We Got Married [4/?]

Episode 2 ^^ kira-kira sekarang ngapain ? Silahkan baca~ happy reading~

~~~~~~~~~~

image

Tepat pukul 6:00 pagi, mobil BMW silver milik Taeyeon sampai di basement gedung apartment dorm SNSD diikuti oleh 2 kameramen, 1 PD-nim dan 1 kru yang ikut di dalam mobil Taeyeon.

Taeyeon dan para kru keluar dan berjalan masuk menuju ke lantai 11 tepat dimana dorm SNSD berada.

“Taeyeon-sshi bagaimana perasaanmu kali ini ?” tanya PD-nim. Kameramen sudah sejak tadi merekam.

“Jujur saja aku merasa gugup karna ini pertama kalinya aku berkunjung ke dorm SNSD. Terlebih lagi aku harus membangunkan ‘yeojachinguku’ hahahah.” jawab Taeyeon diselingi tawanya yang khas. Mereka sudah di dalam lift sekarang.

“andai saja dia yeojachinguku betulan…..aish apa yang kau pikirkan Taeyeon ?! Fokus !!!”

5 menit kemudian mereka sudah sampai tepat di depan dorm SNSD.

Tok tok tok….

Taeyeon mengetuk pintu dan terdengar suara orang yang bilang “sebentar” dari balik pintu.

Cklek…

“Annyeong Hyoyeon-sshi.” sapa Taeyeon pada gadis yang memakai apron didepannya itu yang ternyata adalah Hyoyeon.

“Oh Annyeong Taeyeon-sshi, apa kau mencari Tiffany ?” tanya Hyoyeon, sesekali dia melambai ke arah kamera.

“Ne, apa dia sudah bangun ?” tanya Taeyeon sambil melihat ke arah belakang Hyoyeon.

“Kurasa belum. Ahhh aku lupa, dimana tatak ramaku, ayo masuk masuk silahkan.” kata Hyoyeon lalu menyingkir untuk memberi ruang agar Taeyeon dan para kru masuk.

“Woah dorm kalian cukup besar dan nyaman.” kata Taeyeon dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan yang di dominasi warna putih itu.

“Ehmm Taeyeon-sshi, maaf sepertinya aku harus kembali ke dapur dan menyiapkan sarapan, ohya aku juga akan menyiapkan sarapan untuk kalian.”

“Hhmm tadi kau bilang Tiffany belum bangun, bisakah kau beritahu aku dimana kamarnya. Emm maksudku apa tidak apa-apa jika aku membangunkannya ?” tanya Taeyeon hati-hati.

“Hahahaha silahkan saja. Kau tinggal lurus saja dari sini kemudian belok ke kiri, kamarnya ada disebelah kamar mandi.” kata Hyoyeon sambil menunjuk ke arah yang dia sebutkan.

“Baiklah kalau begitu. Terimakasih.” kata Taeyeon lalu berjalan menuju ke kamar Tiffany.

Tok tok tok “Fany-ah.” panggil Taeyeon.

Karna tak ada jawaban akhirnya Taeyeon memutuskan untuk membuka pintunya dan masuk. Untunglah pintunya tidak dikunci.

Baru satu langkah Taeyeon masuk, kepalanya sudah merasa sedikit pusing. Bagaimana tidak ? Kamar Tiffany semuanya berwarna pink. Dari mulai kasur beserta sprei dan selimutnya, meja, lampu, lemari, karpet, kursi dll. berwarna pink bahkan temboknya pun dicat pink.

“Woah tak kusangka dia se-addict ini pada warna pink.” kata Taeyeon.

Perlahan dia mendekat ke tempat dimana Princessnya berada. Taeyeon berjongkok dihadapan Tiffany yang tidur dalam posisi miring dan berhadapan dengannya juga itu. Untuk beberapa detik Taeyeon sama sekali tak mengedipkan matanya, dia benar-benar terpesona dengan wajah tidur Tiffany yang terlihat seperti malaikat itu. Dengan cepat, Taeyeon merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar Tiffany.

“Psst Taeyeon-sshi, kau harus membangunkannya ?” bisik kameramen yang setia merekam apa yang Taeyeon kerjakan.

“Woah sepertinya Taeyeon terpesona dengan wajah Tiffany.” kata Nayoung.
“Ya aku akui wajahnya memang cantik.” kata Jungmin.

“Fany-ah…” panggil Taeyeon sambil mengguncangkan tubuh Tiffany dengan pelan. Tak ingin menyakiti gadis cantiknya itu.

“Tiffany-ah…” kali ini Taeyeon menaikkan nada suaranya dan menepuk-nepuk pipi mulus Tiffany. Tapi gadis itu sama sekali tidak berkutik.

“Aish apa yang harus aku lakukan ?” tanya Taeyeon ada kameramen, sedangkan yang ditanya malah menaikkan bahunya pertanda dia tidak tau.

“Fany-ah…” kali ini Taeyeon menepuk-nepuk pipi Tiffany dengan sedikit keras.

“Khaa sepertinya gadis ini kerasukan arwah Jessica. Sejak kapan dia jadi tukang tidur begini.” gumam Taeyeon yang mengundang tawa dari para kru.

Taeyeon kemudian berdiri dan memberanikan diri membungkuk, bermaksud untuk mendekatkan kepalanya dan berbisik di telinga Tiffany.

“omo omo tak kusangka dia seberani itu.” pekik Nayoung.

“Tiffany-ah…ayo bangun. Aku akan mengajakmu ke rumah hantu.” bisik Taeyeon dengan pelan tapi tetap masih bisa didengar oleh yang lain.

1….2…3….

“ANDWAE…!!!” jerit Tiffany. Seketika kesadarannya terkumpul dan dia langsung bangun. Sedangkan Taeyeon hanya tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

Tiffany melirik Taeyeon. Dia sudah diberitau kalau hari ini ada syuting, tapi tidak tau jika adegannya dimulai dari dorm seperti ini.

“Kim Taeyeon !!!!” geram Tiffany. Jujur saja dia masih lelah karna dia baru sampai di dorm tepat pukul 2:30 karna latihan, dan sekarang bukannya dibangunkan dengan cara yang romantis tapi malah dijahili dan ditertawakan.

“Heheh maaf Fany-ah, habisnya kau susah sekali dibangunkan.” kata Taeyeon kemudian menunduk karna takut dengan tatapan Tiffany yang sedang marah.

Tiffany langsung melengos begitu saja menuju ke kamar mandi meninggalkan Taeyeon yang masih merasa bersalah.

Tidak lama kemudian seseorang terlihat berdiri di ambang pintu.

“Makanan sudah siap.” kata seseorang itu yang tak lain adalah Sunny.

Taeyeon dan para kru pun memutuskan untuk keluar duluan dan menuju ke dapur.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Taeyeon sedang berbincang-bincang dengan member SNSD lainnya. Tentu saja ini adalah salah satu adegan yang ada di script dimana Taeyeon harus mengenal para saudara Tiffany dan meminta restu tentunya.

Tak lama kemudian Tiffany datang masih dengan wajah kesal. Karna satu kursi yang kosong hanya disamping Taeyeon, jadi dia terpaksa duduk disitu.

“Wajahmu kenapa Fany-ah ?” tanya Jessica sambil menyuapkan kimbap ke mulutnya.

“Tidak apa-apa. Aku hanya sedang kesal.” jawab Tiffany, matanya kemudian melirik ke arah pria yang ada disampingnya.

Semua member juga langsung melihat ke arah Taeyeon. Berusaha mencari penjelasan. Sedangkan orang yang sedang dilihat, malah menundukkan kepalanya.

“Apa yang dia lakukan hingga membuatmu kesal unnie ?” tanya Seohyun.

“Dia membangunkanku dengan cara yang tak kusuka.” jawab Tiffany dengan nada dingin.

“Ahh aku tau, kau pasti menjahilinya kan Taeyeon ? Dengan mengatakan sesuatu yang tak dia suka.” kali ini Sunny yang buka suara.

Taeyeon hanya mengangguk pelan.

“Hahah asal kau ya Taeyeon, gadis maniak pink ini sangat suka dibangunkan dengan cara yang romantis. Jadi lain kali cobalah jadi pria yang romantis.” kata Hyoyeon.

“Mianhae Fany-ah, aku tidak tau.” rengek Taeyeon seperti anak kecil yang dimarahi oleh ibunya. Dia juga reflek mengenggam tangan Tiffany dan langsung mendapat respon “aawww” dari yang lain.

“Baiklah baiklah, maafmu aku terima. Sekarang ayo makan, aku lapar sekali.” kata Tiffany lalu mengambil sumpit miliknya.

Perbincangan pun berlanjut.

“Ohh aku sampai lupa. Hhmm sebenarnya maksud kedatanganku kemari juga, aku ingin meminta restu dari kalian.” kata Taeyeon malu-malu.

“Aigoo hahaha tak perlu diminta pun kami sudah merestui kalian.” ledek Jessica dan diangguki oleh yang lain.

“Haha aku hanya ingin memintanya dengan baik saja.”

“Oppa, kami tentu saja merestui kalian. Kalian terlihat sangat cocok, tapi oppa harus janji untuk menjaga Fany unnie dengan baik.” kata Seohyun.

“Aigoo hahahaha tak perlu diminta pun aku pasti akan menjaganya dengan baik.” kata Taeyeon menirukan kata-kata Jessica barusan. Dia kemudian melihat ke arah Tiffany sambil memperlihatkan senyuman dorkynya yang membuat wajah Tiffany memerah.

“Ahhhh betapa lucunya pasangan ini.” kata Jungmin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Taeyeon dan Tiffany sedang berada di dalam mobil. Mereka akan menuju ke suatu tempat dan mereka belum tau kemana mereka akan pergi.

“Taeyeon-ah, menurutmu kita akan kemana ?” tanya Tiffany kemudian mengalihkan pandangannya ke jendela. Melihat gedung-gedung pencakar langit yang mereka lewati.

“Entahlah. Aku juga tidak tau.”

10 menit kemudian mereka memasuki kawasan perumahan yang bisa dibilang cukup elit.

Taeyeon mengerutkan kening melihat jajaran rumah-rumah yang hanya berlantai satu tapi desainnya cukup mewah.

Mobil berhenti tepat didepan sebuah rumah dengan halaman depan yang cukup luas. Mereka pun turun dan memasuki kawasan rumah itu.

“Ini adalah rumah yang akan kalian tempati selama syuting WGM. Ini kuncinya, silahkan masuk dan lihat-lihat.” kata PD-nim dan menyerahkan sebuah kunci.

Taeyeon perlahan menekan knop pintu dan membuka pintu kayu itu. Mereka pun masuk dan melihat ke sekeliling ruangan yang masih terlihat luas karna hanya ada beberapa barang tang terdiri dari satu sofa yang cukup untuk 4 orang dan satu buah meja.

“Woah rumah ini cukup luas dan besar.” kata Taeyeon dan mulai menyusuri ke ruangan lainnya. Menuju ke dapur dimana lemari, meja memasak dan meja makan serta sebuah kulkas yang sudah tertata disana. Hanya perabotannya saja yang belum ada.

Setelah melihat-lihat dapur, mereka semua beralih ke sudut lain di rumah itu. Ke kamar tidur.

“Kamarnya tidak terlalu besar. Tapi terlihat nyaman.” kata Tiffany setelah mereka masuk dan melihat sekeliling ruangan. Hanya ada kasur berukuran king-size, lemari baju dan meja kecil disamping tempat tidur.

Setelah selesai dengan ruangan didalam, mereka beralih menuju ke halam belakang. Memang tak seluas halaman depan tapi tetap bisa memberikan kesan nyaman bagi penghuninya apalagi ditambah dengan sebuah ayunan kayu yang cukup untuk dua orang.

“Baiklah Taeyeon-sshi dan Tiffany-sshi, apakah kalian suka dengan rumah baru kalian ini ?” tanya PD-nim. Mereka semua sekarang sedang berada dihalaman depan.

“Ya kami menyukainya. Sederhana tapi terlihat nyaman.” jawab Taeyeon yang diangguki oleh Tiffany.

“Baiklah kalau begitu ini adalah missi kalian untuk hari ini.” PD-nim memberikan kartu kuning.

Taeyeon menerimanya kemudian membukanya.

“Belilah barang-barang untuk mengisi rumah baru kalian. Beli barang yang diperlukan saja. Terserah seberapa banyak yang kalian butuhkan.”

“Ohya, ini juga kunci mobil yang akan kalian pakai selama menjalani syuting WGM. Mobilnya ada didalam garasi.” kata PD-nim menyerahkan sebuah kunci mobil.

Taeyeon mengambilnya kemudian menuju ke garasi untuk mengeluarkan mobil yang diberikan pada mereka.

“Woah mobilnya bagus. Terimakasih.” kata Tiffany setelah melihat mobil sedan toyota berwarna hitam dan ada Taeyeon didalamnya, terlihat 2 buah kamera kecil yang dipasang di sudut kanan dan kiri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Suasan di dalam mobil terasa sedikit canggung. Karna hanya ada mereka berdua di dalamnya. Tiffany hanya fokus dengan kegiatannya yang memandang keluar jendela sedangkan Taeyeon hanya fokus menyetir tapi sesekali dia melirik Tiffany.

“Jika kau merasa lelah, kau bisa tidur sebentar. Aku akan membangunkanmu ketika kita sampai.” kata Taeyeon tiba-tiba.

“Tidak. Aku hanya ingin menikmati pemandangan saja.” kata Tiffany lalu kembali ke aktivitasnya semula.

“Apa kau tidak tertarik untuk mengobrol denganku ?” tanya Taeyeon

“Huh ? Eeuu aku…” Tiffany tak melanjutkan kata-katanya. Dia bingung harus menjawab apa. Bukan dia tidak mau mengobrol dengan Taeyeon tapi dia tidak tau topik apa yang pas untuk diperbincangkan. Dia juga merasa aneh karna tiba-tiba canggung seperti ini.

“Ahh kita sudah sampai.” seru Taeyeon saat mereka memasuki area Lotte Mart. Setelah menemukan parkir yang pas, mereka keluar dan terlihat juga para kru yang siap mengikuti.

Banyak pasang mata yang langsung melihat ketika Taeyeon dan Tiffany baru saja memasuki gedung Lotte Mart.

“Hmm menurutmu apa yang harus kita beli duluan ?” tanya Taeyeon.

“Hmm…” Tiffany berpikir sejenak. Dia terlihat tidak seperti Tiffany yang biasanya dan itu membuat Taeyeon khawatir.

“Apa kau sakit ?” tanya Taeyeon dengan penuh perhatian. Dia meraih tangan Tiffany kemudian menggenggamnya dan mengelus punggung tangan Tiffany menggunakan ibu jarinya dengan lembut.

Diperlakukan seperti itu oleh Taeyeon tentu membuat Tiffany merasa nyaman dan juga sedikit gugup.

“Aku tidak apa-apa. Sepertinya aku masih merasa lelah karna latihan semalam.” jawab Tiffany dengan jujur.

“Heish tadi kan sudah aku bilang jika kau masih lelah kau bisa melanjutkan tidurmu di mobil tapi kau tidak mau. Sekarang, apa kau masih kuat untuk melanjutkan kegiatan hari ini ?” tanya Taeyeon, tangannya masih belum lepas dari tangan Tiffany.

Tiffany menatap Taeyeon dan tergambar jelas kekhawatiran dari tatapan namja bermata coklat itu. Karna tak ingin membuat Taeyeon semakin khawatir akhirnya dia mengangguk mantap dan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan.

“Baiklah, tapi jika kau lelah bilang saja ya.” kata Taeyeon. Tiffany hanya mengangguk.

Mereka mulai menyusuri seisi Lotte Mart untuk mencari barang-barang yang mereka butuhkan. Sepanjang perjalanan Taeyeon tak pernah berhenti menceritakan kejadian-kejadian konyol yang pernah dia alami hingga membuat Tiffany tertawa dan kembali menjadi Tiffany yang ceria, mereka bahkan tak terlalu mempedulikan tatapan orang-orang atau juga para fans yang berkali-kali mengambil gambar mereka. Ya ibarat kata dunia milik berdua yang lain cuma nge-kost(?).

“Yuhuuu” seru Taeyeon lalu melompat di sebuah sofa berwarna biru tua.

“Taetae, jangan membuat malu.” kata Tiffany seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.

“Menurutmu bagaimana dengan sofa ini ?” tanya Taeyeon sambil menepuk-nepuk kursi yang dia duduki. Tiffany tidak menggubrisnya dan malah melihat kesana kemari mencari sofa dengan warna yang dia suka. Apalagi kalau bukan pink.

“Aish Taetae-ah, aku ingin sofa yang berwarna pink.” rengek Tiffany

“Aish kau lihat sendiri kan disini tak ada sofa berwarna pink ? Kita ambil saja yang ini bagaimana ? Tidak terlalu buruk.” kata Taeyeon berusaha membujuk.

Tiffany hanya memonyongkan bibirnya.

“Aish ayolah Fany-ah, masih ada barang lain yang harus kita beli. Jika ada warna pink, ambilah sesuai yang kau inginkan.” kata Taeyeon.

“Benarkah ?” mata Tiffany terlihat berbinar. Taeyeon hanya tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Setelah puas berkutat dengan furniture, peralatan rumah tangga dan barang elektronik, kali ini mereka sampai di supermarket untuk membeli kebutuhan makanan dan juga kebutuhan mandi. Mereka harus mengejar waktu karna Taeyeon harus bersiap tampil live di Music Bank dan setelah ini juga mereka harus melakukan pemotretan pre-wedding mereka.

Taeyeon mendorong trolley sedangkan Tiffany yang berjalan disampingnya sambil melihat-lihat jajaran rak makanan dan memilah-milah apa yang harus diambil.

“Fany-ah, kamu tau gak apa persamaan kamu dengan kipas angin ?” tanya Taeyeon saat mereka berhenti di rak yang menyediakan bumbu dapur.

“Enggak. Emangnya apa ?” tanya Tiffany sambil memasukkan garam, gula dan bumbu dapur lainnya ke dalam trolley. Setelah selesai mereka meneruskan perjalanan.

“Persamaan kamu sama kipas angin karna kamu sama-sama bisa menyejukkan hatiku.” jawab Taeyeon diselingi dengan cengiran khasnya.

Sedangkan Tiffany hanya tersipu malu.

“Fany-ah, apa tidak sakit ?” tanya Taeyeon yang masih setia mendorong trolley yang sudah mulai penuh itu. Sekarang mereka sedang memilih perlengkapan mandi.

“Sakit ? Apa maksdumu sakit ?” tanya Tiffany sambil memeriksa barang-barang di trolley, siapa tau ada yang terlewat.

“Itu, saat kau jatuh dari surga apa tidak sakit ? Ataukah bidadari sepertimu tidak bisa merasakan sakit ?” tanya Taeyeon.

Tiffany hanya menatap Taeyeon beberapa saat kemudian tertawa sambil bertepuk tangan yang menjadi ciri khasnya.

“Ish gombalanmu itu murahan sekali.” kata Tiffany sambil mencubit pipi Taeyeon.

“Ish aku serius Fany-ah.” kata Taeyeon.

“Sudahlah, kita harus segera membayar barang-barang ini. Kau tak lihat ini sudah hampir jam makan siang ?” kata Tiffany lalu berjalan mendahului Taeyeon menuju ke kasir.

“Omo kalian Taeyeon dan Tiffany SNSD kan ?” tanya salah satu petugas kasir.

“Ne.” jawab Taeyeon singkat sambil memindahkan barang-barang belanjaan ke meja kasir dibantu Tiffany juga tentunya.

“Woah kalian benar-benar pasangan yang cocok sekali.” kata kasir itu dan hanya dibalas senyuman oleh keduanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Fany-ah, kau mau makan dimana ?” tanya Taeyeon. Mereka sudah selesai dengan kegiatan belanja mereka dan sekarang sedang mencari restaurant yang pas untuk makan siang. Mereka tak membawa kantung belanjaan karna sudah diserahkan ke kru yang akan mengurus perlengkapan yang sudah mereka beli tadi untuk langsung dibawa ke rumah baru mereka.

“Kita makan di Italian resto saja bagaimana ? Aku sudah lama tidak makan pizza.”

“Baiklah, ayo kita kesana.”

Taeyeon hanya menatap tak percaya pada gadis dihadapannya itu. Apa dia kerasukan Sooyoung ? Pikir Taeyeon melihat porsi makan Tiffany yang tak seperti biasanya. Memang cara makan dia tidak rusuh seperti Sooyoung tapi porsinya bisa dibilang banyak.

“Taetae, kenapa kau tidak makan ?” tanya Tiffany yang menyadarkan Taeyeon dari lamunannya.

“Eoh ? Aku hanya merasa aneh saja dengan porsi makanmu sekarang. Tidak seperti biasanya.” jawab Taeyeon lalu memakan pizzanya.

“Entahlah akhir-akhir ini aku sering merasa lapar. Mungkin karna jadwal persiapan comeback yang  begitu padat hingga aku sering lupa makan.”

“Tapi kau juga harus tetap bisa mengatur porsi makanan dan makanan apa saja yang sehat untukmu. Pantas saja kau terlihat gemuk.”

“Yah aku tidak gemuk.” rengek Tiffany tak terima dibilang gemuk.

“Ish dasar pink pig, lihatlah pipi chubbymu ini.” kata Taeyeon sambil mencubit pipi Tiffany yang mulai terlihat tembem itu.

“Yah ! Kau sebut apa aku tadi ? Pink pig ?” tanya Tiffany dengan kesal. Dia mencubit lengan Taeyeon karna pria imut itu sudah meledeknya.

“Iya, pink pig pink pig.” kata Taeyeon dengan nada meledek.

“Ish kau benar-benar menyebalkan.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Selama di mobil, baik Tiffany maupun Taeyeon tak ada yang berani buka suara. Tiffany masih memasang wajah kesalnya sedangkan Taeyeon hanya tersenyum melihat wajah kesal Tiffany yang menurutnya lucu.

BLAAAMM

Tiffany membanting pintu mobil setelah mereka sampai di studio yang akan dijadikan tempat pemotretan mereka. Taeyeon.hanya geleng-geleng kepala melihat Tiffany yang sudah jalan mendahuluinya didepan. Kameramen sudah standby disamping Taeyeon.

Taeyeon sama sekali tak berniat mengejar Tiffany, dia hanya membiarkan Tiffany tenang dulu.baru dia akan mengejarnya.

“Aaahhh” jeritan Tiffany mengejutkan Taeyeon. Taeyeon lalu berlari menghampiri Tiffany yang sudah jatuh tersungkur itu.

“Fany-ah kau baik-baik saja ?” tanya Taeyeon. Dia berjongkok disamping Tiffany.

“Apanya yang tidak apa-apa, kau tidak lihat aku jatuh ? Lantainya licin dan kakiku terkilir.” kata Tiffany. Ternyata kesalnya belum hilang.

“Lagipula kenapa kau malah pakai high heels huh ? Aish naiklah ke punggungku.” kata Taeyeon yang sekarang berjongkok membelakangi Tiffany.

“Mwo ?”

“Kubilang naik saja ke punggungku. Ayo cepat, kita akan terlambat untuk pemotretan.” dengan sedikit ragu akhirnya Tiffany naik ke punggung Taeyeon dan langsung melingkarkan tangannya dileher Taeyeon.

“kyaaaaa mereka begitu lucu. Chemistry diantara mereka benar-benar alami.” seru Nayoung yang diangguki oleh Jungmin.

TaeNy sampai distudio dan langsung bersiap-siap menjalani pemotretan. Tentu saja setelah kaki Tiffany diobati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Taeyeon tampil gagah dan tampan dengan setelan tuxedo lengkap. Rambutnya sedang dirapikan oleh seorang hairstylist dan wajahnya juga sedang diberi sedikit sentuhan make up.

Disisi lain, Tiffany tampil anggun dan cantik bak putri raja dengan wedding dressnya ditambah dengan aksesoris mahkota bunga yang melingkar indah dikepalanya, rambutnya tergerai dengan indah.

Setelah semuanya selesai, mereka dipertemukan kembali di lokasi yang dijadikan area pemotretan. Taeyeon tertegun ketika melihat Tiffany yang begitu berbeda dengan wedding dressnya. Tak jauh berbeda juga dengan Tiffany yang sama-sama tertegun melihat Taeyeon yang.begitu tampan kali ini.

“Oh Tuhan….yang ada dihadapanku ini manusia atau bidadari ? Khaaa mulai deh dag-dig-dug gak karuan lagi.” pikir Taeyeon.

“Oh My God >.< bagaimana bisa dia terlihat tampan dan lucu seperti ini ? Huft tenang Fany-ah tenang.” pikir Tiffany kemudian menghela napas. Berusaha mengontrol dirinya agat tidak salah tingkah dihadapan Taeyeon.

Untuk pose pertama, mereka berada di atas sebuah karpet dengan posisi Taeyeon tengkurap dan Tiffany disebelahnya dalam posisi berbaring, mereka saling bertatapan dengan mesra.

“woah aku bisa merasakan ada sesuatu dilihat dari cara mereka menatap satu sama lain. Chemistry yang terjalin diantara mereka begitu kuat dan cepat.” kata Jungmin.

Beralih ke pose kedua, kali ini Taeyeon duduk didepan sebuah piano berwarna hitam. Berpura-pura seakan dia sedang memainkan piano tersebut sedangkan Tiffany berdiri didepannya dengan tangan kanannya bersender di piano. Dan mereka saling beradu pandang pastinya.

Pose demi pose sudah mereka lakukan dengan baik, chemistry diantara mereka berjalan begitu alami jadi mereka tidak mengalami kesulitan sama sekali.

Dan sekarang merek akan melalukan pose yang terakhir. Taeyeon dan Tiffany saling berdiri berhadapan. Perlahan-lahan mereka mendekat, tangan Taeyeon melingkar di pinggang Tiffany yang ramping sedangkan tangan Tiffany melingkar di leher Taeyeon. Sudah tak terhitung seberapa banyak eyecontact yang mereka lakukan.

“Nah Taeyeon-sshi, sekarang kecup lah kening Tiffany-sshi.” perintah sang photographer.

Tanpa ragu, Taeyeon mendekatkan kepalanya kemudian mendaratkan sebuah ciuman manis di kening Tiffany. Tentu saja dia harus menahannya untuk beberapa detik agar gambar yang dihasilkan bisa bagus juga.

Mereka sama-sama berinisiatif untuk melakukan sikap profesional didepan kamera, meski canggung dan gugup tapi mereka berusaha melawan rasa itu. Lagi pula, mereka juga merasa nyaman satu sama lain jadi tidak terlalu banyak kesulitan diantara mereka.

Setelah semuanya selesai, Taeyeon langsung dijemput oleh manager hyung karna dia harus manggung di Music Bank. Begitu juga Tiffany yang dijemput manager oppa karna harus langsung melanjutkan persiapan album comeback SNSD.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yuri sudah selesai menjalankan syuting iklan terbarunya dan sekarang dia sedang dalam perjalanan menuju ke apartmentnya.

“Omoo” Yuri terperanjat kaget ketika melihat seseorang yang amat sangat dia kenal sedang duduk di sofa ruang tv’nya.

“Sicababy ? Apa yang sedang kau lakukan disini huh ? Bukankah kau ada jadwal latihan ?” tanya Yuri kemudian membuka jaketnya dan menyimpannya di sofa lainnya. Setelah itu dia duduk disamping kekasihnya.

“Jadwalku masih 2 jam lagi. Lagipula aku bosan di dorm sendirian Seobang-ah, yang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masih huft.” Jessica menunjukkan wajah merajuknya yang dianggap lucu oleh Yuri.

Muach…karna gemas, Yuri mencium pipi Jessica yang mengembung itu.

“Ish apa sih cium-cium ?” kata Jessica dengan nada kesal tapi wajahnya yang memerah tak bisa dia bohongi.

“Salah sendiri kau itu begitu lucu…hmm Sica-ah, Seobangmu ini lapar. Bisa tolong masakkan sesuatu untukku ?” Sebenarnya Yuri tau kalo Jessica tidak bisa memasak, dia hanya ingin mengetes saja apakah ada secuil niat dalam diri Jessica untuk berusaha memasak.

“Aish kau kan tau aku tak bisa memasak. Kau mau keracunan hah ?”

“Huft dasar gadis malas. Tak maukah kau berusaha huh ? Apa yang akan Umma katakan nanti jika tau calon menantunya ini malas belajar masak.”

“Memangnya kau serius ingin menikahiku ?”

“Memangnya kau mau menikah denganku ?” tanya Yuri balik. Tak ada reaksi apa-apa dari Jessica dan itu sedikit membuat Yuri khawatir.

“Kita lihat saja nanti okay. Nah sekarang aku harus ke SM dan mulai latihan. Kau langsung istirahat ya Seobang-nim.” Jessica pamit setelah sebelumnya dia memberikan goodbye-kiss yang cukup lama.

“Tak mau aku antar ?” tanya Yuri setelah dia berhasil meraih tangan Jessica dan menahan langkahnya.

“Gedung SM sangat dekat. Lagipula kau juga baru pulang jadi istirahat lah. Dan apa nanti kata orang-orang jika tau kau mengantarkanku huh ? Sudah ya. Bye Seobang.” kali ini Jessica mencium pipi Yuri untuk menghilangkan kekhawatiran dari namja berkulit coklat itu.

Setelah Jessica pergi, Yuri memutuskan untuk mandi dan istirahat.

 

 

-TBC-

Khaaaaaa maafkan aku baru update u.u lagi bingung mau kayak gimana soalnya. Oh ya dan YV juga tiba-tiba mentok TuT.

[ATTENTION] !!!! Yang gak baca nyesel.

Karna authornya males nulis artikel tentang PW jadi numpang disini aja. PW’nya gampang kok.

Ketik : Nama shipper+bulan-tanggal lahir (gabungan dari masing-masing couple.)

Formatnya berlaku untuk 2 fanfic yang akan segera hadir. Masing-masing oneshoot TaeNy dan Yulsic. Dan karna di protect pake PW jadi udah pasti tau lah ya isinya macem gimana. YESSS ENCEH xD.

THANKS READER :*

Advertisements

150 comments

  1. Taeny09 · May 20, 2014

    Lanjuuut thour .. 🙂
    *mau tnya thour PW nya mayboy tentang format.nya ? Mksut.nya itu gmna ??

  2. Taeny09 · May 21, 2014

    Nha format # itu mksut.nya gmna thour ?? Hari jd Taeny Bulan Ultah.nya Si Taeng bkan ??

  3. yuna · May 26, 2014

    lanjut thorrr
    author emang jjang…:)

  4. WR · June 1, 2014

    Thor part 5 nya kapan di lanjutin nih ? Aku udah ga sabar pengen baca

  5. yoonyul forever · June 22, 2014

    Thor lanjutanny jngan klmaan yan para locksmith pnasaran pngen baca ..

  6. yuna · June 28, 2014

    halo thor…
    nungguin up date ni thor
    sdh baca berapa kali ya..
    he he he he he
    locksmith akut thor..
    selamt menjalankan ibadah puasa ya thor..
    maaf bila ada salah kata thor bow 90°
    author fighting…
    mskipun bln puasa tetap semangat ya thor..

  7. hutamikim93 · December 22, 2014

    ah demen banget liat taeny, so sweet nya bukan maen hehehe..
    lanjut thor 😀

  8. joo · April 7, 2015

    makin sweet aja Taeny.. Yulsic dah jadi duluan ternyata..

  9. maqychan · August 28, 2015

    Wow, makin lama makin perhatian taetae, fanny makin kembang kempis aja jantungnya hahahah :p

  10. kim hwang · February 17, 2016

    TaeNy berbelanja kebutuhan rumah tangga

  11. kimie · October 14, 2016

    yang belnja kebutuhan rumah tanggax sweet banget sih..belum lagi foto prawedd nya..

  12. DYM01 · January 26

    Ihhhh kok taeny makin sweet sih,coba mereka seperti ini pasti seru 😍😍😍

  13. Nuny · February 12

    Makin sweet aja couple taeny…
    Tae mah bikin fany kesel mulu yee…
    Taeny kapan nyusul Yulsic?

    • soshiroyalroom9 · February 12

      Bikin kesel itu salah satu cara untuk cari perhatian…belum lah nanti masih harus nunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s