Valentine’s Story (TaeNy)

Nah oneshoot lagi -,- bosen kan ya dikasih oneshoot terus. Huft :/ lagi muncul soalnya jd keburu ilang lagi mendingan tuangkan saja. Langsung dah~

——————————————
Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang
Genre : Genben, Romance

Sudah sejak 10 menit yang lalu Tiffany mondar-mandir sambil melihat jam rolex ditangannya. Sahabatnya, Jessica berkali-kali memanggilnya tapi sama sekali tidak dia gubris.
“Yah ! Kau ini mau sampai kapan mondar-mandir ? Aku pusing melihatnya.” kesal Jessica.

Kriing kringg

Suara dering handphone Tiffany menghentikan aktivitas mondar-mandirnya.

From : Taetae
Maaf sepertinya aku tidak jadi datang, banyak pekerjaan yang harus aku urus. Lain kali saja ya. Bye, love you ❀

Tiffany melempar handphonenya ke sofa yang sontak membuat Jessica terkejut melihat temannya mengamuk.
"Selalu saja begini. Kau tau ? Aku muak dengannya. Kenapa sih dia selalu mementingkan pekerjaannya ? Menyebalkan" umpat Tiffany.
"Sudahlah Tiff, kau tau kan pekerjaan sebagai pengantar barang itu tidak mudah." Jessica berusaha menenangkan sahabatnya itu sambil mengelus punggungnya.
"Sudahlah Jess, aku lelah." Tiffany melengos ke kamarnya.

Keesokan harinya…
Tiffany sedang membaca buku di taman kampus ketika seseorang menghampirinya dengan napas yang tersengal-sengal.
"mianhae aku terlambat." ucap Taeyeon sambil berusaha menormalkan napasnya.
Tiffany menutup bukunya kemudian berdiri menghadap Taeyeon.
"kau tau ? Sudah berapa kali kau melakukan hal ini ?." Tiffany bertanya dengan nada dingin.
Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya, dia begitu terkejut melihat sikap Tiffany yang seperti ini.
"Ini sudah ke 30 kalinya Taeyeon. Sudah 30 kali dalam satu bulan kau terlambat menemuiku. Tak bisakah kau belajar tepat waktu ? Kau tau ? Ketika aku masih bersama Seunghyuh tak pernah sekalipun dia terlambat. Tapi kau ? Huh, aku lelah Taeyeon, sangat lelah." Tiffany melangkahkan kakinya menjauh dari Taeyeon yang hatinya begitu hancur.

-Taeyeon POV-
Sakit. Tentu saja. Tak pernah ku sangka dia akan mengatakan hal itu padaku. Ku lihat punggungnya yang semakin menjauh sebelum akhirnya dia menghilang di belokan.
Ya Tuhan…apakah aku salah jika aku terlalu mencintainya ?
Ya aku memang hanya orang bisa yang berasal dari keluarga pas-pas’an. Orang tuaku hanya seorang penjual sayuran di desa. Aku mempunyai adik, umurnya baru 10 tahun. Melihat keadaan keluargaku, terbesit keinginan di pikiranku untuk berjuang keras demi mereka. Beruntung, aku mendapatkan beasiswa di Seoul, awalnya aku ragu untuk pergi karna tak tega meninggalkan mereka. Namun ayahku terus memaksaku untuk pergi. Kehidupan disini begitu berat, aku harus mencari pekerjaan untuk menyambung hidupku dan agar tidak terlalu membebani orang tuaku. Dan ternyata mencari pekerjaan memang susah. Akhirnya yang aku dapat hanya sebagai pengantar barang, beruntunglah bossku mengerti dengan statusku yang juga seorang mahasiswa, jadi barang bisa diantarkan jika aku memiliki waktu. Dan karna pekerjaan ini juga aku bertemu dengannya….Β 
Gadisku…Tiffany Hwang.
-flashback-
“Taeyeon, tolong kau antarkan paket ini kerumah keluarga Hwang. Ini alamatnya, ingat ! Kau harus hati-hati, ini bukan barang sembarangan.” ucap bossku sambil memberikan paket yang harus ku antarkan. Untunglah aku bisaΒ  mengendarai sepeda motor, jadi aku tidak mengalami kesulitan.
“woahh besar sekali rumahnya.” ucapku takjub melihat rumah bak istana ini.
Kutekan bell rumah ini dan tak lama terbukalah pintu ini dan tampaklah sesosok manusia ? Ataukah malaikat ? Wajah cantik ditambah kulitnya yang putih mulus belum lagi dress selutut dan tanpa lengan berwarna soft pinknya ini membuat rahangku terbuka.
“Apakah kau kemari untuk mengantarkan paket ?” tanyanya yang membuyarkan lamunanku.
“ahh hehhe iya, ini paketnya dan silahkan tanda tangan disini.” kuperhatikan wajahnya yang cantik nan imut. Oh Tuhan…jantungku.
“ini, terimakasih ya.” dia kembali masuk ke rumahnya setelah sebelumnya dia tersenyum padaku. Oh my God…tubuhku rasanya kaku, senyumannya indah sekali, matanya ikut tersenyum. Aahh kakiku rasanya seperti Jelly.
Dan semenjak hari itu, aku sering diberi tugas untuk mengantarkan barang ke rumahnya dan kami mengenal satu sama lain. Dia juga ternyata satu kampus denganku. Dan pada suatu hari aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya, syukurlah dia mau.menerimaku.
-end of flashback-
“oy Taeng, kau sedang apa disini ? Aku mencarimu kemana-mana. Kenapa kau tidak masuk mata pelajaran olahraga tadi ?” tanya sahabatku, Yuri.
Oh sial, ternyata aku malah melamun disini.
“Aku hanya merasa kelelahan saja Yul. Setelah ini ada kelas apa lagi ?” tanyaku.
“Sepertinya tidak ada lagi. Hari ini hanya satu kelas dan kau melewatkannya.” aku hanya tersenyum.
“ehh Yul, aku pulang saja ya.” pamitku.
“perlu aku antar ?” tawarnya.
“tidak usah, karna aku harus kembali bekerja lagi.”
“hey..kau itu tidak usah terlalu keras bekerja Taeng, lihatlah tubuhmu semakin kurus.”
“tak apa Yul, aku baik-baik saja. Sudah ya. Bye.” Aku berjalan meninggalkan kampus untuk melanjutkan kerjaku. Huft aku tak ada pilihan lain. Untuk menyambung hidupku lebih lama aku harus kerja keras.
Diperjalanan, aku melihat sepasang kekasih yang sangat romantis, si pria memberikan bunga, boneka dan ice cream kepada si gadis, dan si gadis begitu bahagia menerimanya. Huh…andai saja aku bisa seperti itu pada Tiffany. Aku memang payah.
-flashback-
Sudah 2 minggu aku dan Tiffany berpacaran. Dan hari ini adalah hari valentine, aku hanya bisa garuk-garuk kepala, apa yang harus kuberikan padanya ? Selembar puisi ? Oh ayolah aku bukan penyair. Bunga ? Eerr baiklah, tapi sepertinya uangku hanya cukup membeli satu tangkai saja. Sebenarnya uangku masih cukup jika beli satu buket, tapi itu tandanya aku harus puasa selama satu minggu. Baiklah, kuharap dia suka dengan hadiah murahanku ini.
Dengan langkah senang, aku menghampirinya yang sedang duduk membaca buku di taman. Tinggal 6 langkah lagi, 2 orang pria menghampirinya. Dia adalah Siwon dan Junsu, dua pria kaya yang menyukai kekasihku. Mereka membawa sebuket bunga dan juga sekotak coklat yang jika kuperkirakan, harganya sama dengan satu bulan gajiku. Dan tanpa ku duga, Tiffany menerima hadiah itu. Setelah kedua orang itu pergi, aku melanjutkan langkahku mendekat padanya. Rasa percaya diriku menciut.
“Hai Miyoung-ah.” sapaku dengan sedikit gugup.
“Oh hai Taetae.” seperti biasa, dia memberikan seyuman yang membuatku semakin mencintainya.
“Ini bunga untukmu.” ucapku gugup sambil memberikan setangkai bunga yang kumiliki.
Dia menerimanya dengan setengah hati. Dia menyimpan bunga pemberianku dan mengambil kotak coklat pemberian Junsu.
“kau mau ? Coklat ini enak sekali. Junsu oppa memang tau apa yang aku suka.”
Entah sengaja atau tidak, tapi perkataannya benar-benar membuatku terpojok.
-end of flashback-
Dan sejak hari itulah aku semakin keras bekerja. Aku tidak ingin kalah dari saingan-sainganku yang berusaha merebut Tiffany dariku, meski pada akhirnya aku memang tak pernah bisa menang. Tiffany memang bilang dia mencintaiku, tapi dia berasal dari keluarga kaya yang terbiasa dilimpahi barang-barang mewah dan mahal. Lalu aku ? Bahkan untuk membawanya makan direstoran mewah pun aku harus bekerja hingga jam dua pagi selama satu minggu. Malang sekali nasibmu Taeyeon. Dan sudah satu bulan ini hubunganku dengannya renggang, aku memilih bekerja sebelum kuliah dan juga sesudah kuliah, semua itu kulakukan untuknya, untuk kebahagiannya. Aku ingin menjadi pacar yang bermodal meski pas-pas’an setidaknya aku sudah berusaha.
——————————————
Tiffany POV
Kalian lihat kan ? Dia selalu saja mementingkan pekerjaannya. Tak bisakah dia meluangkan waktunya sedikit untukku ? Bahkan sekedar menanyakan kabarku saja dia tak pernah. Betapa menyebalkannya dia. Huft valentine day tinggal 2 hari lagi, apakah dia akan memberikan kejutan padaku ? Terkadang aku kasihan padanya, aku tau dia harus bekerja keras demi memberi sebuah barang untukku. Terlihat sekali jika dia juga tidak ingin kalah dibanding pesaing-pesaingnya yang akhir-akhir ini datang untuk mendapatkan hatiku. Tapi egoku selalu menang, yang kubutuhkan darinya hanya perhatian dan menghabiskan waktu berdua dengannya dan sayangnya aku terlalu gengsi untuk mengatakan itu padanya. Satu bulan ini hubunganku dan dia sedang renggang, dia yang terlalu sibuk dan aku yang sering kali menuntut membuat hubungan kami belum menemui titik terang. Alhasil aku harus menghabiskan waktu dengan sahabatku atau dengan para oppa yang mendekatiku. Argh Kim Taeyeon !!! Kau membuatku bingung.
——————————————
Author POV
Taeyeon melangkah gontai masuk ke apartemennya dengan tubuh basah kuyup, tubuhnya terasa remuk. Seharian ini dia bekerja dengan keras, setelah pekerjaannya sebagai pengantar barang sudah selesai dia tidak langsung pulang ke rumah ataupun istirahat, dia lebih memilih mencari kerja serabutan lain sekedar untuk menambah tebal isi dompetnya.
“Huft…lelah sekali tubuhku.” Taeyeon mengusap wajahnya yang dipenuhi keringat bercampur air hujan.
“aawww aaww aduh.” Dia meringis perih ketika tanganya tak sengaja mengusap bekas luka yang ada diwajahnya. Luka itu dia dapat ketika pulang tadi, karna jalanan yang licin ditambah hujan deras, alhasil motornya tergelincir dan dia jatuh, wajahnya mencium trotoar.
“huft Taeyeon…Taeyeon. Inilah susahnya jika kau mencintai wanita dari keluarga kaya. Harusnya kau sadar keadaanmu, haishh Tiffany kau benar-benar membuatku gila.” gumam Taeyeon sambil mengobati lukanya dan sesekali meringis ketika cairan anti septic menyentuh lukanya.
Setelah selesai dengan kegiatannya, Taeyeon memutuskan untuk menelpon Tiffany. Setidaknya mereka masih berstatus berpacaran dan Taeyeon merindukannya.
“Hello ?” sapa suara dari sebrang.
“hello Miyoung-ah.”
“oh hai Tae. Ada apa ?”
“Anniyo, aku hanya ingin mendengarkan suaramu saja…Miyoung-ah I miss you.” ucap Taeyeon lembut.

Sementara itu dengan Tiffany…
Mendengar suara sang kekasih membuat mata Tiffany berkaca-kaca. Dia juga begitu merindukan Taeyeon.
“Tae…apa kau baik-baik saja ? Suaramu terdengar berbeda.” tanya Tiffany. Kemarahannya mendadak berubah menjadi khawatir.
“Aku baik-baik saja. Maaf aku terlalu sibuk hingga tak pernah ada waktu untuk kita berdua.”
“Ne, aku mengerti Taeyeon-ah.”

“Tiffany, aku sudah selesai. Ayo kita pulang.”

“Fany-ah..kau…bersama siapa ?.” Taeyeon begitu terkejut ketika mendengar suara seorang pria di sebrang sana. Tidak mungkin itu suara Yuri, dia hapal suara sahabatnya itu. Lagipula jika itu Yuri pasti ada Jessica juga disana.

“Nanti ku telpon lagi.” klik. Telpon terputus.

Tangan Taeyeon gemetar, handphonenya hampir saja jatuh dari genggaman tangannya jika saja dia tidak menggenggamnya erat karna amarah yang sekarang sedang meletup-letup dalam dirinya. Pikiran negatif mulai berdatangan ke dalam pikirannya. Apakah dia selingkuh dariku ? Ataukah dia hanya sekedar menghabiskan waktu dengan yang lain karna aku tak ada disampingnya ?
Kepalanya mendadak pusing dan akhirnya dia pun memutuskan untuk tidur karena besok dia masih harus menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa.
——————————————
Taeyeon melangkah gontai memasuki area kampus Seoul University. Meski dia merasa kurang enak badan, tetapi dia harus tetap memenuhi kuliahnya agar lulus dengan nilai yang baik. Bagaimanapun juga dia adalah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa jadi harus bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan padanya.
“Hey, kalian sudah menyiapkan apa untuk kekasih kalian ? Aku sudah menyiapkan hadiah yang sangat mahal dan istimewa untuk ku berikan pada Tiffany, aku yakin dia pasti akan menyukainya.” ucap Siwon tepat ketika Taeyeon sedang lewat dihadapannya dan teman-temannya.
“Tentu saja Tiffany akan menyukai hadiahmu, Tiffany kan berasal dari keluarga kaya dan terpandang, mana mungkin dia mau menerima hadiah yang jelek dan murahan.” kali ini Henry yang buka mulut.

Karna tak ingin terlambat masuk.kelas akhirnya Taeyeon mempercepat langkahnya. Percuma juga jika dia berlama-lama berada di dekat situ, harga dirinya akan semakin terinjak-injak.

“Hai Taeng, tumben kau telat ?” tanya Yuri, karna biasanya Taeyeon sudah duduk manis ketika dia datang bersama Jessica.
“Tidak apa-apa, semalam aku pulang larut jadi aku telat bangun.” jawab Taeyeom sambil mengeluarkan buku dari tasnya.
“Oy, wajahmu kenapa ?” Yuri memegang wajah Taeyeon dan melihat luka yang ada di pelipis mata Taeyeon.
“Tidak apa-apa, kemarin aku jatuh di kamar mandi dan membentur tembok.” ucap Taeyeom berbohong sambil melepaskan tangan Yuri dari wajahnya karna beberapa murid melihat ke arah mereka.

Tiffany yang duduk tak jauh dari tempat YulTae duduk hanya menatap khawatir, Tiffany tau Taeyeon berbohong, dia bisa merasakan hal itu. Tapi dia akan tetap pada pendiriannya, tidak mau mengalah dan membiarkan egonya yang mengambil alih.

-Taeyeon POV-
Apakah aku salah jika terlalu mencintaimu ? Haruskah aku melepaskanmu ? Kau pasti akan.lebih bahagia jika bersama Siwon atau yang lainnya, mereka lebih bisa memberikan apa yang kau mau. Sedangkan aku ? Untuk makanku saja sudah susah. Ya Tuhan, sampai kapan aku hidup seperti ini.

“Taeyeon-sshi, apa kau sakit ? Wajahmu sedikit pucat.” suara Mr. Park, sang dosen membuyarkan lamunanku.
“Aku baik-baik saja seongsaenim, maaf. Silahkan lanjutkan.” Aish…rasanya malu sekali.
“Psst, kau yakin baik-baik saja ?.” tanya Yuri. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
Huft…besok hari valentine, apa yang harus kuberikan padanya ? Sepertinya aku harus bekerja keras lagi hari ini. Baiklah Taeyeon, untuk terakhir kalinya….

-Author POV-
RIIIINNGGGGGGG
Bell berbunyi menandakan kelas pertama sudah selesai, sekarang waktunya makan siang.
“Come on Tae, kita makan siang.” Yuri merangkul sahabat kecilnya itu.
“Maaf Yul, aku tidak bisa. Banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. Lagipula kita masih punya waktu 3 jam untuk kelas berikutnya jadi kau tak perlu khawatir.” Taeyeon melepaskan tangan Yuri lalu bergegas pergi.
“Hey Taeyeon ! Kim Taeyeon !!” Yuri berteriak tapi Taeyeon sudah menghilang.
“Dia mau kemana Seobang ?” tanya Jessica yang sudah ada disampingnya bersama Tiffany.
“Dia bilang ada pekerjaan yang harus dia urus. Haish si midget itu benar-benar….” Yuri hanya geleng-geleng kepala memikirkan temannya itu.

“Bahkan kau tak berpamitan dulu padaku. Apakah hubungan ini sudah berakhir ?.” Pikir Tiffany sedih.

“Ayo Fany, kita ke kantin.” ajak Jessica menarik tangan Tiffany.
——————————————
“Lho Taeng ? Kau kenapa kemari ? Bukankah kau sedang kuliah ?” tanya sang boss, Sooyoung ketika melihat Taeyeon memasukan barang-barang yang akan dia antar ke kantung barang.
“Aku masih punya waktu 3 jam untuk kelas berikutnya. Jadi kau tak usah khawatir, semua barang ini akan kuselesaikan tepat waktu.” jawab Taeyeon sambil membereskan daftar alamat lalu memasukkan ke sakunya.
“Kau tak usah buru-buru begitu, kemarilah makan siang dulu, kali ini aku rela membagi makananku.”
“Terimakasih Soo, tapi jika aku tidak segera bekerja aku akan terlambat untuk kelas berikutnya.” Taeyeon bergegas pergi.
“Gila…anak itu terlalu keras bekerja, lihatlah tubuhnya yang semakin kurus dan wajahnya yang pucat.” ucap Jonghyun, teman Taeyeon yang juga pengantar barang.
——————————————
“Terimakasih sudah menggunakan jasa kami.” ucap Taeyeon sopan kepada ahjumma setelah memberikan barang.
Itu adalah barang terakhir yang dia antarkan saat ini. Taeyeon melihat jam ditanganya.
“Oh sial..15 menit lagi kelas dimulai.” Taeyeon segera tancap gas. Untunglah jaraknya tidak terlalu jauh. Jika saja tak ada motor ini mungkin Taeyeon sudah terlambat. Syukurlah bossnya itu baik dan memberi pinjam motor ini untuk sekalian Taeyeon pakai kuliah.
——————————————
Taeyeon melangkah gontai menyusuri jalanan Namdaemon. Malam ini begitu dingin dan Taeyeon hanya memakai jaket tipis. Langkahnya terhenti didepan sebuah toko perhiasan. Terlihat sebuah kalung yang sangat indah.

Taeyeon membayangkan jika kalung itu melingkar di leher jenjang Tiffany. Sangat indah sekali. Taeyeon mengambil dompetnya dan melihat isinya. Tinggal beberapa lembar won lagi, maka dia bisa menebus kalung itu.
“Baiklah Kim Taeyeon…ayo cari pekerjaan.” Taeyeon melanjutkan langkahnya untuk mencari kerja serabutan lain.

Dengan senyum puas, Taeyeon keluar dari toko perhiasan. Dia berhasil membeli kalung itu. 
Hadiah terakhir yang akan dia berikan. Meski dia harus mengorbankan hasil kerja kerasnya selama satu bulan, tapi setidaknya dia tidak akan menyesal.
——————————————
Acara yang ditunggu akhirnya tiba juga.
Para pasangan sedang saling bertukar hadiah valentine mereka. Sedangkan beberapa orang sedang memberikan hadiah mereka untuk orang yang mereka sukai bahkan ada yang menyatakan perasaannya secara langsung.
“Oh hey Taeng, kau datang rupanya.” sapa Yul.
“Jess, kau tidak bersama Tiffany ?” tanya Taeyeon.
“Tidak, tadi dia bilang dia sedang dalam perjalanan. Kau tidak menjemputnya ?” tanya Jessica.
Taeyeon hanya tersenyum sedih.
“Harus dengan apa aku menjemputnya ? Jika pakai motor yang ada penampilannya malah berantakan.” Jessica merasa tidak enak telah bertanya seperti itu.
“Hey llihat…bukankah itu Siwon dan Tiffany ?” suara ribut dari yg lain sontak mengalihkan pandangan YulSic dan juga Taeyeon.
“wah..mereka serasi sekali ya.” seperti mendapat tamparan keras mendengar kata-kata itu.

“mereka benar…kalian memang serasi. Aku memang tak pernah pantas untukmu Miyoung….”

“Hai Tae.” sapa Tiffany.
“Hai Miyoung-ah…hhmm bisa kita bicara sebentar ?”.
“Baiklah.”

@Taman.

“apa yang ingin kau bicarakan Tae ?.” Tiffany membuyarkan kesunyian yang menyelimuti mereka sejak 10 menit yang lalu.
“Akhir-akhir ini kau terlihat dekat dengan Siwon.”
“Hmm iya.” ada perasaan tidak enak dalam hati Tiffany. Meski dia dan Siwon masih berteman tapi secara tidak langsung dia seperti berselingkuh di belakang Taeyeon.
“Apa kau menyukainya ?” Taeyeon tetap tak mengalihkan pandangannya. Dia tetap menatap lurus ke depan.
“Tidak…dia hanya teman biasa bagiku.” Tiffany mulai merasa cemas. Dari cara bicara Taeyeon, sepertinya hubungan mereka akan mengarah ke arah yang lebih buruk.
“Kalian terlihat serasi sekali.” Taeyeon tersenyum sedih.
“Taeyeon, apa maksudmu ? Kami tidak ada hubungan apa-apa selain berteman.”
Kali ini Taeyeon menghadap Tiffany, dan sekarang mereka saling berhadapan. Taeyeon memegang kedua lengan Tiffany.

Tiffany sedikit terkejut ketika bertatapan langsung dengan Taeyeon. Tatapan matanya menyiratkan kesedihan dan matanya begitu sayu. Ditambah jawlinenya yang terlihat menandakan jika berat badan Taeyeon menurun.
“Tae, kau bekerja terlalu keras. Lihatlah badanmu kurus sekali.” Tiffany mengusap lembut pipi Taeyeon.
“Kita putus Tiffany, kau akan lebih bahagia bersama Siwon.” Tiffany melepaskan tangannya dari wajah Taeyeon.
“Kau jangan bercanda Tae, ini tidak lucu.” Tiffany berusaha tersenyum meskipun hatinya deg-deg-an.
“Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku tidak bisa menjadi pacar yang baik bagimu. Aku pacar yang payah. Kita tidak sebanding Fany. Kau dan aku bagaikan langit dan bumi yang sulit bersatu. Kita akhiri saja hubungan ini. Ini…hadiah terakhir yang dapat ku berikan, ku mohon terimalah.” Taeyeon memberikan kotak perhiasan yang berisi kalung yang dia beli kemarin. Setelah itu dia melangkah menjauh.

*BRUKKKK*

“TAEYEON !” Taeyeon jatuh pingsan.

——————————————
“Bagaimana keadaanya Dok ?” tanya Yuri setelah Dokter yang memeriksa Taeyeon keluar dari ruangan.

Setelah melihat Taeyeon pingsan tadi, Tiffany segera menelpon Yuri untuk meminta bantuan, dan mereka langsung membawa Taeyeon ke rumah sakit.

“Kondisinya lemah, dia mengalami kelelahan dan juga dehidrasi. Dan sepertinya dia juga kurang makan.” jawab Sang Dokter.
“Apa kami sudah boleh melihatnya ?” tanya Jessica.
“Tentu saja. Silahkan. Kalau begitu saya permisi dulu.”
“Terimakasih Dok.” ucap Tiffany.

Tiffany langsung mendekat ke ranjang rawat Taeyeon.
“Tae…” air mata Tiffany sudah tidak bisa terbendung lagi.
“Tiff, kekasihmu itu benar-benar kuat ya. Dia rela bekerja seharian untuk membeli hadiah untukmu. Sering kali aku kesal dengan sifat keras kepalanya.” kata Yuri.
“Sudahlah Seobang, sekarang antarkan aku pulang. Aku ngantuk sekali….hoaaamm.” Jessica menguap lebar.
“Huuu dasar ratu tidur.” ledek Tiffany.
“Hehe tak apakan jika kami tinggal ?”
“Tak apa. Kalian pulanglah.”
“Oke, besok kami akan kembali. Dahh” pamit YulSic lalu keluar.

“eeungghhh Pa..Ppany..aahh”
“Tae ? Taeyeon…Taeyeon akhirnya kau sadar. Tunggu, aku akan panggilkan dokter.” baru selangkah Tiffany beranjak, Taeyeon menahan tangannya.
“Andwae…kau disini saja.” Tiffany langsung menghambur ke pelukan Taeyeon.
“Tae kau kenapa melakukan ini huh ?” air mata Tiffany deras membasahi baju Taeyeon.
“Hey…jangan menangis.” Taeyeon bangun lalu duduk. Tiffany masih tidak melepaskan pelukannya.
“Tae kumohon…kumohon jangan akhiri hubungan kita.”
“Tiffany…”
“Kenapa kau rela berkorban hanya untukku huh ? Kenapa ?” Tiffany memukul pelan dada Taeyeon.
“Aku merasa malu Ppany-ah…aku selalu merasa kalah dengan Siwon, Junsu, Yunho dan semua pria yang menyukaimu. Aku kekasih yang payah untukmu.” Taeyeon memalingkan wajahnya.
“Tae dengarkan aku.” Tiffany memegang wajah Taeyeon dan membalikkannya.
“Aku mencintaimu apa adanya Tae. Maafkan aku yang selalu menuntut padamu. Maafkan aku yang tak pernah menghargai kerja kerasmu. Maafkan aku.” Tiffany menangis sejadi-jadinya.
“Kau akan lebih bahagia bersama yang lain, maka dari itu aku melepasmu.”
“Tidak..kau akan semakin menyakitiku jika kau melakukan hal itu. Kau akan menyakiti kita. Mulai sekarang aku tak akan menuntut apapun padamu yang kubutuhkan darimu hanyalah cinta dan perhatianmu. Itu saja. Dan ini….*Tiffany mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya* kembalikanlah uangmu.” Tiffany menyerahkan kotak itu.
“Tidak, itu kuberikan tulus untukmu. Sebagai hadiah special di hari valentine ini.”
“Jadi…kita tidak benar-benar putus kan ?”
“Kau mau putus dariku atau tidak ?” goda Taeyeon.
“Yah !” Tiffany mempoutkan bibirnya.
“Hahahaha aigoo, kemarilah baby.” Taeyeon melebarkan tangannya.
Tiffany memeluk Taeyeon dengan erat.
“Aku janji akan terus berusaha untuk membahagiakanmu, dan membahagiakan keluarga kita nanti. I love you my Mushroom.” Taeyeon mencium puncak kepala Tiffany.
“I love you too my Taetae.” Tiffany melepaskan pelukan mereka dan menatap Taeyeon dengan penuh cinta.

Sedetik kemudian bibir mereka bertemu. Saling menyalurkan kehangatan di sisa malam valentine itu.

                               -THE END-

Gimana ? Yok komen ya ^^ kurang lebihnya mohon dikasih komentar atau klo mau saran juga boleh banget.

THANKS READER :*

Advertisements

59 comments

  1. tap69 · February 22, 2014

    *hening* *prokprokprok* bravo braaaavooo. /?

  2. joe · February 22, 2014

    cie cie taeng kerja keras banget buat bahagiain ppany.. tersentuh banget sama perjuangannya.

  3. Airin · February 22, 2014

    Taeng kerja keras cuman buat fany nich ouwh romantis banget

  4. Pita · February 22, 2014

    kalo gak salah aku pernah baca cerita seperti ini tapi castnya bukan taeny…..
    nggak secara keseluruhan tapi mirip……

    • soshiroyalroom9 · February 22, 2014

      Iyakah :O tapi jujur ini hasil sendiri kok. Klo soal cerita yang mirip mungkin kebetulan soalnya temanya pasaran :/. Tapi makasih udah mampir ya ^^

  5. badgirl · February 22, 2014

    Salut deh sama taeng..

  6. Ayutia · February 22, 2014

    *lap ingus*
    Ah akhir yg manis…

  7. choding · February 22, 2014

    woaaahhh taeng kereeeennn kerja keras demi beli hadiah buat Ppany….

  8. Wink(s) · February 22, 2014

    Wuah !! Romantis, apalagi kalu pas hari Valentine nya thor 😑
    Oke deh next ff TaeNy nya nih ditunggu^^ #ngarep

    • soshiroyalroom9 · February 22, 2014

      Pas Hari-H nya ada halangan lol, jadi baru bisa minggu ini. Thanks ^^

  9. ienyoonaddict89 · February 22, 2014

    annyeong..
    miris bgt sm kehidupan taeng..
    salut sm perjuangan taeng rela ngelakuin apa aj bwt keinginan fanny..
    bahkan rela kerja rodi..hehheheheh…

  10. gorjes spazer · February 22, 2014

    sweet taeny..prjuangan tae yg tak trlupakan….hehe…lnjut ya..

  11. hana mutia · February 22, 2014

    ahhhhh taenggg
    salut lah sm kerja kerasny hnya buat bahagiain panny.
    sumpahhh, sedih gw bcanya thor liat pengorbanan taeng u.u
    untung mreka g jd ptus yaa πŸ™‚
    lnjut ya thor πŸ™‚

  12. pinkangel9 · February 22, 2014

    huaaa…seru tuh kalo di buat jd chapter hahaha…udah sedih2 gimana gitu tadi…ketjeh lah haha

    • soshiroyalroom9 · February 22, 2014

      Sayangnya saya klo chapter masih mentok lol. Maklum lah amateur hehe. Thanks ^^

  13. holmesrand0505 · February 22, 2014

    Gw suka bgt nih ma jalan ceritanya..
    Kisah cinta yang jatuh bangun..hehehehe
    Perjuangan taeyeon emang bener2 mesti di acungin jempol nih..hehehehehe
    Next ff ditunggu ya…kekkekekekkk

  14. Kim TaeNy Hwang · February 22, 2014

    Aku suka pengorbanan mu taetae untuk membeli hadiah untuk ppany

  15. Kapten Kaoru · February 22, 2014

    mwoya! ini kok taeyeon kesian ya?? hahah emang si ffany keterlaluan tapi… co cuitdeh heheh πŸ˜€

    • soshiroyalroom9 · February 22, 2014

      Karna saya suka nyiksa Taeyeon/? *ditampol Taegang*. Thanks ^^

  16. prillyties · February 22, 2014

    yeaay akhirnya balik lagi kesini , taengnya so sweet banget >.<

  17. coel · February 22, 2014

    Taeng seobang yg kuat.. Fany jgn sia2kn taetae mu

    • soshiroyalroom9 · February 22, 2014

      Enggak kok. Akan saya pastikan peletnya tetep manjur(?). Thanks ^^

  18. defy86devampire · February 22, 2014

    perjuangan cinta taeny menang. tiffany sadar taeyeob sudah merelakan bekerja keras demi menenuhi kebutuhan fany krn perbedaan status tp bersyukur fany akhirnya mengerti.moga taeny dpt berlanjut ke pelaminan.

  19. NewReader · February 23, 2014

    Taeng sesuatu bangettt…Sama kerja kerasnya πŸ™‚

  20. ayu_fitri · February 27, 2014

    Harusnya biar lebih kece lagi,si taeyeon pas ninggalin fany di taman tb2 ketabrak mobil thorr wkwkwkw=)) tapi,scr kseluruhan udh bgs smua kokk^^feel nya dpt bgddd,sering2 ya thor bikin ff taeny yg kaya gnii…gue suka klo taetae tersakiti or menderita hahahaaa

    • soshiroyalroom9 · February 27, 2014

      Panjang lagi ntar wkwk. Iya klo Tae yg tersakiti feel nyeseknya dapet. Thanks ya ^^

  21. levi · March 7, 2014

    ampe nangis deh baca nih ff..
    sedih tpi happy ending..
    yeayyyy..

  22. RuzNhy · March 12, 2014

    annyeong new reader
    tae hbt demi fany dia rela bkrj keras sampai sakit gitu

  23. kartikamelian · April 2, 2014

    Yak taeyeon sampe segitu nya rela banget sakit buat beliin hadiah tiffany, duhhhh gitu deh ya kalo orang udah sayang udah cinta pasti mau ngelakuin apa aja hehe

  24. *sherin · April 8, 2014

    Sad + happy hahaha
    happy ending ^^

  25. deep blue sea · April 21, 2014

    manisssss πŸ˜€

  26. TaeNy09 · May 19, 2014

    Uhhh So Sweeet πŸ™‚ :*
    #annyeong Reader baru *Bow

  27. Andro · March 9, 2015

    Salut utk taeng yg rela b’korban utk fany…

  28. junilleen · April 7, 2015

    Uhuhu kisahnya ak banget si thor γ…œγ…œ
    Bedanya ak mah tetep putus jadi curcol ahaha

  29. kim hwang · February 17, 2016

    TaeNy ngerayain Valentine di hospital

  30. Taeny88 · August 3

    Kasian tatang kerja keras sampe jatuh sakit 😞 Baru kali ini baca ff tatang yg menderita wkwkkw *gadeng
    Jawline tatang selalu menggoda kok apapun keadaan dia πŸ˜›πŸ˜›

  31. kimie · October 12

    owhhh…tae mnderita di sini..tapi berhasil kasih hadiah valentine buat fany..
    :3

  32. emyeonhye · February 6

    Mantap ya taeyeon rela ngelakuin apa aja demi tiffany saking sayangnya sampe kerja keras dan merelakan hubungannya sama fany jarang bertemu juga lagi. Keren lah taeyeon 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s