Balkon at the 2nd floor

Hai readers ‘-‘)/ lama tak jumpa ya….maafkan aku yang baru update sekarang T_T author amateur ya gini deh, sering bingung nyusun kata + cerita T_T maaf ya :/.

Yaudahlah, monggo dinikmati oneshoot-nya dengan cast maknae couple a.k.a YoonHyun. Cekidot~~~~~

P.S ada sedikit adegan ‘ekhem’-nya ya, be careful. Dan juga yang phobia sama blood ._.

^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^

Seohyun @ CeCi Magazine 2

Main cast : Im Yoona, Seohyun

Genre : Yuri, Supernatural

Yoona’s POV

HOAMZ…………ugh sungguh pelajaran yang sangat membosankan…eh tidak tidak….bukan pelajarannya yang membosankan, melainkan si botak itu yang membuat kelas ini begitu membosankan. Jika saja dia bisa lebih ramah pada para siswa mungkin keadaannya akan lebih nyaman. Hoamzzz aku ingin cepat-cepat keluar dari sini.

RRRIIIIIINNNNNGGGGGG

Oh terimakasih Tuhan….akhirnya selesai juga. Dan aku bisa beristirahat selama 2 jam kedepan sebelum menghadapai pelajaran yang selanjutnya.

“Hi Yoong, kantin yuk ?” ajak temanku, Sooyoung. Dia ini teman seperjuanganku dalam hal makanan hahaha.

“emm kau duluan saja ya, aku ingin menyelesaikan novelku dulu. Dikit lagi kok.”

“Yasudah, bye. Ayo bunny.” ajaknya ke pacarnya, Sunny.

Huft…semua sahabatku sudah memiliki pasangan, hanya aku saja yang belum punya. Ah sudahlah.

Aku beranjak dari kursi ku dan menuju ke perpustakaan.

“eh ? kok tumben perpus penuh gini ? biasanya kan gak banyak orang ?” gumamku. Ya, rata-rata siswa / siswi dari SD sampe anak kuliah juga biasanya paling males diem di perpus lama-lama. Ah biarlah, ke taman aja kalo gitu. Aku melangkahkan kakiku menuju ke taman.

“sigh….ck taman juga penuh gini. Mana orang pacaran semua lagi =_=……..eemmm aha, aku tau tempat yang cocok. Balkon lantai 2.” dengan senang, aku menuju kesana.

“Haaaaahhhhh….” aku menghirup lalu menghembuskan napasku. Selain sepi tempat ini juga lumayan sejuk. Cocok untuk orang yang lebih suka ketenangan seperti ku.

Aku lalu duduk bersandar di tembok dan mengeluarkan novel favorite ku, ‘Winter in Tokyo’. Emm kemarin baca sampai mana ya ? ah ini dia, sampai halaman 236.

Aku sangat serius membaca dan tak terasa sudah 5 kali aku membalikkan halamannya.

“Hai” ucap sebuah suara yang mengagetkanku. Dan novel yang aku pegang sampai terlempar dan untungnya dengan sigap, aku langsung menangkapnya. Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa seseorang yang berani mengganggu waktu santaiku. Setelah begong untuk beberapa detik, aku langsung berdiri menghadapnya.

“Hai” sapanya. Aku sedikit kaget dengan nada suaranya yang datar ditambah lagi ekspresi wajahnya yang juga datar dan sama sekali tidak bisa kubaca. Emm tunggu dulu….dari mana datangnya gadis ini ? apakah dia memanjat ? ah pikiran macam apa itu ? gadis feminim seperti ini tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Tapi…apakah aku terlalu serius hingga tidak tau kedatangannya ? aku memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Eh iya…hai. Aku Im Yoona. Kau siapa ?” tanyaku hati-hati. Tanganku sedikit gemetaran menghadapi gadis ini. Aku merasakan kejanggalan dalam dirinya tapi rasa penasaran akan sosoknya membuatku memberanikan diri bertanya.

“Aku Seohyun. Salam kenal.” Dia mengulurkan tangannya. Aku menatap tangan itu untuk beberapa detik sebelum akhirnya menyambut uluran tangannya. Ow…tangannya dingin, sudah berapa lama dia disini ?

“Apa kau murid baru ?” tanyanya lalu dilanjutkan dengan sebuah senyuman. Senyuman yang aku tau dipaksakan dan terlihat tidak tulus. Tapi entah kenapa menurutku itu cukup manis. Eish apa yang kau pikirkan.

“Oh iya aku murid baru disini. Aku masuk 2 bulan yang lalu.” jawabku. Dia mengangguk.

“ow..pantas aku baru melihatmu.”

Hening beberapa saat.

Aku melihat jam tanganku dan woah…ternyata sudah 45 menit aku disini. Sepertinya aku harus segera menyusul teman-temanku.

“emm Seohyun, kau mau bergabung dengan teman-temanku untuk makan siang ?”

Dia menggelang. “Emm aku masih ingin disini…..”

Aku mengernyitkan dahiku. “Lalu apa yang kau lakukan disini ?”

“hanya diam….aku sangat suka menyendiri.” jawabnya lalu dia berpindah tempat dan menyandarkan tubuhnya di tembok balkon dan membelakangiku.

“Oh yasudah…aku pergi dulu ya, dah.” Jujur saja aku masih penasaran dengan sosok gadis yang misterius itu, ah tapi yasudahlah, cacing diperutku sudah demo minta diisi.

“Hai guys.” aku menghampiri meja teman-temanku dan duduk disamping Hyoyeon sambil menepuk bahunya membuat dia yang sedang meminum teh botolnya langsung tersedak.

“Yah kau !!” o’ow…..diamuk pacarnya deh. Aku langsung kabur untuk memesan makanan sebelum digetok sama Hyonic couple.

Seohyun’s POV

Aku tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu. Im Yoona. Setelah 2 tahun sejak kejadian itu dialah orang pertama yang menginjakkan kaki di balkon ini…..Tubuhku langsung dipenuhi amarah ketika kejadian itu lagi-lagi terulang.

flashback.

“Seohyun-ah, ikut aku ke balkon yuk ?” ajak pacarku, Yonghwa. Aku langsung saja menuruti keinginannya.

Setelah sampai disana, dia langsung membalikkan tubuhku agar menghadapnya.

“Kenapa kau mengajakku kemari Yong ?” tanyaku bingung. Sedetik kemudian aku merasakan bulu kudukku merinding dan jantung berpacu dengan cepat ketika dia mengelus lembut pipiku menggunakan jari telunjuknya.

Setelah itu yang membuatku kaget adalah dia menarik tubuhku mendekat. Aku memalingkan wajahku dan mendorong tubuhnya agar mau menjauh. Tapi apa daya, tubuhnya lebih kuat dariku. Setelah itu aku merasakan tangannya yang melingkar dipinggangku terlepas dan sekarang berada di kedua pipiku. Dengan paksa, dia membalikkan wajahku lalu menciumku dengan kasar.

*PLAK

Aku menamparnya dengan keras dan membuat dia melangkah mundur lalu menatapku dengan marah sambil memegangi pipinya yang ku tampar.

“Kau ?! berani-beraninya kau meenamparku ?!”

Aku tidak menjawab pertanyaannya dan langsung menuju ke pintu untuk keluar dari sini. OW SIAL ! pintunya terkunci. Aku menarik-narik knop pintu dan sesekali menggedor-gedornya. Percuma. Kenapa juga aku mendapatkan kelas malam bersama namja brengsek ini.

“Hahahaha….terus saja kau gedor hingga tangannya berdarah sekalipun tetap tidak ada yang mendengar. Owh princess, ternyata jimatku berhasil. Aku tertarik dengan ajakanku untuk datang kemari. Hmm sudahlah, ayo kita bersenang-senang saja disini.” dia menghampiri ku dengan seringaiannya yang benar-benar aku benci.

Lalu aku merasakan tubuhku ditarik paksa. Aku terus memukul-mukul tangannya yang melingkar dipinggangku, tapi percuma saja, dia tidak mau melepaskannya…Jantungnya terasa turun ke perutku ketika dia mengangkatku dan mendudukkanku di atas tembok pembatas balkon ini. Tubuhnya malah semakin dekat padaku. Aku tidak berhenti menangis ketika dia mengancam akan mendorongku jika aku tidak menuruti keinginannya. Ingin sekali kuhajar wajah mesumnya jika saja dia tidak menggenggam pergelangan tanganku dengan kuat. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sedetik kemudian dia sedikit terdorong kebelakang karna aku menendang lututnya. Genggamannya di tanganku melemah lalu terlepas karna dia sibuk memegangi lututnya yang sakit.

Sungguh diluar dugaan. Belum sempat kakiku berpijak…..

“KAU WANITA TIDAK BERGUNA !” dia menamparku dengan keras menyebabkan tubuhku oleng dan aku merasakan rasa sakit yang amat sangat ketika kepalaku menyentuh tanah lapangan dan pandanganku menjadi gelap.

Beberapa detik kemudian aku bangung dan berdiri. Aku begitu terkejut ketika melihat ragaku. Aku melihat tanganku yang transparan, aku mencoba menyentuh ragaku namun malah menembus. Setelah itu aku mendongakkan kepalaku ke arah dimana namja mesum itu berada, matanya membesar setelah itu dia menghilang.

Keesokan harinya jasadku dikubur. Dan setidaknya arwahku sedikit lebih tenang ketika Yonghwa diseret ke kantor polisi. Awalnya dia mengelak jika aku melakukan bunuh diri. Tapi sayangnya rekaman cctv berkata lain. Huh, dasar namja bodoh.

Dan setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk berdiam di balkon lantai dua SM University ini. Dan kurasa aku menjadi arwah gentayangan.

end of flashback

Author’s POV

Setelah kejadian dimana dia bertemu dengan Seohyun, rasa penasaran terus menyelimuti seorang Im Yoona. Pikirannya terus berkecamuk antara rasa takut dan rasa penasaran.

“sebenarnya siapa gadis itu ? dia bilang dia murid lama tapi…aku tidak pernah melihat keberadaannya dia kelas atau taman atau bahkan perpustakaan. Hmm gadis yang aneh….ah ngomong-ngomong ini sudah hari yang ke-3 sejak terakhir kali aku bertemu dengannya….kenapa aku ingin sekali melihatnya ya ? ah…semoga besok dia ada di balkon….hoamzz. Tidur ah.” Yoona menarik selimut rillakumanya dan memejamkan mata.

Keesokan harinya….

Yoona berjalan terburu-buru menuju ke tempat tujuannya yaitu balkon di lantai dua. Untung saja hari ini hanya satu pelajaran jadi dia punya banyak waktu….Dan seperti harapannya, sosok yang ingin dia temui itu berada disana. Sedang menghadap lurus ke langit biru.

“Seohyun.” panggil Yoona dan membuat gadis itu menoleh.

“Eh hai Yoona. Kau mau membaca novel disini ya ?”

“Ah tidak juga….aku hanya sengaja kesini, kurasa tempat ini mulai membuatku nyaman.” selama beberapa menit, mereka hanya diselimuti rasa canggung.

“Ohya….bolehkah aku bertanya sesuatu ?” tanya Yoong dan Seohyun mengangguk sebagai tanda setuju.

“Itu…eemm kau bilang kau murid lama, tapi kok aku jarang melihatmu berkeliaran di kampus ini ?”

Seohyun diam sejenak. Dia sedang memilih kata-kata yang pas dan masuk akal sebagai jawaban.

“Aku tidak punya teman karna aku orang yang penyendiri. Dan aku juga bukan orang yang suka berkeliaran, setelah urusanku selesai aku memilih pulang.” jawab Seohyun. Dia merasakan matanya berkaca-kaca ketika dia mengingat rumah. Dia rindu dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya.

“Seohyun, apa kau baik-baik saja ? kenapa…..kau menangis ?” tanya Yoona menatap Seohyun dengan tatapan khawatir.

“Ah itu…aku tidak apa-apa. Mataku sepertinya kemasukan debu.”

“Biar kulihat.” Tiba-tiba Yoona mendekat dan memegang kelopak mata Seohyun kemudian meniup matanya.

Seohyun sangat kaget dengan tindakan tiba-tiba Yoona. Kenangan pahit itu kembali berputar diotaknya. Dengan sekuat tenaga dia mengepalkan kedua tangannya untuk menahan diri agar tidak spontan mendorong atau mungkin menampar Yoona.

“Nah sudah selesai. Apakah matamu masih perih ?” tanya Yoona setelah menjauhkan tubuhnya.

“Ah iya…terimakasih.”

Yoona menatap wajah Seohyun dengan intens. Dia masih dilanda rasa penasaran dengan sosok gadis misterius yang ada dihadapannya ini, tetapi rasa nyaman juga mulai menyeruak dihatinya. Karna begitu penasaran, akhirnya Yoona memutuskan untuk mengajak Seohyun berbincang-bincang mengenai kehidupan mereka. Awalnya Seohyun ragu, tapi hatinya merasa Yoona adalah gadis baik jadi dia setuju dan menceritakan kisahnya ketika dia masih hidup dan ya tentu saja dengan beberapa perubahan disana-sini dan tanpa menceritakan kejadian pahit itu.

Dan begitulah hari-hari yang di lalui oleh mereka berdua. Yoona sering datang ke balkon jika kegiatannya sudah selesai dan bahkan, jika tidak ada jadwal kuliahpun Yoona sesekali akan menemui Seohyun disana. Yoona sudah merasa nyaman berada didekat Seohyun meskipun rasa kecewa menghinggapinya ketika Seohyun tidak mau bertukar nomor telpon dengannya. Tapi dia pikir ya sudahlah, mungkin Seohyun masih belum merasa nyaman terhadapnya.

~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~

@ KANTIN

Yoona makan dengan terburu-buru, meski sesekali dia tersedak tapi dia terus makan seperti orang kesetanan.

“Yah Yoong ! kau ini kenapa ?! kesurupan ya ? makan tuh pelan-pelan dong.” omel Taeyeon.

“em uhuk…maab ungi (maaf unnie) nyam nyam”

“Ih…kau ini kenapa sih ? akhir-akhir ini sikapmu aneh tau.” kali ini Yuri angkat bicara.

“gluk gluk…aahh…..sudah ya unnie, aku pergi dulu. Mau menemui seseorang.” Yoona bangkit dari duduknya sambil mengelap mulutnya menggunakan tissue.

“Yah Yoong tunggu dulu !” Sooyoung yang duduk disamping Yoona mencengkram tangannya agar Yoona tidak pergi.

“Siapa yang ingin kau temui ?” tanya Sooyoung

“Kalian akan melihatnya nanti.”

“Kami hanya ingin tau dia siapa Yoong.” ucap Jessica.

“Dia Seohyun. Jika kalian ingin melihatnya, temui saja kami di balkon lantai 2.” Yoona langsung melesat.

“Ap-apa….dia bilang siapa tadi ? Seo…Seo…hyun ?” ucap Tiffany. Seketika bulu kuduk semua orang yang ada dimeja itu berdiri.

“Sepertinya dia belum mengetahui kejadian di balkon itu.” ucap Sunny yang langsung menyambar gelas minumannya dan meneguk isinya hingga habis.

“Kita harus segera memberitahunya.” Hyoyeon berdiri dan akan menyusul Yoona.

“Jangan Hyo ! kita tidak ingin suasananya semakin buruk. Kurasa hantu bernama Seohyun itu tidak pernah melakukan hal buruk pada Yoona. Kita tunggu saja.” ucap Yuri dan akhirnya Hyoyeon kembali duduk.

Suasana di meja itu mendadak hening karna mereka sibuk dengan pikiran masing-masing yang ternyata sedang memanjatkan do’a dalam hati untuk keselamatan Yoona.

@ BALKON

“Hai Seohyun.” Yoona menyapa Seohyun dengan ramah. Tapi gadis itu tidak menoleh.

“Hey Seohyun.” Yoona kembali menyapa ketika dia sudah berdiri disamping Seohyun.

“Hey Yoona….” Seohyun membalas sapaan Yoona dengan lemah. Dan dia sama sekali tidak menatap Yoona.

“Kau sakit ?” belum sempat punggung tangan Yoona menyentuh dahinya, Seohyun menepisnya dengan cukup kasar. Yoona sedikit kaget dengan tindakan Seohyun.

“ahmm maaf Yoona.”

“euh ya tidak apa-apa…………….euumm Seohyun, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan ? kita tidak seperti biasanya.” ucap Yoona hati-hati.

“lihatlah kebawah.”

“huh ? memangnya ada ap….” ucapan Yoona terhenti ketika dia melihat kebawah.

Mata Yoona membulat, mulutnya menganga, perutnya mulai bergejolak tidak enak, wajahnya berubah pucat, tubuhnya gemetar, telapak tangannya berkeringat. Yoona mundur beberapa langkah kebelakang kemudian jatuh. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Tubuh Seohyun terbujur kaku dan disekitar kepalanya dipenuhi darah.

“kkkaaaauuu….ttttiiidd….ak.”

“Yoona” panggil Seohyun dan berusaha mendekat.

“Tidak….jangan…” Yoona mundur lalu berdiri dan kabur dari situ. Dia begitu terkejut.

Sedangkan Seohyun hanya bisa tersenyum sedih. Dia sudah menduga jika Yoona akan lari ketakutan ketika dia memperlihatkan yang sebenarnya.

“Kurasa ini waktunya aku pergi dari sini. Selamat tinggal Yoona.” dan Seohyun pun menghilang.

~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~

Yoona lari dengan kepanikan yang amat sangat sehingga dia menabrak teman-temannya yang berniat menyusulnya.

BRUK….

“Omo Yoong, kau tidak apa-apa ?” tanya Taeyeon khawatir sambil membantu Yoona berdiri

“U..unnie….”

“Kau sudah tau yang sebenarnya kan Yoong ?” tanya Yuri dengan nada tenang. Yoona hanya mengangguk.

“Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan ?” tanya Sooyoung

“Aku akan pindah ke Jepang.”

“MWO ?!” ucap semuanya.

“Ne unnie, aku takut. Aku tidak ingin disini.” Yoona langsung melengos.

“Ta..tapi Yoong. YOONA !!” teriak Hyoyeon.

^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^

4 years later

Seorang gadis turun dari mobil mewahnya kemudian berjalan menuju ke gerbang sebuah universitas sambil sedikit merapikan pakaiannya. Dia terus berjalan….berjalan dan berjalan…..hingga sampailah dia di suatu tempat yang cukup membuat dia sulit melupakan kenangan di tempat ini.

“Apakah kau masih disini Seohyun ?” tanyanya ketika dia sudah menginjakkan kaki di lantai balkon ini.

“huh….pasti kau sudah pergi.”

flashback

2 hari setelah kejadian itu, Yoona memohon-mohon pada orang tuanya untuk memindahkan dia ke Jepang. Awalnya orang tuanya ragu dan bertanya-tanya alasan kenapa dia ingin pindah ke Jepang. Dan akhirnya kedua orang tuanya setuju setelah Yoona menceritakan semuanya.

@ Gimpo Airport

Yoona sedang termenung di salah satu kursi yang ada di bandara tersebut. Penerbangannya harus ditunda selama 3 jam karna ada kesalahan teknis. Dia termenung memikirkan seseorang…euh tidak ! lebih tepatnya sebuah arwah orang tersebut.

Karna merasa bosan, akhirnya Yoona memutuskan untuk pergi ke suatu tempat karna jadwal penerbangannya masih lama. Dan disanalah dia. Berdiri di balkon lantai 2 gedung kampus SM.

Bahkan dia sendiri merasa bingung mengapa dia bisa menginjakkan kaki disana. Untunglah ini hari minggu jadi tidak banyak orang yang melakukan aktivitas disana. Hanya beberapa orang saja yang ada kelas dan yang mereka bukan orang-orang yang dia kenal.

“Seohyun. Kau dimana ?” Tetapi setelah menunggu selama 10 menit, tidak ada yang menampakkan diri dihadapannya.

Yoona menghela napas sebelum akhirnya bicara. “Dengar, aku minta maaf atas perlakuanku kemarin. Kau pasti tau aku sangat terkejut dan begitu takut saat itu. Aku tidak bermaksud melakukan hal itu padamu. Aku sudah merasa nyaman denganmu, meski aku akui aku sedikit takut dari pertama kali melihatmu. Seohyun-ah…aku hanya ingin minta maaf. Entah kenapa aku melakukan ini padahal……diri kita berbeda, dunia kita berbeda. Seohyun-ah….muncullah dihadapanku. Aku hanya ingin minta maaf dan berpamitan denganmu. Ini memang aneh….ketika manusia dan makhluk astral sepertimu bisa seperti ini. Tapi meski aku merasa ada hal yang janggal dalam dirimu dari awal, aku tidak pernah menganggapnya. Bagiku kau tetap temanku.” Yoona mengambil napas beberapa kali ketika dia selesai bicara.

Dan lagi…..sosoknya tidak muncul.

Yoona menghela napas sambil melihat jam ditangannya. Dia harus segera kembali ke bandara sebelum terlambat. Dan yah….penyesalan selalu datang di akhir. Meski dia masih tetap ingin tinggal, tetapi dia pikir semua sudah telambat. Dia tetap harus pergi. Lagipula, dia pikir Seohyun sudah merasa sakit hati padanya dan tidak ingin menemuinya lagi.

“Baiklah, aku mengerti perasaanmu….Selamat tinggal Seohyun-ah, semoga kali ini arwahmu bisa tenang.” Yoona mendorong kopernya dan kembali ke airport.

end of flashback

Dan disanalah seorang Im Yoona berdiri. Menatap ke arah gedung-gedung pencakar langit yang ada dihadapannya sekarang. Dia larut dalam kenangan-kenangannya bersama Seohyun yang entah kapan berputar di otaknya. Terdengar aneh memang, ketika seorang anak manusia memiliki perasaan sayang terhadap seorang hantu.

Yoona tersadar dari lamunannya ketika handphone disakunya bergetar. Dia lalu mengambil handphone tersebut dan menslide layarnya.

“Halo Pak Kim…..huh apa ? ya baiklah, aku akan segera kesana.” Yoona memasukkan kembali handphonnya ketika percakapannya sudah selesai.

Dia langsung bergegas menuju ke rumahnya.

@ Im Mansion

“Oh selamat datang Miss. Im.” sapa salah satu pelayannya sambil membungkukkan badan.

“Dimana mereka ?”

“Mereka sudah menunggu anda di ruang tengah Miss. Im.” Yoona mengangguk lalu bergegas menemui orang tuanya.

“Appa, Umma.” sapa Yoona

“Oh hai Yoong, perkenalkan ini keluarga Choi.” orang tua Yoona dan keluarga Choi berdiri.

Yoona mengalihkan pandangannya dan seketika dia merasa hatinya berhenti, napasnya tercekat, matanya membulat. Dia benar-benar tidak percaya dengan penglihatannya.

jb0yenjgLLTQH6

“Seohyun” gumamnya pelan.

“Yoong ? kau baik-baik saja nak ?” tanya sang Appa khawatir.

“ahh…ne..ne appa aku baik-baik saja. Ekhem…..selamat siang Mr. & Mrs. Choi dan…….” pandangan Yoona berhenti di seorang gadis cantik setelah dia selesai memberi salam kepada sang tamu.

“Annyeong, namaku Choi Juhyun.” gadis itu mengulurkan tangannya. Dengan sedikit gemetar, Yoona menyambut uluran tangan itu. Hati dan pikirannya berkecamuk.

“Eh Yoong, bisa kau ajak Juhyun mengobrol di taman belakang ? ada yang harus kami bicarakan.” ucap sang Appa.

“Oh iya ne…ne appa. Ayo.”

Selama perjalanan menuju ke halaman belakang, tidak satupun dari mereka bicara. Juhyun sedikit malu-malu, jujur saja dia mulai tertarik pada Yoona. Sedangkan Yoona hanya terus diam dan berkutat dengan pikirannya sendiri. Setelah sampai dihalaman belakang, mereka memutuskan untuk duduk dipinggir kolam dengan betis mereka masuk ke air. Lagi-lagi keheningan yang menyelimuti mereka.

“emm….kau bekerja dimana ?” tanya Seohyun tiba-tiba yang sontak membuat Yoona yang sedang melamun langsung kaget. Untung saja dia tidak tercebur ke kolam.

“Oh aku….aku memimpin perusahaan ayahku dibidang fashion.” jawab Yoona. Karna dia tidak ingin terus melamun, jadi dia juga memutuskan untuk bertanya.

“Kau sendiri bekerja dimana ?”

“Aku mengajar musik di SM university.”

Tubuh Yoona mendadak tegang ketika nama tempat itu kembali masuk ke otaknya. Dan dia kembali hanyut dalam pikirannya.

“Hai.” Yoona tersadar dari lamunannya ketika suara itu tertangkap oleh gendang telinganya. Nada suara itu…………..

Yoona langsung menoleh dan seketika mendapati wajah Juhyun yang pucat. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Juhyun.

“Hai.” mata Yoona seketika membulat.

“Seohyun ?!” Juhyun menatap Yoona dengan tatapan yang membuat Yoona takut sekaligus rindu.

“Ya, aku Seohyun.” jawabnya dingin.

“Kkau…bbagaimmaana bisa ?”

“Terimakasih atas selama ini. Kau orang baik yang pertama kutemui di SM University. Maaf saat kau memintaku menghadapimu aku tidak datang karna aku sudah dipanggil oleh Tuhan. Tapi aku melihatmu dari atas sana. Kau benar-benar baik, Im Yoona. Dan ya…sekarang arwahku sudah tenang. Sekali lagi terimakasih dan selamat tinggal.”

Juhyun langsung pingsan. Beruntung Yoona langsung menarik tubuh Juhyun ke pelukannya. Yoona terus memeluk Juhyun dalam diam kemudian menengadah ke atas.

“Ya Tuhan….terimakasih kau telah memberi Juhyun padaku……Seohyun, syukurlah kau sudah tenang.” Yoona menatap wajah Juhyun. Dia tersenyum.

“Meski kau memiliki kemiripan dengan sosok yang aku cintai, tapi aku tau dirimu berbeda darinya. Aku akan berusaha mencintaimu seperti apa adanya dirimu.” Yoona mencium kening Juhyun kemudian memeluknya.

-THE END-

Hola readers ‘-‘)/ maaf ya udah buat kalian nunggu lama…..Gimana ceritanya ? masuk akal kah ? jujur aja gak tau kenapa tiba-tiba terlintas bikin cerita kayak gini -,-. Dan ya, agak ragu juga sih, soalnya ceritanya sedikit terkesan teburu-buru dan terlalu imajinatif :/

[!!!] Tolong ditanggapi ya~

dan yang selalu ingin aku ucapkan ke semuanya adalah….Terimakasih banyak yang udah mau berkunjung ke wordpress’ku ini, for all readers yang baca + comment atau yang sekedar baca doang ~^^

 

Advertisements

14 comments

  1. FelSONE · August 27, 2013

    Hmm… Aq suka 🙂 wlau sdikit mrinding jg sih, klo trnyata seo adlah hantu hmm… Buat yoonhyun lg ea thor.

  2. NewReader · August 27, 2013

    emm…lumayan horor thor,but i like it 🙂
    ya walaupun yoong dapet seo yang KW.hihi #plakk

  3. byun913 · August 27, 2013

    cerita ny keren thor…
    ya walaupn yoona gk sma seohyun yg pentingkn dia dpt duplikat ny juhyun…

  4. Lee Eun Soo · August 28, 2013

    My deer Yoongie~.. ❤
    gak ada Seohyun, Juhyun pun jadi.. Toh mereka mirip.. XD
    Bkin YoonHyun lg ya thor.. Hwaitaeng..

  5. Airin · August 28, 2013

    Juhyun itu reinkarnasinya seohyun yach??kenapa bz mirip

  6. begrippen_yoong · August 28, 2013

    i like yoonhyun story & this so sweet.
    Yoong, seo telah memberikan juhyun tuk mu

  7. hana mutia · August 29, 2013

    seo hantunya, so scary. to ttep suka koknklo hyunnie jd hantu innocent yg cute. apalagi brtmu yoong.
    akhirny happy ending wlau itu bkn seo, tp memiliki ksamaan muka 🙂

  8. joe · September 1, 2013

    seo trnyta hantu,, seram juga. Tp gpp ada juhyun gantinya.

  9. shelly · March 22, 2014

    Ternyata hyunie hantu..
    Akhir nya yoong buka hati nya buat juhyun 🙂

  10. talitaeng · February 24, 2015

    ih akhirnya baca yoonhyun juga ❤ huwaa seneng hahag

  11. Andro · March 9, 2015

    Thor, endingny ngegantung… 😦

  12. kim hwang · February 17, 2016

    Tak dengan Seohyun, dengan Juhyun pun bisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s