjadi seseorang yang membuatku menjadi Kwon Yuri yang lebih baik.” Yuri menoleh untuk menatap wajah Jessica. Mata Jessica sudah berkaca-kaca sejak tadi.

“Dan sekarang dihadapan kalian semua, sahabat-sahabatku, Appa Umma, Daddy and Mommy apa kalian merestui kami ?” tanya Yuri kepada kedua orang tuanya dan kedua orang tua Jessica yang hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Baiklah akan aku lanjutkan.” Yuri bertekuk lutut dihadapan Jessica sambil menunjukkan sebuah box berisi cincin

“Aku, Kwon Yuri ingin menjadikanmu, Jessica Jung untuk menjadi istriku, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakku dan wanita yang akan menjalani kehidupan bersamaku hingga maut memisahkan. Jadi, Sicababy, maukah kau menikah dengan Kwon Seobang bodohmu ini ?” Yuri bertanya dengan wajah harap-harap cemas. Tetap saja dia takut jika Jessica akan menolaknya.

“Aku mau Yuri-aahh.” suara Jessica terdengar bergetar karna dia terkejut dan tak menduga jika Yuri akan melamarnya hari ini, di hari spesialnya.

“Yohooo” seru Yuri. Dia berteriak gembira lalu berdiri dan memeluk Jessica diiringin sorak sorai dan tepuk tangan dari keluarga dan sahabat mereka.

Yuri menyematkan cincin yang sudah dia siapkan ke jari manis Jessica. Jessica hanya bisa tersenyum bahagia mendapati hadia terindah yang pernah dia terima di hari ulang tahunnya selama 25 tahun ini.

“Cium cium cium cium” entah siapa yang mulai berteriak seperti itu namun sekarang semuanya dengan kompak meminta Yuri dan Jessica untuk.berciuman.

Jessica hanya menunduk malu-malu. Yuri hanya terkekeh lalu mengangkat dagu Jessica hingga pandangan mereka bertemu. Perlahan Yuri mendekat dan mempertemukan bibirnya dengan bibir Jessica yang sudah jarang dia rasakan akhir-akhir ini.

“Wohooooo.” seru semuanya. Dan kembang api pun kembali memperlihatkan keindahannya melengkapi kebahagiaan dua insan yang baru saja menaikkan level hubungan mereka ke arah yang lebih serius.

-THE END-

Yeheeyyyy gimana nih gimana ? Feel free to komen yow :3 love y’all.

THANKS READER :*

Byebye~

Advertisements

57 comments

  1. *sherin · May 4, 2014

    Happy ending ^^
    edit nya bagus thor hahaha
    yul gtng bngtt
    yulsic ♥♥♥

    • soshiroyalroom9 · May 5, 2014

      Lol itu meski masih amburadul tetep aja ganteng kwon seobang mah waks

  2. sone_29 · May 4, 2014

    Err yulsic bner” bisa bkin orang kena diabetes
    Kwonyul kenapa kau begitu manis isshhh
    Thor bkin sequel’a dong hhe
    Dtggu ff yg lainnya ^^

  3. Freesoshione · May 4, 2014

    Kwon seobang romantis bngettt siehh

  4. kazamasone899 · May 4, 2014

    Romantis bgtttt T^T
    Lanjut thorrr

  5. Taepany · May 4, 2014

    ah Yuri so sweet banget.. ><

  6. monic liu · May 4, 2014

    ahahaha wlaupun telat…
    ini lebih baik dripda gk sma sekali tor….
    gomawo :* hihi
    nice ff so cheesy

  7. iloeng · May 4, 2014

    aduh nyari dmn pacar ky soebang bodohnya sicca onnie
    sweet bner dah ah

  8. sone42252 · May 4, 2014

    Wah wah happy ending ini ne yg aku suka hehehe WGM nya aku tunggu ya thor

  9. aulshi · May 4, 2014

    hahahah ceritanya ringan tapi ngena banet yee?? hahahha
    sumpah nggak kebayang jika mereka menikah pasti itu rumah akan ramai dengan kekonyolan yul dan jeritan sica hahahahh dan jangan lupa jika mereka punya anak, aku yakin litle kwon bakalan mewarisi sifat sang appa hahaah

    • soshiroyalroom9 · May 5, 2014

      Ya iyalah pasti contohnya Kwon Yoona/? Tengelinya mirip bapaknya hahaha

  10. pipit · May 4, 2014

    yeee bgus thor kirain yul bkln lp m ultah baby sica.tp knp g genre yuri j thor lbh kena gt hehe.

  11. kwonjess · May 5, 2014

    sequelnya thorrrrrrrrrrrr…………

  12. prillyties · May 5, 2014

    Wohooo akhirnya update ff special birthday jessica , ya walaupun terlambat tapi masih mending daripada g sama sekali . Ohoohohoho daebak ~~ feelnya lumayan , editannya lumayan . Tapi agak perlu sedikit di rapihkan editannya yul , masih kelihatan jelas itu . Hehehehe tetap semangat dek author buat ff nya ya ~~ ‘-‘9 semangat kakak .

    • soshiroyalroom9 · May 5, 2014

      Hahaha iya mbak pril~ aku baru pertama ngedit gituan >.< kudu minjem otaknya bang riyu dulu hehehe. Makasih :3

  13. coel · May 5, 2014

    Waaaah yulsic nya jjaaaaang.. Wlaupun tahun ini g ada moment 418 tp royal shipper berbahagia krna ff yg sweet gini dr autor.. Gomawo tor^^

  14. ienyoonaddict89 · May 5, 2014

    annyeong…

    yul romantis nya…

    selamat buat yulsic
    yg mo nikah…
    di tunggu undangannya..
    haaahaaaa….

  15. NewReader · May 5, 2014

    Manis ceritanya kaya yulsic 🙂

  16. hana mutia · May 5, 2014

    ahhhh sweet yulsicnya qaqa… :*

  17. imyoongiie · May 5, 2014

    Yaay~ happy ending! yul sweet banget sih jd namja, jd pengen punya pacar seperti yul 😉 ,editan fotonya bagus kok thor 😀 ,next dgn ff yoonhyun. bolehkan thor hihi, gomawo ❤

  18. WR · May 5, 2014

    Saya suka saya suka 😀
    Btw thor wgm nya kapan di lanjutin ?? Udah ga sabar nih hehe

  19. Airin · May 5, 2014

    Aduch yul romantis banget dech bener-bener sweet

  20. RZ · May 5, 2014

    jiaaaaahh yul oppa bisa aja nih surprise partynya. hahahhaaha good job oppa. 🙂
    woooohhhhoooo asyk, yulsic mau nikaaaahh.. ^^ bulan madunyana thor?? wkwkwkwk
    sudah terhibur dgn crta ini, ya kita smua tau knpa kmrn ultah sica gak bisa dirayain secara meriah..tp gpp, baca ff ini aja udh ckup. makasih thor

  21. choding · May 5, 2014

    Kwon yul emang slalu berhasil buat saya diabetes hahaha

    • soshiroyalroom9 · May 5, 2014

      Udah berapa kali jadi korban diabetes Yuri ? Hahaha

      • choding · May 5, 2014

        Saking seringnya jadi gatau deh udah berapa kali dibuat diabetes sama si kwon yul hahaha

      • soshiroyalroom9 · May 5, 2014

        Hahahaha kesian amat

  22. joe · May 6, 2014

    aduhh kwon yuri lu romantis banget sih..
    beruntungnya jessica jung ya..

  23. taengo · May 8, 2014

    woow..yulsic so sweet…bikin mealting

  24. dongsaeng · May 13, 2014

    ecieee yul sweet deh…sica ampe meleleh(?) tuh…
    berakhir dgn yulsic yg bakal menikah…chukkae…

  25. yoonyul forever · June 22, 2014

    Kwon seobang lama2 makin so sweet

  26. aulshi · August 3, 2014

    ada sequel nggak?? after married gitu hihihih
    lama amat ini authornya nggak update,,, -_- ampe bersarang nich wp

  27. junilleen · April 6, 2015

    Hahahaydeuh co cweet nii yeee soebang ngerayunya pinter pasti belajar dari jessica iskandar ahaaha

  28. yulsicc jung · September 17, 2015

    kyaaaa!!!!!!! so sweetttttt,,,,,neomo,,neomo,,chuwaa,,,,,

  29. kim hwang · February 17, 2016

    YulSic realy realy something

  30. kimie · October 16

    yul bikin iri aja..mana sica gak klepek2 di buat..terlalu sweet deh kejutannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s